Category Archives: Balikpapan

[Quick Pic] Sunset at Kampung Air

Lanjut lagi dari seri jalan-jalan kerja di Balikpapan tempo hari. Abis motret Hutan Mangrove, guide ku yg handal -Cak Herry memindahkan ku ke Kampung Air. Tempat apakah itu? Ternyata sebuah perkampungan nelayan.

Kampung Air ini adalah dermaga kapal-kapal kecil yang dipake buat berlayar nelayan di Balikpapan. Kampung ini dibangun diatas perairan. Yaaaa… mirip2 Venice di Italia  gitu lah ya *lebay*

Kalo siang air masih surut, tapi kalo sore air mulai pasang. Nah, saat terbaik mengcapture keindahan alam Practically, I had only 15 minutes before it was getting dark.

So, this is it.. *Farah Quinn mode on* … Sail me to the Sky!

Kampung Air Balikapapan

Technical Info:

Canon EOS 7D + Tamron 17-50 f/2.8 lens
Shot at 23mm
3,2 sec
f/22
ISO 100
Time : 5.22 pm
Lighting : Natural light
Post Processing : Adobe Lightroom 3

[Quick Pic] Groovy Mangrove

Masih dari Balikpapan nah. Jalan-jalan ndak lengkap kada foto-foto Dianterin mas Hery Susanto ke Hutan Mangrove di Balikpapan sini. Eh, walaupun pernah 17 tahun tinggal disini, ngga pernah tau kalo ada Mangrove *ya iya la anak rumahan wkwkwk*

Mirip-mirip dengan Hutan Mangrove di Surabaya dan Bali, disini sudah dibuatkan jembatan kayu supaya wisatawan bisa melintas nyaman. Masuknya GRATIS. Nah lho, pada seneng aja kalo denger kata gretong kan Cuma sayang pas kesini airnya belum pasang, jadi ga bisa nangkap refleksi pohon2 di air. But overall, I like it.. *Ryanti mode on*

Mangrove Balikpapan

Technical Info:

Canon EOS 7D + Tamron 17-50 f/2.8 lens
Shot at 17mm
0,5 sec
f/18
ISO 100
Lighting : Natural light
Post Processing : Adobe Lightroom 3

[Quick Pic] Coffee Bless You

Alright, I think I find a way to keep this blog updated when I get really busy. A quick pic! Posting singkat dengan foto aja. Apalagi banyak feedback dari Initialers yg pengen belajar foto jg Gw bonusin detail teknisnya deh. So, here is the first quick pic: Coffee Bless You.

Initialers, gw lagi di Balikpapan nih. Ada project #FoodPhoto + sekalian pulkam. Kemarin sempetin kongkow bareng temen SMA gw, Ebi (hi wingko lover!). Tempat paling happening di Kota  Minyak ini namanya e-walk. Dengan berbekal promo BCA Upsize, tergeletaklah kami di Starbucks Here’s the shot I took yesterday..

Starbucks - Coffee Bless You

Technical Info:

Canon EOS 7D + Canon 50mm f/1.8 lens
1/30 sec
f/2.8
ISO 4000 -hell yeah!
Lighting : The yellowish ambience light
Post Processing : Adobe Lightroom 3

ps: special thx to a someone who gives me support to keep updating this blog

Santapan Pisang Gapit Khas Balikpapan

Live report from Balikpapan! Hehe.. lama ga muncul tiba2 udah bergeser ke Balikpapan aja yah Lagi ada project #FoodPhoto di Balikpapan dan Samarinda. Jadi sekalian pulkam + kulineran dong. Nah, yang ini snack sore masa kecilku, namanya Pisang Gapit.

Sejak masih terbang melayang bersama GA020 tadi pagi, pikiranku sudah #galau mengimajinasikan sepiring jajanan masa kecil yg super duper ngangenin ini. Gimana ndak, udah 3 tahun ga mencicipinya

Pisang Gapit ini makanan khas Balikpapan dan Samarinda. Di Makassar ada juga yang sebelas-duabelas alias mirip, namanya Pisang Epe’. Tapi bumbunya beda cuy.

Pisang Gapit Balikpapan

Pisang Gapit, alias pisang yg dijepit *Ouch* Yap, pisang dijepit sampe pipih lalu dibaringkan diatas bakaran sampe rata grill mark kedua sisinya. Pisang yang dipake jenis –orang sini bilang- Pisang Sanggar. Varian pisang ini lebih kenyal dan ga blenyek. Dibakarnya pake arang,  just the way it is. Ga pake bumbu macem2

Jangan sangsi dulu dengan rasanya. Semua orang bisa klaim dgn congkak mampu bikin pisang bakar jepit kayak ini, tapi kunci jawabannya kelezatannya ada di guyuran sausnya. Nah, pisang-pisang yg dibakar tadi digunting kecil-kecil terus dimandikan dengan semacam saus karamel bersantan dengan sedikit bonus potongan-potongan nangka. Slurp!

Pisang Gapit Kebun Sayur Balikpapan

Sausnya selalu disiram dalam kondisi hangat, jadi lebih pas kalo makan langsung ditempat. Pisang bakarnya sendiri memang karakteristiknya ga terlalu manis,makanya jadi klop banget kalo dijodohin sama saus karamel yang kalem. Dijamin, pasti order porsi berikutnya

Di Surabaya, Pisang Gapit ini denger punya denger udah ada di Kedai Sabindo, tapi bakarnya pake kompor, bukan arang. Berkuranglah keotentikannya.

Pisang Gapit Kebun Sayur Balikpapan

Tadinya Pisang Gapit langgananku sudah puluhan tahun jualan di belakang Shopping Center di Kebun Sayur. Tapi sekarang berpindah markas ke bagian samping, lebih visible dan cozy.

Initialers, kalo ke Balikpapan.. die die must try: the legendary Pisang Gapit. INIJIE Certified!

Location

Pisang Gapit
Samping swalayan Giant Kebun Sayur Balikpapan

Opening Hour

9am – close (evening)

Price

Pisang Gapit – 7K

BBB : Balikpapan Beautiful Beaches

Pamer-pamer lagi tentang kampung halamanku Balikpapan ah.. Meskipun aku dah lama tinggal di Surabaya, tanah rantauku tersayang, tapi Balikpapan selalu bikin kangen. Satu hal yang ada di Balikpapan, tapi ga ada di Surabaya adalah pantai-pantainya yang eksotis! Ini dia, 4 pantai paling indah di Balikpapan versi INIJIE.

Pantai Ambalat

Oya, postingan ini lebih ke kumpulan foto sih ketimbang artikel. Jadi maap kalo nyedot bandwidth Ok, kita mulai dari pantai yang paling jauh, yakni Pantai Ambalat. Nay nay.. kowe orang jangan keliru. Ambalat yang satu ini beda dengan Ambalat yg jadi sengketa Indonesia vs Malaysia itu. Similiar name, different place.

Pantai Ambalat - Balikpapan

Lokasinya ada di perbatasan Balikpapan dengan Kutai Kartanegara. Kira2 1,5 jam dari pusat kota deh. Uniknya, pantai-pantai di Balikpapan sangat rindang dengan pohon cemara, bukan pohon kelapa seperti di pantai-pantai lain pada umumnya. Pantai ini sangat tenang dan sepi pengunjung. Cocok buat Initialers yang ingin berkontemplasi sambil menikmati semilir angin sepoi-sepoi. (apalagi kalo berduaan, cihuy! )

Pantai Ambalat - Balikpapan

Pantai Manggar

Next, Pantai Manggar namanya. Dulunya sih pantai ini kotor banget. Kalo berenang disana bisa ditemenin aneka rupa botol dan tas kresek Tapi sekarang udah di-manage dengan rapi. Bahkan ada penyewaan perahu karet kalo nekad mendayung di pantai. Dijamin kulit hitam legam macam arang bakar deh

Pantai Manggar - Balikpapan

Kalo di Manggar, aku prefer neduh aja di bawah pohon cemara. Pesen sebutir pasir kelapa muda yang masih fresh from the pohon. Murah cuman 5 rb udah dapat kelapa yang dagingnya gemah ripah loh jinawi *montok lah* Sambil nemenin ponakan gw -Stephen- yang asik main pasir tentunya.

Pantai Manggar - BalikpapanKalo laper pesen aja Gado Gado khas Balikpapan. Beda lho ama Gado Gado ala Surabaya atau Jakarta yang bumbu kacangnya kental. Kalo Gado Gado ala Balikpapan itu mirip dengan Rujak Cingur. Pake kangkung, kecambah, tahu, tempe, disiram bumbu kacang petis plus krupuk warna warni yang renyah. Tinggal rogoh kocek 8 ribu perak sahaja.

The Beach House

Yang lebih dekat lagi ke arah kota, ada resto/cafe yang namanya The Beach House. Dari namanya aja udah bisa dipastikan cafe ini ada di pinggir pantai kan? Lokasi ini jaraknya kira2 1 jam dari tengah kota, atau 40 menit kalo nginjek gas macam Schumacher Lokasi ini langganannya para expatriate yang kerja di daerah Batakan (daerah perindustrian berat).

The Beach House - Batakan Balikpapan

Balikpapan memang banyak dihuni expatriate karena mereka bekerja di perusahaan tambang, mostly Oil Company. Karena banyaknya perusahaan minyak, makanya juga Balikpapan sering disebut Kota Minyak.

The Beach House - BalikpapanFebruary lalu aku pertama kalinya menginjakkan kaki ku ke Beach House. Pantas saja, suasananya memang mendukung romantisme yang di-idamkan para bule. Konsepnya outdoor dengan atmosfir yang menyatu dengan alam. Pemandangan makin asoy ketika mendekati senja. Santai di kursi kayu, dimanjakan jingga alam yang merona sambil mendengar deburan ombak.. ultimate escape!

Pantai Kemala

Pantai Kemala - Balikpapan

Tapi Jie, kalo aku cm ke Balikpapan satu hari doank gimana? Ga usah kuatir. Di tengah kota ada pantai yang juga ga kalah indah. Meluncur aja ke Pantai Kemala di sore hari. Dari pusat kota cuma 10-15 menit kalo naik TAXI. Oya, orang Balikpapan kebiasaan menyebut angkot sebagai TAXI, jadi jangan heran kalo orang Balikpapan kemana-mana naik taxi

Pantai Kemala - Balikpapan

Kalo pantai Kemala lebih rindang dengan pohon Kelapa. Pasirnya juga bersih karena baru direklamasi. Urusan perut, Pantai Kemala paling komplit karena langsung tetanggaan sama restoran. Not the very best meal in town, tapi gpp lah buat sekedar isi perut.

Beach Sandal - Balikpapan

That’s all. The four must visit beautiful beaches in Balikpapan. Semuanya cakep, semuanya eksotik. Tinggal sesuaikan aja sama waktu dan budget. Oh.. menuliskan posting ini bikin aku kangen lagi ama kampung halaman. Seperti kata Arnold Suasanaseger Schwarzenegger di film Terminator : I’ll be BACK!

Gong Xi Gong Xi in Balikpapan

Mumpung masih dalam suasana Sincia -tahun baru Tionghoa, INIJIE mo ngucapin Gong Xi Fat Choi buat yg merayakan. Moga2 Initialers semua mendapat berkat yg melimpah sepanjang tahun (dan selamanya). Amin!

Imlek atau Sincia tahun ini bisa dibilang unik, soalnya kompakan dgn hari Valentine. Kalo biasanya kita menerima Angpao (yg artinya bungkus/amplop merah), nah.. salah satu temenku berkelakar, tahun ini kita dapetnya Pinkpao, alias amplop pink karena suasana Valentine tadi haha.. aya aya wae

Tak mau dituduh durhaka, tahun ini aku melewatkan Imlek di kota kelahiran Balikpapan. Sungguh guyubnya kumpul bareng keluarga. Tapi berhubung badan dah segede gaban gini , income dari pinkpao tadi sudah berkurang tentunya.

Di Balikpapan ngapain aja Jie? Ya.. makan bareng keluarga waktu malam Imlek, safari ke rumah handai taulan, jalan2 ke pantai, terus yg kemaren.. nemenin Bunda (ceile panggilannya) ke Kelenteng Guang De Miao (Satya Dharma) buat sembahyang

Kelenteng Guang De Miao (Satya Dharma) - Balikpapan

Aku sih ga ikutan ritualnya, tapi daripada mati gaya nungguin, mending foto2 aja, as usual Tapi kalo sendirian ya sungkan juga sih foto2nya, akhire cuman mengabadikan gerbangnya yg merah ngejreng itu.

Gak seperti di Pecinan Jakarta (kawasan Petak Sembilan) atau Pecinan Surabaya yang punya beberapa kelenteng legendaris, Guang De Miao (Satya Dharma) ini satu2nya kelenteng Kong Hu Cu yg eksis di Balikpapan. Makanya ga heran kalo orang2 di kelenteng saling kenal *yahhh.. loe lagi, loe lagi.. haiyaaa*

Sore ini kayaknya ada kesempatan ke Beach House, resto cafe di pinggir pantai yg kabarnya paling eksklusif di Balikpapan. Moga2 bisa dapet foto yg oke2 ya. Wish me luck. Once again, Gong Xi Fat Choi!!

Rumah Makan Pa’ Brewok

Pa' Brewok - Balikpapan
Liburan ke Balikpapan kemaren berlangsung seru, ketemu banyak temen yg menggiring aku ke spot2 kuliner yg maha dahsyat. Seneng bisa ketemu Wahyu a.k.a Wewey, Initialer yg setia meneropong INIJIE nun jauh dari kota Minyak sana.

Beliau punya referensi top, aku dong sudah dibawanya kesana Nama tempatnya rumah makan Pa’ Brewok. Wow, dari titelnya aja unik kan? Pasti dibayangan kita adalah sosok pria yang gahar, berkumis lebat dan berjambang.

Tidak Brewok

Kurnia Sutanto, sang pemilik rumah makan Pa’ Brewok- sangatlah jauh dari pencitraan itu. Ia justru bertubuh mungil, rendah hati dan berpenampilan hemat : cuma kaosan, bercelana pendek terus pake ikat kepala ala Sunda.
Pa' Brewok - Kurnia Sutanto
Dibalik itu, Pak Kurnia ini orang yg sangat kompeten lho. Ia seorang pakar marketing yang dulu seorang pimpinan cabang sebuah bank swasta. Nah lho, jadi makin penasaran kan sama beliau ini? Wah, kalo mau cerita tentang beliau bisa habis 10 artikel nih. Tapi singkat cerita sekarang Ia banting setir untuk pindah kuadran jadi entrepreneur sejati di bidang kuliner.

Pa' Brewok - Sundanese Atmosphere
Continue reading

From Balikpapan With Love

I‘m back! Seru banget abis liburan 5 hari di Balikpapan. Ketemu banyak temen2 Initialers yg super ramah. Wewey, Lili, Om Arry Arland.. Thx a lot buat referensi kulinernya yg dahsyat. Nanti aku review satu-satu di INIJIE deh. Ketemu juga secara sengaja dan ga sengaja ama temen2 SMA: Ebi, Gipri, Eli & Hendy. Pasti mereka pada shock ngeliat perubahan karakter diri saya ini *ihh Ge Errr*

Kenapa gw bilang ga sengaja? Well, it’s a small city.. Baru aja ada spot entertainment baru XXI, karena semua insan gaul Balikpapan pada doyan nonton rupanya, jadi aku bisa meet and greet temen2 SMA gw disana padahal gak pake acara janjian! Well, kapan2 aku bakal cerita gimana sebuah acara reuni dadakan bisa terjadi hanya diawali karena aku iseng jajan sate ayam di pinggir salah satu jalan utama Balikpapan

Balikpapan

Another things yg aku kagum, pariwisata dan kuliner udah mulai growing up. Konsep rumah makan & cafe ga cuma sekedar isi perut, tapi juga udah menjual ‘nuansa’. I love the concept in Kemala Beach, sayang taste masakannya masih kurang menggigit.

Oya, did you know.. TV Kabel di Balikpapan tarifnya cuman Rp 26 rb sebulan! How come? Ternyata 1 saluran TV kabel boleh disharing buat 1 kampung! Yee, tentu aja murah, lha wong bayarnya patungan Waduh, masih banyak lah cerita2 saru seru dari Kota Minyak itu, nanti dicicil satu-satu yah. Pokoknya ikutin terus INIJIE, Ciaoo.. !

Melanglang Via Executive Lounge

Orang elit yang tampil sederhana biasa disebut rendah hati. Sebaliknya, org sederhana yg belagak elit maka disebut konyol ! Nah, karena saya sudah terlanjur jadi org konyol, alangkah mubazir bila saya gak membagi sedikit pengalaman ‘katrok‘ di Executive Lounge (EL) buat Initalers sekalian.

EL atau ruang tunggu eksekutif itu adalah tempat nongkrong di airport yang lebih privacy dan nyaman ketimbang ruang tunggu biasa. Di EL kita bisa mendapatkan :

  • Sofa empuk (so pasti !)
  • Food & beverage (ahh.. glorious food !)
  • Free internet hotspot (tapi ada juga yg mesti beli voucher dulu)
  • TV
  • Smoking Area (biasanya disponsori merek rokok nih)
  • Children Area
  • Mushola
  • Toilet
  • Privacy (penting nih buat yg nunggu& sambil kerja)
  • And more privacy !

