Calvados Cafe & Restaurant – Waiting for The Awakening

Coba sebutkan nama-nama Steak tenar di Surabaya. Gw yakin, selain Boncafe Steak & Ice Cream, pasti terselip setidaknya Venezia (alm.), Pro Steak (anumerta), Angus, Meat Shop dan… Calvados.

Calvados Steak Restaurant

Yang terakhir ini namanya tinggal sepoi2 terdengar, tapi masih banyak jemaat setianya. Hmm.. Apa kabar Calvados sekarang?

Karena banyak fans Calvados garis keras nan militan yang protes kenapa steak selegendaris Calvados kok ga masuk INIJIE, akhirnya gw sempetin juga nulis.

Calvados-Steak-Restaurant-001 Calvados-Steak-Restaurant-003

*buku menu lama yang ditambal sulam*

Calvados Café and Restaurant, itu label resmi rumah makan ini. Jaya-jayanya pas awal tahun 90an. LUUUARIS pake ‘U’! Apalagi pas masih menduduki lokasi lama yang sekarang sudah menjelma jadi RM Padang Sederhana.

Sayang masa2 itu sudah berlalu. Konon dari kasak kusuk yg beredar, karena chef utamanya telah tiada, resto ini sempat tutup selama setahun. Kisah kejayaan Calvados pun harus ditulis ulang di lokasi yang baru.

Dari penampakan luar mirip seperti rumah mewah, namun bagian dalamnya sudah dipermak supaya bisa berperan seperti resto. Surprisingly not bad. Mostly dominan warna biru, putih dan hitam.

Bratkartoffeln Calvados Steak

Partner in crime gw, Alex, rekomen appetizer Bratkartoffeln, kentang yang digoreng dengan butter, bawang bombay dan smoked beef. Kentangnya digoreng agak kering, jadinya agak crisp pas dikunyah. Agak ‘garing’ tapi mayan buat nunggu maincourse.

Calvados-Steak-Restaurant-006

Sirloin Calvados Steak

Menu klasik seperti Sirloin Steak di-grill tingkat kematangan medium-well. Disajikan dengan brown sauce yang gurih manis melimpah seperti kuah diatas steak yg empuk, ini dia steak idaman orang Surabaya hehe.

Kalau suka jenis steak yang deep fried, bisa coba Chicken Fillet Lola Montez. Ayam yang digoreng tepung dengan dibaptis mushroom sauce. Side dish-nya bukan potato, tapi nasi gurih. Indonesiana nian resto ini ya

Calvados-Steak-Restaurant-009

Sebuah menu yang berbau Eropa Timur menggelitik rasa penasaran gw. Namanya Sarajevo Steak. Isinya komplit, ada grilled beef, Cevapcici (perkedel daging), Balkan beef Sausage, Juwec rice (tomato rice), french fries *double carbo!* dan Salad ala Bosnia. All the nation in one plate. Pheww.

Calvados-Steak-Restaurant-010

Sayangnya, hampir semua elemen Sarajevo Steak ini overcooked, chewy dan dry. Kuciwa berat. Sayang padahal seasoning-nya pas, bahkan aku ga perlu nyocol saus sambal atau tomat.

Calvados-Steak-Restaurant-004

Untung Salad ala Bosnia menyelamatkan dinner ini. Lettuce, tomat, bombay dan crouton bread dengan saus vinegar yang super segar.  Semua sayurnya juga fresh. Star of the day, next visit gw berharap bisa pesen saladnya aja *finger crossed* God bless Bosnia!

Alex yg barengin gw makan, adalah salah satu fans Calvados garis keras. Ada banyak Alex-Alex lain, yang masih setia datang buat bernostalgia dengan masa2 indah. Mendengar kisah seru Alex santap bersama Calvados pada masa jayanya, gw berharap sang legenda bisa kembali bangkit, membawa Alex-Alex lain dalam kisah yang baru.

 

 Your food curator,

 

 

J.

