Bubur Ayam Jakarta ‘Elisabeth’, Imam Bonjol

By Monday, July 19, 2010 52 Permalink

2 bulan lalu aku nulis kata pengantar buat buku Warung Kuliner, karya Yuliana Lilian. Ihiy, jelek2 gini dah bikin kata pengantar lho :) Diantara review yg ada, aku penasaran sama Bubur Ayam Jakarta “Elisabeth” di Jl. Imam Bonjol

Lama amat kok baru direview sekarang? Ya soalnya Bubur Ayam Imam Bonjol ini bukanya cuma pagi, sedangkan aku susah bangun pagi :P

Tapi akhirnya keturutan juga mampir di warung yg lokasinya persis di pertigaan Jl. dr. Soetomo & Jl. Imam Bonjol. Tau Karaoke NAV? Persis deket sana.

Bubur Ratu Inggris

Rombongnya pakai kiber warna pelangi ngejreng, bertuliskan “ELISABETH” – Bubur Ayam Jakarta. Ga tau apa hubungannya dengan Ratu Inggris, yang jelas.. yg jualan lelaki semua :D

Lalu juga tertera, “Segala Umur”. Kayak di poster2 bioskop aja nih. Good lah, no parental guide needed to eat Bubur right? :P

Warungnya sangat sederhana, cuma ada rombong dan 2 meja kecil yg total cuma bisa muat 8 orang. Tapi yang makan disana bermobil semua lho, mulai dari pengendara Yaris, Innova sampai Alphard. Kesimpulan: yg beli mobil Toyota senang makan bubur? *ngawur pwoll!*

Karena lahan yg sempit dan jujur saja tidak begitu hygiene, para pelanggan lebih nyaman makan di dalam mobil aja.

Bubur Ayam Jakarta Elisabeth - Jalan Imam Bonjol

Buy 1 Get 1

Menu disini, ya the one and only, the holiness Bubur Ayam Jakarta. Kaget pas mas nya datang ke meja bawa 2 mangkok. Lho, kan aku cuma order seporsi?! Oh ternyata yg mangkuk satu lagi itu krupuk udang & emping melinjo.

Saat disajikan, Bubur ayam pada mangkok nyaris tersembunyi dibalik ayam suwir, potongan cakwe, kacang tanah, bawang goreng, daun bawang dan kucuran kecap asin.

Ayam yang dipakai hanya bagian dada. Penasaran, aku coba buburnya aja tanpa embel2 topping. Wah, monotone asin saja ternyata. Sempat underestimate :(

Setelah aku campur semua elemen topping dan bubur jadi satu, ditambah sambel dan emping melinjo yang akhirnya lumat jadi satu, barulah muncul dinamika rasanya.

Bawang goreng dan kacang tanah yang digoreng hingga kuning kecoklatan memberi aksen gurih. Dada ayam tanpa kulit yg disuwir halus juga mudah dikunyah. Irisan daun bawang menyelipkan kesegaran. Kerupuk udang dan cakwe goreng yang sudah lunak bercampur bubur menjadi asyik ketika lumer dimulut. Jadi kenyal2 :P

Tapi menurut lidah saya rasanya terlalu dominan asin. Mungkin lebih baik jangan minta buburnya dikucur kecap asin. Kalau kurang asin baru ditambahin sendiri kemudian :)

Dengan santai akhirnya kuhabiskan semangkok bubur hangat selama 15 menit. Dan selama disantap, bubur tidak berair.

Free Tea

Pas bayar, kaget ternyata Teh Tawar ga usah bayar. “Prii” katanya (mungkin orang Sunda, mau omong ‘Free’ jadi ‘Prii’). Bubur ayam komplit cuma 7 ribu rupiah, pas emang ada duit segitu di kantong celana, ga usah buka dompet :))

Overall, rasanya yg dominan asin dan warung yg tidak higienis agak mengurangi kelezatannya. Tapi untuk ukuran 7 ribu rupiah, porsi lengkap + free teh tawar.. monggo dipertimbangkan untuk mampir sarapan di mari…

Location

Bubur Ayam Jakarta ‘Elisabeth’
Jl. Imam Bonjol (dekat NAV dr. Soetomo)
Surabaya

Price

Bubur Ayam – IDR 7,000
Teh Tawar – Free

Opening Hour

6 am – 11 am , still open on holiday

FREE!, Esprecielo Green Tea for a lucky Subscriber, register now!

* indicates required

I won't spam. Promise! :)
52 Comments
  • cibul
    October 10, 2015

    Overall bubur ini paling enak dr semua bubur yg pernah ku makan…
    Lebih enakan burbur elisabeth ini drpd bubur ayam rombongan dgn hrga yg sma (skrg 10rb free teh tawar) barusan aja makan bubur ayam im***el di jl pandegiling depan gereja pengharapan. Duh terlalu lumer! Dan mas yg jual2nya ga ramah. Sayang bgt .padal brandingnya tuh burim menarik (semi franchise gitu) .. Dan masih megang bubur elisabeth !

  • Sulistyo Udin Cahyono
    October 15, 2015

    ok juga penyajian nya ……………….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *