Pengamen, Seniman atau Preman?

By Thursday, April 28, 2016 10 Permalink

Gw adalah warga negara yang turut berpartisipasi menerapkan hidup sehat dengan lari pagi *kencengin tali sepatu* Iya, lari pagi ke depan komplek mau beli Nasi Pecel hehe. Demi terkabulnya gizi yang mumpuni dalam tiap urat nadi di usia dini, makan di manapun jadi rutinitas yang tak boleh dilewati.

 

Namun pas gw lagi menikmati tiap helai rempeyek, eh ada yang dateng sambil nyodorin segelas aqua kosong berisi uang recehan, “Misi massss!” sembari memulai bernyanyi dengan lantang tanpa memperdulikan falseto dan improvisasi nada yang kian seperti jatuhnya rantang. Untung ga keselek. Cuman langsung otw ke dokter THT buat cek telinga. Kalau kamu, gimana reaksimu pas ketemu pengamen begini?

7 Bad Habits That You Secretly Do on the Table

By Friday, April 22, 2016 8 Permalink

 Ada yang bilang kalo karaktermu bisa diterawang pas kamu makan. Pada dasarnya, banyak aturan dan etika tentang table manner, namun masih banyak hal sederhana yang secara ga sadar adalah perilaku primitif yang kita lakukan di meja. Barangkali karena keasikan makan, atau memang karena lupa kalo kita juga perlu jaim sopan santun, apalagi di acara formal biar ga malu sama sertifikat sekolahmu. 

 

Inilah dia kebiasaan yang masih melekat dan susah hilangnya. Coba dicek, barangkali kamu masih melakukan hal-hal ini saat bersantap di meja makan.

Warung Pak Ghofar – Nasi Campur Playboy

By Tuesday, April 19, 2016 8 Permalink

Akhir-akhir ini dunia padepokan Instagram mulai dibanjiri oleh masakan streetfood. Beberapa akun sedang berlomba-lomba untuk memamerkan tempat makan yang menjadi hidden gem di daerah dekat rumahnya. Salah satunya adalah Warong Pak Ghofar. Di warung yang berlapak sederhana dengan kayu-kayu penyangga seadanya, punya aneka menu ala playboy, alias suka ganti-ganti tiap harinya.  

 

Pengunjung yang datang saling mengikhlaskan diri berbagi ruang untuk duduk kayak bayi kembar siam: dempet dan ndusel. Meskipun keringat bercucuran, namun tak melunturkan foundation dan pensil alis semangat juang demi berpartisipasi dalam memuaskan lahan kosong di lambung. Fenomena apapula ini? 

Pokzilla – The Mouthwatering Cheesy BBQ

By Thursday, April 14, 2016 1 Permalink

 Sudah lama menatap nanar temen2 pamer adegan HOT makan BBQ dengan lelehan keju yang blukutuk-blukutuk di hotplate dan siap di roll ke rambut eh.. daging. Dan akhirnya, mimpi gw jadi kenyataan!  

 

Setiap restoran punya striker andalan sebagai menu utama untuk menggaet customer. Begitu juga Pokzilla, dengan melted cheese yang bikin langsung otw ke lokasi biar cepet-cepetan upload di instagram. I’ve upload this p*rn on my Instagram and gets more than 1000 comments. CRAZY. Kok bisa pada histeris gitu ya? Yuk direview.

Lontong Balap Rajawali: Dijamin Lahap, Dijamin Kembali

By Monday, April 11, 2016 11 Permalink

 Siapa sangka kalau Lontong Balap bisa jadi makanan yang paling dicari. Pas kuliner mancanegara menginvasi, citarasa lokal tetaplah melekat di hati. Kedai yang sudah merajai sejak tahun 1956 ini bahkan jadi kuliner yang wajib dicobain buat para travellers yang mampir di Surabaya. 

 

Berlokasi di pinggiran jalan Krembangan, warung makan sederhana ini selalu dipenuhi sesak pengunjung. Kedatangan pelanggan disambut ramah dengan sapaan khas dari seorang bapak yang dengan supel menjelaskan ke gw tentang foto-foto yang terpajang di dalam warungnya. Pak Jusuf Kalla & Pak Bondan aja udah meninggalkan jejak disini. Makin penasaran kan gimana rasa Racing Rice Cake ini?

Sensodyne: Bye-bye Gigi Sensitif!

By Friday, April 8, 2016 0 Permalink

Sebagai seorang food blogger, senjata utama gw adalah kesehatan mulut dan gigi. Makanya dua hal tersebut kudu dijaga betul2 biar kerjaan lancar jaya. Namun sayangnya, gigi gw sensitif. Ngilunya datang ga terduga *kayak kehadiranmu… eh* Apesnya pas mesti sesi tasting aneka rupa makanan panas, dingin dan manis. Siap cenut2 deh *pasrah* 

 

Udah nyobain berbagai macam solusi tapi masih belum klop buat mengatasi nyerinya gigi sensitif. Tiap makan atau minum sesuatu yang terlalu panas ataupun dingin bikin berhenti sebentar dan, ‘ouch’. Ganggu ritual makan! Untungnya, disaranin temen gw buat pake Sensodyne. Akhirnya langsung kombinasi produknya biar afdol.

One Eighteenth Coffee – Nuansa Baru, Ramah di Saku

By Monday, April 4, 2016 3 Permalink

Bagi mahasiswa Petra, keberadaan sebuah cafe yang dekat dengan lingkungan kampus adalah penyelamat jiwa. Apalagi kalau berada dalam masa tugas seabrek dan diam-diam menghitamkan kantong mata *kadar ganteng drop 5%* Tentu perlu kopi dan wifi demi menyelesaikan misi “Kapan koen lulus?”  

 

One Eighteenth Coffee, berada di daerah area padat di Siwalankerto. Disitu bakal ditemuin adik-adik yang tangan kirinya menyangga tas, tangan kanannya bawa buku-buku dan kertas fotocopy-an, kemudian membuka pintu cafe dengan menggeserkan bokong *ehhh* Nah sambil culik koneksi internet dan obrolin tugas yang selalu datang menghantui, inilah makanan yang cocok untuk menemani pahitnya masa-masa kuliah…