Category Archives: Bandung

Two Hands Full Coffee Bandung – The Glorious Breakfast

Halo Bandung! Kumaha damang? Apik-apik ae? *lah kok malah Suroboyoan* Jadi bulan lalu Jie ziarah ke Bandung, katanya banyak coffee shop keren disana. Pengen membuktikan sendiri. Seeing is believing, amen?!

Setelah menyentuh Bandara Husein Sastranegara, eh langsung digoda udara sejuk. Malang aja kalah adem. Secangkir kopi hangat dan sarapan lezat pastinya jadi jodoh yg pas buat pagi itu.

Two Hands Full Coffee Bandung-001 Sour Dough Bacon
Udah naksir Two Hands Full Coffee (THF) gara-gara sering diposting bolo-bolo gw di Instagram. My first choice in mind since I took the flight. Udah pernah mampir sini sobat?  Continue reading

Bandung Trip – Day 3 (the end)

Hari ketiga petualangan di Bandung. Jangan bosen dulu, ini hari terakhir kok, suwer ora jamu . Sebenernya hari ke-3 ini ga ada agenda khusus, kita cuma cek and ricek ke tempat2 yg perlu disinggahi ulang untuk beli barang ini dan itu. Plus juga beli panganan oleh2 buat orang rumah.
My hunny pengen banget nyobain kios I Scream For Ice Cream. Lokasinya di Jl. Harianbanga, deket banget dgn penginapan kita di Sawunggaling. Dari namanya aja sudah unik, pernah masuk liputan TV juga lho.

I Scream For Ice Cream

Sebenernya hal yg ga umum buat ngisi perut dgn es di pagi hari. Tapi udah jauh2 ke Bandung ga ada salahnya dibikin pengecualian. I Scream For Ice Cream bertempat di sebuah rumah sederhana dengan kesan oldies. Bisa dilihat dari bentuk bangunan dan tegel yg masih tempo doeloe. Tapi pemiliknya cukup apik mendekorasi ruangan dengan hiasan dinding dan atribut yg pas, sederhana, tidak berlebihan namun tetap cozy.

I Scream for Ice Cream

Continue reading

Bandung Trip – Day 2

Hari kedua liburan di Bandung. We wake up a bit late, teler abis kemaren malem keliling Factory Outlet (FO) di Dago. Pagi-pagi sarapan nasi goreng a la penginapan yang kualitasnya “ya begitulah” Gak mau kalah sama matahari yg udah nongol; aku, my girlfriend & my office colleagues bergegas cari angkot dan menuju Rumah Mode, sebuah FO kondang di Jl. Dr. Setiabudi.

Sekali lagi aku dibuat takjub oleh oleh FO di Bandung. Rumah Mode tampil sangat modis dengan arsitektur yang sangat apik. Sebelum pintu masuk, pengunjung disambut patung Dewi Saraswati (dewi ilmu pengetahuan). Entah apa hubungannya antara pengetahuan dan napsu belanja, you figure out Yang pasti spot ini jadi hot spot buat foto2.

Kolam yg berisi ikan-ikan yang sangat gemuk mengelilingi patung ini. Ikan-ikan itu sangat friendly, gak takut dibelai-belai pengunjung (jablay?). Overall concept Rumah Mode juga bagus, selain menawarkan wisata belanja, tempat ini juga memuaskan lidah pengunjung yg haus wisata kuliner dengan penempatan resto di samping FO.

Rumah Mode Factory Outlet

Hari itu sedang puncak-puncaknya liburan natal dan tahun baru. Rasanya seluruh Bandung (plus Jakarta) tumplek blek di Rumah Mode. Maksud hati baik ingin menghibur pengunjung dengan sulap, namun pemilihan panggung di dekat pintu masuk bikin bottle neck alias macet. Huh!

Kualitas produk di Rumah Mode bisa dibilang paling baik diantara FO lainnya. Namun dari segi harga juga lebih mahal. Suasana rame pembeli memberi kesan chaotic (baju & kapstok berceceran di lantai), tapi dengan sedikit perjuangan, temen2 gw sukses menyabet beberapa busana pilihan.

Rumah Mode - Bandung

Seperti biasa, sebelum pulang foto2 dulu di depan patung Dewi Saraswati. Abis keluar dari Rumah Mode aku lirik FO sebelah, ternyata ada warung Batagor Riri disana. Tapi sayang karena kesiangan kita ga kebagian batagor.

Kata orang belum ke Bandung kalo ga makan Batagor. Akhirnya dengan seperempat desperate kita nyambangin Warung Batagor H. Darto di Dago. Harga 1 porsi Batagornya murah banget, cuma 6 rb rupiah, ada juga ukuran 1/2 porsi seharga 3 rb.

Batagor H. Darto Continue reading

Bandung Trip – Day 1

Ok.. I’m done with my ‘train-lag’. 3 hari di Bandung bikin drop fisik gw. Well, gak seperti tulisan gw yg biasanya review, kali ini catatan perjalanan dan obrolan ngalor ngidul aja. Atau lebih cucok disebut jejak narsisme yg hendak bikin Initialers sirik

Well, if we go to Bandung then it’s all about..

Bubur Ayam

Yeah, eating and shopping till you drop. Waktu hari pertama menginjakkan kaki di Bandung, kita -aku, my gf, and my office colleagues, langsung ngedrop semua amunisi di penginapan Wisma Sawunggaling terus langsung cabut menuju medan belanja di Pasar Baru.