Continue reading

Open House – Hill Cafe at Balikpapan

Open House Hill Cafe at Balikpapan

Speechless ! Hanya ada kata ‘wow’ yg terlintas di benak saya waktu memasuki Open House – Hill Cafe (OH) di Balikpapan. Gak nyangka ada concept cafe yg bagus di kota minyak itu. Mungkin bagi kita, Initialers yang tinggal di kota metropolis, sudah familiar dengan kafe2 yang menjual konsep (dekor, suasana & ambience). Tapi kehadiran kafe yg menjual konsep di kota kelas menengah so pasti menjadi hal yg menarik.Open House berlokasi di Jalan Markoni*, namun kita harus berkendara naik lagi ke atas bukit sekitar 5 menit perjalanan. Jangan kuatir, bisa ditempuh dengan mobil kok. Disinilah letak keunikan Open House karena dari atas bukit inilah Initialers bisa melihat keindahan kerlap kerlip lampu kota Balikpapan di malam hari. Truly romantic. Dekorasinya cukup menyatu dengan alam, pernak perniknya dipilih dari bahan natural & banyak terdapat tanaman2 hijau. Lampu temaram diselingi musik-musik santai membuat suasana terasa sangat cozy (sampe saya lupa waktu!). Hmm, mengingatkan saya pada Kunang Kunang, salah satu outdoor cafe di Surabaya. Continue reading

Short Leave to Oil City

LandingAtSepingganAirport

Temans,
Saya cuti bentar ke Balikpapan. Cuma 5 hari dari tgl 6-10 Juli’07. Spesial buat menghadiri acara once-in-a-lifetime (hush.. bukan sunatan !) my bro yg bakal digelar tgl 8 Juli’07. Sayang banget ga bisa dapat tgl 07-07-07 Btw, tiket pesawat mahal banget soalnya pas kena peak season. Tapi gpp lah, jarang2 pulang kesana. Ok doke, doakan saya selamat sampe balik lagi ya ..

Don’t miss me too much ..

Sumber foto : http://www.pbase.com/farbi/image/57362399
(klik aja kalo mau liat bbrp view di Balikpapan)

Santapan ala Balikpapan

“Balikpapan tuh hutan semua yah?”
“Tetangga2 lo orang Dayak yah ?”
“Kalo keluar rumah naik rakit atau sampan?”

Itulah beberapa komentar kurjar (kurang ajar,red) dari org2 yg nilai geografinya jelek. Kecil2 gitu Balikpapan -dari sini saya singkat Blpp aja- juga ada mall, ada Pizza Hut dan ada BreadLife (baru!). Tgl 18-21 Aug’06 saya long weekend di blpp. Gak bisa kasi oleh2 buat sobat Initalers kecuali artikel food reference. Sorry guys, gaji saya habis buat beli tiket Kali ini tidak 1 tempat tapi 2 sekaligus. Eit..eit.. tahan dulu liur kamu…

First place, pujasera Pacifica di Plaza Balikpapan. Bertempat di lantai dasar plaza mini tersebut, Pacifica menjual macam2 masakan khas blpp. Sebenarnya gak ada yg namanya masakan khas blpp, karena 90% penghuninya adalah suku bangsa pendatang. Semua jenis masakan bisa dicari dgn mudah. Tapi lidah saya ingin sekali ber-nostal-gila dgn Bakso SMU 1. Aslinya penjual panganan pentol ini bertempat di jalan Kapt Pierre Tandean (Gunung Pasir) bersanding dgn gedung sekolah SMUN 1 Blpp (almamater saya tercinta). Jadilah namanya Bakso SMU 1. Walaopun berembel2 ‘smu’, namun harganya tidak terjangkau oleh saku siswa smu. Apalagi bila membelinya di pujasera !

Semangkuk Bakso SMU 1 dibandrol Rp 12.000. Mahal, tapi demi memuaskan rasa kangen gpp deh. Datang dgn 4 sekawan pentol yg ‘daging banget’ ditemani gorengan yg crunchy. Bakso SMU 1 cuma bikin 1 ukuran bakso, tp cukup besar dan mampu menentramkan perut. Kaldunya pun sangat lezat, persis dgn yg saya makan 5 tahun yg lalu (atau jgn2 bakso ini bikinan 5 tahun lalu ? haha..) Bakso yg anget2 pas banget ditemani dgn Es Kelapa Susu seharga Rp 6.000. Sedikit tertipu ternyata isinya nata de coco, tapi isinya banyak banget. Puas..

pacifica1.jpg

baksosmu1.jpg

Continue reading