Calvados Café & Restaurant

Jl. Raya Kertajaya Indah 104 Blok S No. 102
Surabaya, Indonesia
Phone +62 31 594 9519

Price

IDR 50-100k

Opening Hours

9am-10pm

Enjoy this article? Get email updates for the hottest topic, FREE!

* indicates required

I won't spam, promise :)


24 thoughts on “Calvados Cafe & Restaurant – Waiting for The Awakening

  1. Roy Agustinus

    Menurut mas Jie, kenapa ya resto lawas semacam Calvados ini (kecuali Boncafe) sering sepi ya? Semasa kecil sering ke Venezia kalau tidak salah di pojokan Ambengan itu…sangat terkesima dengan steak yang dibakar oleh koki di meja makan (sekarang baru ngeh itu namanya flambe steak)

  2. Primalia Howarto

    Seumur2 hidup di Surabaya, belum pernah sekalipun kunjungi Calvados,cuma numpang lewat depannya tok ko *poor me

  3. Simon Fleming Ong

    Hi Jie, kebetulan punya ipar orang Bosnia, dan udah dua kali ke sana, hampir di semua restoran pasti ada menu mixed grill-nya, biasa isinya ada daging ayam, daging sapi, daging kambing, ćevapi (kebab a la Bosnia, campuran daging sapi dan kambing yang dicincang, dibumbui, dan di-grill), sedikit salad (tomat, timun, bawang bombay), somun (pita breadnya Bosnia), dan fries (kentang goreng). Semua disajiin di satu piring gede, kenyang pastinya abis makan ini

    Đuveč (dibaca djuvech) itu nasi dimasak bareng beberapa sayuran dan bumbu, biasanya juga dengan daging. Saya gak pernah nyobain ini.

    Saya orang Jakarta yang sering ke Surabaya, beberapa kali lewat Calvados, tapi gak pernah mampir, next time saya akan mampir. BTW, coba tulis review resto Casa Fontana yang di Imam Bonjol, ownernya ramah, dan makanannya enak, saya suka makan di sini.

  4. Jiewa Vieri

    @ Simon Fleming : Hai hai Simon.. Wah thank you banget tambahan infonya. Cobain ya ke Calvados, cek apakah cukup otentik hehe… Oh pernah ke Casa Fontana, tapi sudah lama sekali. Suka sama Pork Ribs-nya. Nama oiwner nya Massimo Polo bukan?

  5. Jiewa Vieri

    @ Roy : Karena tidak mengikuti jaman.. Selera orang berubah, style berubah, ekspektasi juga berubah. Manajemen boleh orang lama, tapi pola pikir harus modern (imho)

  6. Jiewa Post author

    @Nengbiker : kalo di Malang, Steak apa ya yg haujeksencingping? *kangen Malang*

    @Yuni : pernah kencan disini kah? Hayoo..

  7. Theo

    setuju banget.. selera orang berubah, style berubah.. ngeliat dari pic diatas dekor nya jadul abis, buku menu nya itu oh my.. *tutup muka* kayaknya terakhir kesini pas temen ultah jaman smp ato sma udh lupa.. lol .. btw, where is the best steakhouse in surabaya menurutmu, jie? i mean the real steak lho.. haha

  8. Ddanny

    Calvados,
    Jadi nostalgia jaman restonya yang masih di pojokan,
    resto pertama tempat belajar makan lasagna,
    Itu buku menu nya uda kasihan banget sepertinya, dan tampak sudah lama banget

    Overall sebenarnya tempatnya enak juga, tapi sayang jadi makin sepi suaranya sejak pindah tempat. Jadi kangen ke sana lagi, sama seperti kangennya suasana cafe Venezia yang sudah berubah jadi SPBU

  9. Jiewa Post author

    @Theo : Platinum Grill, Meat Shop, Boncafe.. yes.. I love Chicken Steak at Boncafe

    @Danny : wah.. banyak ya fans Venezia, sayang pas aku pindah ke Surabaya, resto itu sudah tutup..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>