Category Archives: Books

(Book Review) Food Photography Made Easy

Buku yang ditunggu-tunggu penggemar Food Photography itu udah terbit. Yeah, “Food Photography Made Easy” ini buku wajib buat temen2 yg mau mengasah parang ilmu di bidang yg menyatukan dua dunia ini, makan dan jepret *what else can be more fun?*

Ditulis bareng 4 fotografer jelita yg menamakan diri .. *God Voice* Empat Rana.. Mereka adalah Arfi Binsted, Dita Wistarini, Riana Ambarsari dan Irra Fachriyanthi. Hebatnya, buku ini bisa digubah walau penulisnya terpisah jarak ribuan mil.

Food Photography Made Easy - Empat Rana

Sebelum buku Food Photography Made Easy diresmikan dengan grand launching, beberapa rekan fotografer sudah buru-buru membelinya di toko buku *iya la, masa toko sayur?* And.. I’m proud to give the endorsement for the book Ok, benernya buku ini membahas apa aja sih?

Food Photography Made Easy - Empat Rana

Where to Start

Passion, that’s where the story begins, termasuk buat aku. Kecintaan pada 2 hal, kuliner dan fotografi. Sebuah kecintaan yang membuat keterbatasan gear bukan problem, namun jadi tantangan

Gak mesti beli DSLR yg harganya puluhan juta, food photography bisa dimulai bahkan dengan kamera henpon. Seriously.

Technical Skill

Passion, checked. Gear? Checked.
Is that enough? Nope. Tentu harus melengkapi diri dengan kemampuan teknis memotret. Buku Food Photography Made Easy ini menuntun pembacanya mengenal komponen teknis fotografi seperti  ISO, Aperture/Depth of Field (DoF), White Balance, Shutter Speed, Megapixels dst

Dan karena fotografi itu dasarnya adakah melukis dengan cahaya, maka terselip pula dasar-dasar Lighting dengan penekanan Home Food Photography Lighting yang bisa dipraktekkan awam sekalipun.

Food Photography Made Easy - Empat Rana

Concept & Styling

Moto wedding tentu beda dgn moto landscape, moto fashion beda lagi dengan moto food , dan seterusnya. Tiap bidang fotografi ada ‘sela’-nya sendiri2. Nah, kalo mo bikin Food Photo yang bagus, kudu belajar yang namanya konsep dan styling

Di buku ini kita belajar ttg hal2 yg mendukung konsep misalnya background, foreground serta props. Komposisi mulai dari standard Rule of Third, Simplicity hingga penggunaan Garis/Lines.

Go Pro!

Ada yang moto cuma sekedar hobi dan kepuasan batin. Ada juga fotografer matre kayak saya ini hehe.. mencari sesuap nasi dari Food Photography. Gimana caranya supaya foto kita bisa menjual? Bisa lewat food blog sebagai show case kita. Atau sekarang bisa lewat social media, tapi awas pencuri foto!

Food Photography Made Easy - Empat Rana

Overall buku dengan 144 halaman ini mengupas ringkas A-Z dunia Food Photography. Beberapa bagian seperti studio lighting dibahas singkat, kalau yg versi detailnya tentu bisa jadi 1 buku sendiri tuh. HMM, ide buat Food Photography Made Easy Jilid 2? YA! Tentu harus ada lanjutannya karena komunitas Food Photographer di Indonesia haus akan ilmu ini.

Oh well..  buku ini juga kembali menggelitik diriku untuk menulis buku Food Photography ala INIJIE. Semoga bisa.. *finger crossed*

Merantau + Whatever + Quiz

Unik, kocak & inspiratif! Itu 3 kesan yg aku tangkap dari “Merantau + Whatever”, sebuah buku yang berisi kisah merantau 9 anak bangsa, ditulis dalam 2 bahasa, dari 5 negara dan 7 kota.

Brilliant Yotenega -atau yg lebih akrab disapa mas Ega- adalah sang pentolan. Dalam blognya yg ngendon di alamat merantautheseries.wordpress.com, ia bersama partner lainnya merilis kisah2 mereka di perantauan dengan gaya orisinalnya masing2.

Respon yg oke melecut mereka buat publish buku yg dicuplik dari isi blog Merantau + Whatever. Isi bukunya ditulis ringan dan apa adanya. Aku berhasil menuntaskan buku ini hanya dalam waktu 3 jam perjalanan udara dari Surabaya-Medan. Padahal jarang lho aku bisa melahap buku secara urut, cover to cover

Beberapa kisah bikin aku nostalgila dengan pengalamanku sendiri di tanah rantau, Surabaya. Culture shock, homesick, generation gap & fighting spirit adalah sisi2 yg dicukil secara segar. Sebagian kisah ditulis secara medhok dalam bahasa Suroboyoan yg khas. Tapi jangan kuatir, ada translasinya kok. Bilingual.