Sebelumnya, isi perut dulu dgn Bubur Ayam (Rp 6rb). Yg jualan gak terkenal sih, tapi norak juga bajunya kayak dangduters A.Rafiq Baru abis itu nemenin kaum hawa yg heboh belanja pernak pernik. After that, we went to Cihampelas. Salah satu magnet buat fashion shopper karena disana berderet Factory Outlet (FO) keren.

Den Haag - Klapertaart

Selain ntu, sepanjang jalan Cihampelas banyak banget yg jualan Batagor. Dari ujung ke ujung. Fiuh! Karena di Surabaya jg banyak Batagor, aku lebih milih makan Klapertaart (Rp 10 rb). Kue dgn bahan dasar susu, telur, mentega dan kelapa. Yg aku beli ini bikinan Den Haag. Manis dgn sisipan rasa gurih dr daging kelapa, mantab dah pokoknya. Klapertaart sebenarnya udah jadi signature dessert org Manado, tapi di Bandung kondang juga rupanya.

bandung factory outlet - superhero

Abis kenyang baru kita jalan lagi nyari FO. Karena persaingan disana sangat ketat, mereka berani bikin desain yg unik-unik buat narik customer. Superhero FO misalnya, meletakkan beberapa action figure ukuran jumbo di depan outletnya. Trick ini cukup berhasil mengundang turis untuk berfoto dan kemudian take a look ke dalam lapaknya.

Paris Van Java FO tampil lebih elegan dengan bangunan berarsitektur eropa kuno. Sekilas mirip mall Paris Van Java. Mungkin ada korelasi kepemilikan antara FO dan mall PVJ.

es durian

Continue reading

Infrared Wannabe

Nafsu besar, tenaga kurang. Itulah yg terjadi pada hobi jeprat jepret foto saya selama ini. Pengen menghasilkan foto yg bagus, tapi cuma pake kamera poket Canon Ixus 75 Kalau kemampuan poket kamera sudah di push to the limit, selanjutnya giliran dukun bertindak. Dukun digital photography yang paling canggih apalagi kalau bukan Adobe Photoshop.

Kebetulan lagi tertarik dengan Infrared Photography, tapi mahal banget kan kalau mesti beli DSLR dan filter Infrared. Lalu saya googling sejenak dan menemukan tutorial “Simulate An Infrared Photo” di website photoshopessentials.com. Isinya adalah langkah-langkah mengedit foto digital biasa sehingga seakan-akan dijepret dengan lensa infrared.

Cukup panjang juga step-stepnya, sempet gagal dan beberapa kali ngulang. Foto original yang saya pergunakan adalah foto pemandangan di kebun teh. Kayaknya foto2 pemandangan klop kalo dibuat infrared gitu…
Continue reading

Paris Van Java : Ke Eropa Lewat Bandung

Bergaya dulu @ PVJ Bandung*kok gw kayak lg pake sandal hotel yah ?*

Masih cerita dari kota kembang, Bandung. Malam pertama disana sebenarnya ada acara dinner di hotel. Tapi karena aku penasaran dgn cerita Chen ttg mall Paris Van Java (PVJ), aku akhirnya minggat aja dari hotel. Naik taxi dari Sheraton Bandung (Dago) jgn harap bisa dapet Blue Bird karena semuanya taxi jelek. Tarifnya bisa ditawar kok, tp karena saya cowo yg cupu dalam urusan tawar menawar gini akhirnya mesti keluarin duit 25K sekali jalan (kehet pisan !)
Sampe di area PVJ, saya takjub oleh area parkir yg sparkling dgn deretan lampu2 pijar yang digantung rapi. Apalagi waktu itu hujan rintik2 membasahi lahan parkir menciptakan efek pantulan cahaya yg apik. Tampak luar banyak banget cafe2 & resto membuka gerai mengelilingi PVJ sembari memanfaatkan space teras untuk menawarkan atmosfir outdoor.
Continue reading

Sheraton Bandung Made Me Chubby

Warning : tons of pic on this article. I love Visual

Ini janji cicilan catatan perjalanan saya di Bandung. Dari tgl 6-9 Des 2007 saya mengikuti acara gathering divisi IS (ex) kantor. Saya & semua kolega di-inapkan di Sheraton Bandung – Hotel & Tower. Hotel ini berlokasi di kawasan Dago atas. Berbeda dgn hotel Sheraton di Surabaya dan kota2 besar lainnya, Sheraton Bandung berarsitektur flat yg terdiri dari 4 lantai.

Lucky me, saya & rekan menempati kamar Pool View. Great. Emang saya suka pemandangan kolam renang (rasanya saya gak perlu bilang kenapa hehe). Kamar yg saya tempati sangat bagus, cukup lapang & dilengkapi dengan kasur twin bed yg super empuk. Tamu juga dimanjakan oleh TV Flat screen dengan puluhan channel dalam & luar negri, saya pun bisa menikmati saluran favoritku : Discovery Channel – Travel & Living Tidak jelas brp harga per nitenya saat saya tinggal disana, tp untuk malam tahun baru 2008 nanti Sheraton mematok Rp 2.7 juta per night. A Luxury that can’t afforded by someone like me !

Sheraton Bandung - Room

Ini dia foto kolam renang yg saya ambil pada pagi dan satu lagi pada malam hari. View dari depan kamar saya.

Sheraton Bandung - Pool View

Continue reading