The Secrets of Candid Style Food Photography

Akhir2 ini laris pertanyaan meluncur ke inbox ku soal teknis Food Photography. Mulai dari milih kamera, lensa, angle sampe gaya shooting. Gimana sih rahasianya shooting gaya INIJIE?

Kalau ngomong gaya atau style.. harus diperjelas dulu nih, gaya yang mana? Gaya dada, gaya kupu2, gaya batu? #eh Gaya shoot INIJIE sendiri bermetamorfosis seiring usia pengalaman.

Orthodox Genre

Awal belajar food photography, masih textbook dong. Manut hukum rule of thirds. Biar aman taruh point of interest di depan, kemudian background sebagai ‘pelengkap penderitaan’ dibikin blur (bokeh).

Untuk commercial shot alias foto ‘jualan’, resep ini masih kupegang teguh sampai sekarang.

candid food photography 01

Gimana menurut kamu tentang foto diatas? Oh iya tentu saja bagus *kampret lu Jie, tanya kok dijawab sendiri!* Serius: Foto-foto ini cocok buat commercial shoot. Komposisi dan point of interest jelas, tapi terkesan staged atau diatur.. Let’s try something different.

Oppa Candid Style!

Selain food photography, gw juga demen candid photo journalism. Basically, Candid photo itu biasanya mengabadikan momen tanpa mengatur subyek untuk pose tertentu.

candid food photography 02

Akhirnya style foto candid ini pelan2 (tapi pasti) mulai menular di gaya foto food photography ku. So, jadilah Food Candid Photography. No no.. bukan gw pionirnya, kebetulan aja aku juga mengadopsi gaya ini

Pasti udah banyak yg perhatiin, napa sih kalo INIJIE foto suka yg depannya dihalangin benda2 GeJe (Ga Jelas, red). Justru itu dia seninya hehe..

Food Candid Anatomy

Mari menyamakan definisi dulu, catet yah: background, hero dan foreground. Pakai diagram aja ya biar jelas keliatan canggih.. bhihihik..

candid food photography 03 diagram

  • Area 1. Background, simpelnya : area frame yang paling jauh dari lensa kamera.
  • Area 2. My Hero! Sang diva yang mau kita abadikan. The point of interest.
  • Area 3. Foreground, area frame yg dekat dengan lensa, biasanya di depan Hero.

Think Foreground

This is the key: Pas moto gaya orthodox, gw banyak mikir soal background. Sebaliknya, pas moto candid style gw merencanakan foreground (Area 3) yg biasanya punya proporsi besar, 40-50% memonopoli keseluruhan foto

Kalau fotonya portrait, area 1 & 3 berarti diatas dan bawah. Kalau foto landscape ya berarti di kiri dan kanan. Got it? Pusing? Bagus, artinya lagi mencerna hehe..

Biar jelas mending liat contoh aja..

candid food photography 04

candid food photography 05

Why Candid?

Apa sih keunggulan Candid Style Food Photography?

  • Natural look. Ya namanya food photography memang mostly staged, tapi shoot ala candid mujarab melunturkan kekakuan itu.
  • Dance with the viewer’s eyes. Foto ala candid bikin penasaran. Karena sang Hero food posisinya agak ngintip2. Mata pun terpaksa berkeliling frame mencari dan menebak-nebak. It’s fun.
  • Excuse. Kalo ditanya; ‘Lho kok fotonya aneh gini?’. Jadi ada alasan deh; ‘Ya namanya juga candid, foto nyeni sobbb’.

Oke, pasti nanya gimana caranya bikin blur/bokeh? Kalau pake DSLR, pelintir lensa mu ke f/2.5. Kalau pake #KameraHape, manfaatkan aplikasi bokeh seperti AfterFocus atau SnapSeed.

Ayo angkat senjata kalian. Shoot makanan lezat mu dan eksperimen gaya candid. Boleh di-tweet dan pamer dengan mention ke @inijie lho, kutunggu.. Have fun!

 

Keep shooting,

 

 

J.

Enjoy this article? Get email updates for the hottest topic, FREE!

* indicates required

I won't spam, promise :)


25 thoughts on “The Secrets of Candid Style Food Photography

  1. Yutsazula

    kalau pake kamera poket (punyaku canon ixus 125) caranya bikin blur gitu pake macro aja bisa? atau harus ditambah edit Ps? Thnks!

    Anyway, Ko Jie emang ga pelit ilmu

  2. Jiewa Post author

    @Yutsazula : pada dasarnya kamera poket sama kamera hape kurang mumpuni menghasilkan bokeh. Meskipun pake Macro mesti genjot lagi pake Ps hehe..

  3. Budiono

    sebagai salah satu penikmat karya-karya jie, ane sepakat bahwa gaya kendit terasa lebih natural dan ‘bikin penasaran’

    satu yang perlu dipunyai dan diasah sang potogreper: kepekaan

  4. benakribo

    super kak! sharing masalah editingnya dong, apa perlu dikasi sedikit touch biar fotonya makin terang kayak tambahin saturation dll?

    atau udah pernah posting ya? belum jalan-jalan nih eheuheuheue

  5. Jiewa Post author

    @Dion : bener cak, kepekaan itu ada dua.. mata dan hati…

    @Renny : ahaha.. me love working with you too.. selalu diservis ekselen hehe..

    @Bena : siap! Ide bagus itu.. nanti aku bikin step by step editing ya..

    @Fenty : cakepnya sama kayak fotografernya kan yaaaa…. *elus jambul*

  6. Ellyna Tjohnardi

    Me likey this post…thanks for sharing & I'm always your diligent disciple =P.

  7. Jiewa Post author

    @MakanMasak : Siap.. laksanakan!

    @Obet : Pake Android atau iOS bro?

    @Elvina : Haha.. tau juga ‘ciamik’ ya.. Suroboyo poll wkwk.. Hope you enjoy reading

  8. Brillie

    Ya.. ga punya DSLR minimal harus bondo smartphone android biar bisa install AfterFocus.

    Kalo foto dgn background toilet ala nonik-nonik itu biar keren gimana ya? :p

  9. Dheya

    Keren! Aku juga biasanya pake rules of third sama bokeh kalau lagi foto kue. Tapi backgroundnya suka kurang kece hehe

  10. Jiewa Post author

    @Brillie : wakakakka.. tips : cari toilet dgn kaca yg gede supaya bisa foto full body dan rame2.. :p

    @Rosa : oke doke.. dicatet rikuesnya..

  11. irene

    Dear Jie, loving this post the most, after browsing around your posts for a few hours now.. Haha. Thanks for the knowledge, and I’m voting for step-by-step editing!

  12. Jiewa Post author

    @Albert : Kamsia brooo

    @Irene : Hei Irene.. Thanks for visiting my blog.. Hmm.. step by step? I think that’s too complicated.. but it’s possible for me to write down a few guidelines. Hey, you’re capturing great pics too!

  13. Pingback: My Photography Secret Weapon: Samsung NX300 Camera – a Quick Review | INIJIE.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>