Penulis favorit ku di buku ini adalah Wuri. Wong IT yg merantau ke Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Doi banyak cerita soal penderitaan org IT yg ‘gue banget’ plus pengalaman icip2 kuliner yg ajib. Ngakak baca cerita Wuri pas masak Pete yg baunya bikin ibu Kos-bya yg org Srikanka pucat panik karena dikira tabung gas bocor

PLUS – MINUS :

(-) Masih ada salah-salah ketik, mungkin karena masih edisi awal.
(-) Dari 82 kisah, rata2 menarik, tapi untuk seri selanjutnya mungkin perlu difilter lagi yg bener2 berkualitas.
(+) Ide unik & original, kolaborasi banyak penulis bikin makin seru dan beragam.
(+) Buku ini dibikin dalam 2 versi sampul (see pic above)

Penasaran ama buku ini? Sebelum ke toko buku, boleh ngintip2 dulu di blognya. Atau… ikutan quiznya disini..

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

QUIZ TIME

Berkat sponsor dari Mas Ega, INIJIE akan bagi buku “Merantau + Whatever”, GRATISSSSSS! Gak tanggung2, ga cuma 1, tapi 2 buku. Tetep 1 judul tapi dengan 2 cover yg beda.

Caranya gampang banget, Initialers cukup ngedrop komen di halaman ini. Tapi bukan komen sembarangan. Tuliskan satu atau lebih alasan kenapa kamu pantas banget buat dikirimin buku ini

Akan ada 2 pemenang dengan komentar terbaik yang masing2 dapet 1 buku Merantau + Whatever. Quiz ini berlangsung hingga 21 Juni 2009 dan diumumkan tanggal 22 Juni 2009. Oya, keputusan juri tidak dapat diganggu gugat la yau..

Feel free to join the quiz guys..

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

And The Winner is ..

1. Milka

2. Devita

Congratz to you all, mohon kirimkan alamat lengkap dan nomer telpon buat pengiriman paket yah

Masuk Majalah ‘SEDAP’ Euy

Asiiikkkkk, artikelku bisa nampang di majalah SEDAP. Terbit bulan Januari 2009 ini, pas ultah ke 10 majalah kuliner itu. Aku ngirim tulisan review resto Dream of Kahyangan di kawasan Citraland, Surabaya. Resto ini aku angkat karena unik banget, mempertemukan art dan kuliner dalam satu spot.

Majalah Sedap

Artikel yg aku tulis judulnya : “Perpaduan Kuliner dan Seni Dalam Sebuah Nirwana”. Haha.. judulnya aja aja lebay, khas INIJIE banget yah Ditempatkan di halaman 50. Lumayan bangga lho, ini kali ke-2 artikel ku terbit secara nasional, setelah tahun lalu berkarya lewat buku seri Kuliner “Pesta Bebek”, Jalansutra. Continue reading

Buku “Pesta Bebek”, Die Die Must Buy

28 Bebek terbaik pilihan kontributor Jalansutra (JS) dikompilasi dalam buku seri Kuliner : Pesta Bebek. Dari bebek goreng, bakar, panggang, gulai, rendang, woku sampai bihun bebek, kumplit dah. Gak cuma dimonopoli bebek Jakarta, tapi juga Bandung, Yogya, Solo dan eng ing eng.. pusat pemerintahan Republik Bebek, Surabaya

Setiap halaman akan membuat appetite anda terbit di ufuk, menutup buku ini dan langsung menuju lokasi2 pemujaan bebek. Anda yang anti mbebek, setelah mambaca buku ini mungkin bisa langsung tobat dan mengaku khilaf telah mengacuhkan kuliner satu ini. Bahasa review khas Jalansutra dilengkapi garnis foto2 yang sangat mouth-watering bikin gak kuku kalo dibaca saat perut kosong.

Cover Buku Pesta Bebek

Continue reading

(Book Review) Whatever You Think, Think The Opposite

Ketika lg jalan2 di Toko Buku Aksara Plaza Indonesia (Jakarta), sebuah cover buku yg minimalis menarik perhatian saya. I love simple design, as you can see on my website theme and business namecard. Hanya cover putih dengan tulisan hitam yang besar-besar, judul bukunya : “Whatever You Think, Think The Opposite” (WYT). Pengarangnya adalah Paul Arden, terbitan asli Penguin Books.

Whatever You Think, Think The Opposite - Paul Arden (Book Cover)Ini bukan buku self-help atau self-motivating biasa. Paul Arden adalah salah satu Guru di bidang advertising. Ia telah berpengalaman sbg Executice Creative Director di agency kondang Saatchi & Saatchi selama 15 tahun. Dari latar belakangnya di bidang periklanan, sudah bisa duga pasti ada proses kreatif yg spesial di balik buku ini.
Continue reading