Pelebon – Ritual Kolosal Kremasi Bali

By Saturday, November 6, 2010 14 Permalink
Pelebon – Ritual Kolosal Kremasi Bali
1 (20%) 1 vote

Sudah pada nonton Eat, Pray and Love (EPL)? Aku mungkin kloter terakhir yg baru liat felem tersebut hehe.. Oh well, di adegan terakhir EPL -saat Liz berpamitan dengan Ketut Liyer, ada satu dialog yg bikin ku heran. Apa itu?

“Datanglah ke upacara kremasi ku saat aku meninggal, ritual kremasi disini menyenangkan..”, gitu kira2 kata Ketut Liyer. Lho, dimana-mana yang namanya pemakaman itu biasanya berderai air mata :((

Liz and Ketut Liyer - Eat Pray and Love

Sering sih aku dengar tentang upacara kremasi atau Ngaben di Bali, tapi ga pernah mencari tau sampe detail. Sampe akhirnya menemukan kisah menarik upacara Pelebon via blognya Titiw *hai Tiw!*

Pelebon adalah upacara kremasi akbar bagi Raja dan bangsawan di Bali. Upacara ini digelar kolosal dengan urut-urutan acara yang beragam dan kremasi atau Ngaben itu sendiri adalah salah satu bagiannya.

Pada tanggal 2 November 2010 lalu, diadakan acara Pelebon bagi Raja Peliatan IX, Ida Dwagung Peliatan yang telah wafat pada usia 71 tahun. Masyarakat Peliatan, Ubud bergotong royong mempersiapkan upacara ini.

Karena aku fotografer ya, menurut ku ada 3 elemen dalam acara Pelebon yang sangat fotogenic jika dijadikan objek jepretan kamera. Apa saja?

Bade Tumpang Solas - Pelebon

Bade tumpang solas, atau tempat mengusung jenazah dalam upacara Pelebon Raja Peliatan IX ini dikerjakan oleh tangan-tangan terampil. Dibuat dalam 11 tingkat dengan total ketinggian 25,5 meter, wow! Sayap lebar terpasang melambangkan perjalanan menuju kemurnian..

Karya indah ini tak ayal menjadi sasaran foto para turis untuk diabadikan karena nantinya akan dibakar bersama jenazah.

Yang kedua adalah prosesi mengusung Naga Banda dari Puri Peliatan menuju Pura Merajan Puri Agung Ubud. Naga Banda ini diusung beramai-ramai dan dijaga oleh para pecalang -penjaga keamanan desa adat. Naga Banda ini, dilambangkan sebagai kendaraan yang membawa arwah ke Nirwana.

Naga Banda Pelebon Bali

Dan objek ketiga yang mungkin paling mencengangkan dari acara Pelebon Raja Peliatan IX ini adalah Lembu putih yang dirangkai dari bambu dan dilapisi kain putih dari Norwegia.

Lebu Putih Pelebon Bali

Tak main-main, memang dana ratusan juta dirogoh untuk mempersiapkan Lembu yang.. –believe it or notdibakar dalam prosesi Pelebon ini. You will never ever see this kind of ritual in other country :)

Dibalik kemegahan ini, adalah kepercayaan orang Bali agar tidak bersedih dan memastikan arwah yang meninggal tenang di Nirwana. Segala semangat gotog royong dari acara Pelebon ini juga menunjukkan begitu besarnya kebersamaan kita sebagai orang Indonesia B-)

Dan ya, bila ada acara Pelebon lagi, aku pengen mengabadikan setiap momen dengan kameraku. Menguploadnya di blog ini hingga seluruh dunia tau, Indonesia is beautiful..

Sumber referensi dan foto:

FREE!, Esprecielo Green Tea for a lucky Subscriber, register now!

* indicates required

I won't spam. Promise! :)
14 Comments
  • titiw
    November 6, 2010

    Hola! Ah senangnya kamu abis berkunjung ke blog aku! Ihiy! Iya, gila ya, persiapannya tuh makan duit ratusan juta.. Buat DIBAKAR! gokiil! Tapi kalo kita lagi di sana seru banget kayaknya foto2nya tuh mas.. :D

  • ria wibisono
    November 6, 2010

    Balinese celebrate many things in their life. Ngaben itu hanya salah satunya. Selain peristiwa penting dalam kehidupan seperti kelahiran, masa remaja, pernikahan, dan kematian, mereka juga merayakan macam2 hari raya. Ada hari raya di mana mereka menyembahyangi buku (Saraswati), uang (Buda Cemeng Klawu), logam (Tumpek Landep), dst. Tiap bulan setiap purnama mereka juga sembahyang. Belum lagi upacara2 tertentu di banjar masing2. It’s amazing for me, seeing how they struggle to keep their culture and tradition, in this modern and instant world. Fyi, di Bali ada yg namanya kalender Bali, isinya hari2 raya, trus ada info hari baik utk kerja, membangun, dsb…. Beda banget lah sama kalender biasa.

  • hendy
    November 6, 2010

    saya juga belum nonton jie… jadi saya ketinggalan juga neh.. hahhaha…

  • Agus Siswoyo
    November 6, 2010

    pelebon, nama yang mirip bahasa jawa kelebon. paling tidak, saya jadi sedikit paham bahwa budaya bali memiliki kemiripan asal-usul dengan budaya jawa.

  • acel
    November 6, 2010

    waktu perjalanan ke bali pas libur lebaran kemarin di tengah jalan ada upacara ngaben. Yang meninggal satu, yang ikut serta buanyak banget, rame banget. Sebenernya pengen mengabadikan, tapi apa daya tak kesampaian. Next trip kalo ke bali harus bisa jepret nih moment ^_^

  • ericova
    November 7, 2010

    saya akan datang makan2 di pemakaman anda *loh* :p waduh kok detil sekali pak melihat teks naskah EPL :)

  • gusindra
    November 9, 2010

    masih banyak sebetulnya adat dan budaya di bali jie, next time musti bikin dokumentasi lengkap loh^^

  • b43r
    November 11, 2010

    saya gak kebagian nnton epl.. keburu filmnya abis di bioskop2… parah… tapi nanti download di ids aja deh xD jadi penasaran sama ketut liyer…

  • bali link
    July 24, 2011

    Hallo,..sobat You’have seen how we’are more beautifull,.?! I lav you,.hihiiiiii

  • Wong Bali
    October 9, 2011

    Ulasan yg menarik. To: agus siswoyo, arti pelebon memang hampir sama dengan kelebon mas. 50% bahasa Bali mirip Jawa kok

  • .gungws
    November 23, 2011

    halo.. :) interupsi dikit, pelebon ga cma buat raja kok, itu cuma nama lain, semua orang bali yg meninggal, nantinya pasti di pelebon,
    dan ga cuma upacara kremasi yang menyenangkan, semua upacara di bali itu semacam festival.
    di upacara pelebon ini juga ga sekedar arak2an bade, naga banda dan lembu, ada upacara lainnya yg dilaksanakan, kadang juga diselipkan pertunjukan wayang dan tari topeng :)
    siapkan stamina ekstra kalau ingin melihat “ritual festival” di Bali ;)

  • Wayan Putra
    January 24, 2015

    Terimakasih atas tulisannya

  • Paket Wisata Dieng
    October 14, 2016

    kalau seperti ini perlu dilestarikan nih dari pemerintah daerah :)

  • Raskita
    October 31, 2018

    Ini film lama, Tapi aku masih suka, Bangga dengan bali sekarang makin ramai dan tetap ramah orang2 nya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *