Category Archives: Guest Postings

10+ Reasons Why Chocolate Is Better Than Sex!

Guest post written by the choco genius Jeffry Lukito from Kuapa Cocoa. Enjoy!


I heard you like Chocolate?
So I am giving more reasons for you to enjoy even more chocolates!
10+ Alasan Cokelat Chocolate* Lebih Baik Daripada Seks. Here we go!

10 reasons why chocolate is better than sex - inijiecom

*)”Cokelat” irks me and sounds really awkward. “Chocolate” sounds sex~a~ay!

(Notes from Jie : gini lah kalo choco geek, pemirsa… Oya, saran penyajian.. sambil membaca poin2 ini sebaiknya sambil merenungkan judul artikel ini. Lanjoot!)

Continue reading

Top 5 Surabaya’s Promising Resto 2011

[Guest Blogging by Tobzmind] Di suatu sore di hari Minggu yang mendung-mendung mesra *halah*, saya menerima sebuah BBM dari ko Jie yang isinya adalah permintaan untuk membuat artikel tentang Top 5 Surabaya’s Promising Resto 2011, yang nantinya akan diposting untuk Initialers sekalian. Wow !! It’s really an honour for me and tobzmind.

Berbicara mengenai promising resto di tahun 2011 ini, saya meyakini kalau tahun ini, bisnis makanan bukan hanya sekedar berbicara masalah rasa dan apa yang dimakan. Berbagai macam pendekatan kepada pelanggan akan dilakukan setiap resto yang ada entah melalui promo, atau event, juga dengan pendekatan berbagai macam social media seperti Facebook, Twitter bahkan BBM sekalipun.

Kualitas pelayanan akan ditingkatkan dan diutamakan, karena pada dasarnya, industri makanan adalah industri jasa dimana kepuasan pelanggan adalah tujuan utamanya. Akan ada  beberapa resto yang menitikberatkan pada makanan sehat, karena tren kuliner sekarang sudah mulai ke arah kuliner sadar sehat. Dan terakhir akan banyak konsep resto yang semakin menarik. Sekarang, konsep resto menjadi daya tarik utama sebuah resto baru. People judge a book from its cover before read it, right ?

Setelah mencari beberapa referensi, dan berdiskusi dengan banyak pihak, saya mencari resto yang berusia kurang dari 6 bulan dan berpotensi untuk berkembang di tahun 2011 ini. So, inilah Top 5 Promising Resto 2011 menurut saya..

The Light Cup

The Light Cup ( TLC ) ikut meramaikan industri café yang menjamur di tempat hang out nomer satu pilihan anak Surabaya, Sutos. Menyediakan beraneka macam food and beverage ala western di kisaran harga antara 6k – 58k, didukung dengan tempat yang cozy, interior yang bertema tempo doeloe dan pelayanan yang cepat dan ramah, saya berpendapat TLC bakal menjadi salah satu café “pengganggu” bagi café mapan yang sudah lebih dulu buka di Sutos. Hal ini sudah mulai terbukti, jumlah customer TLC tidak kalah dengan café lain yang notabene adalah kompetitornya. Mari kita lihat bagaimana perkembangannya di tahun 2011.

TLC - The Light Cup Sutos

Bandar Sari Laut Surabaya

Resto ini membuat Industri kuliner di daerah Surabaya Barat tidak ada matinya dan terus berkembang setiap waktu. Mencoba peruntungan di Surabaya, dalam waktu singkat Bandar Surabaya bisa meraih hati pelanggannya dengan keunggulan utama ambience yang ditawarkan. Sangat cocok bagi keluarga dan juga pasangan muda yang ingin melewatkan malam yang romantis di pinggir danau Merlion Citraland.

Aneka macam seafood dan non seafood seharga 15k-70k siap dihidangkan untuk memanjakan lidah initialers. Dibandingkan dengan Mang Engking kompetitornya, Bandar Surabaya memiliki keunggulan di bidang kecepatan dan keramahan pelayanan. Sehingga saya cukup optimis di tahun 2011, Bandar Surabaya akan semakin ramai dikunjungi oleh pecinta kuliner Surabaya.

Sedikit saran untuk Bandar Surabaya, penambahan pagar pembatas cukup diperlukan guna mengantisipasi adanya customer yang jatuh ke danau, dan juga penting untuk memperhatikan lagu yang diputar, karena terkadang tidak match dengan konsepnya

Bandar Surabaya - CitraLand

Dewa-ndaru Culture Resto

Dewa-ndaru Culture Resto masuk ke dalam list ini karena memiliki konsep yang unik, the one and only resto yang mengusung konsep makanan peranakan, lengkap dengan interior dan eksteriornya. Makanan peranakan adalah citarasa makanan tempo dulu Indonesia, yang memadukan menu masakan Indonesia dan Cina.

Dengan nama makanan yang unik, tiap menu dibandrol sekitar 15k-40k. Resto yang terletak di bilangan Mayjen Sungkono ini adalah symbol kemegahan dan refleksi keindahan bersatunya 2 budaya serta sebuah keunikan peradaban nusantara di masa silam.

Resto ini didirikan bukan hanya untuk profit oriented, tetapi juga supaya bangsa ini lebih menghargai dan bangga serta cinta akan budaya sendiri. Mengingat hanya ada satu di Surabaya dan cukup sulit untuk menirunya, 2011 bukanlah tahun yang berat bagi Dewandaru, salah satu spot terbaik untuk mengajak tamu yang dari luar Surabaya

Dewa-ndaru Culture Resto

Matchbox Too

Matchbox Too berdiri sebagai pelebaran pasar dari Matchbox Coffee and Friends yang ada di jalan Sumatera. Bertempat di jalan Jawa 33, Matchbox Too memilih letak yang strategis karena di tengah kota,di dekat perkantoran dan di depan sebuah kursus bahasa Inggris. Dengan konsep minimalis modern, Matchbox Too menyediakan western food yang berkisar antara IDR 13k-86k.

Spot nongkrong ini potensial karena selain sudah memiliki nama di kalangan konsumennya, posisinya adalah stand alone, tidak di dalam mall sehingga menjadi solusi bagi yang malas untuk masuk ke mall. Selain itu, seringnya Matchbox Too mengadakan event dan mengundang band-band lokal Surabaya dengan berbagai genre juga merupakan nilai lebihnya.

Masih belum cukup ? Tersedia sebuah distro untuk Initialers yang suka shopping. Benar-benar menjanjikan,bukan ?

Matchbox Too

Eat and Eat

Sssttt…. Ini adalah bocoran bagi semua Initialers – pembaca setia inijie.com. Apabila tidak ada aral melintang, akan dibuka sebuah one stop spot dining di Surabaya, yang sudah terkenal dan sukses di Jakarta. Dengan konsep food court bertema tempo doeloe, Eat and Eat akan hadir di Surabaya.

Salah satu Eat and Eat yang saya tahu ada di Mall Kelapa Gading 5, Jakarta. Diisi oleh tenant yang ternama dan teruji kualitasnya, menjadikan Eat and Eat ini menjadi food court yang tidak perlu diragukan kualitasnya. Saya rasa tidak sulit bagi Eat and Eat untuk berkembang di Surabaya, terlebih pecinta kuliner disini cukuplah adventurous dan selalu mencoba hal yang baru.

Salah satu kendala yang patut diperhitungkan, menurut info yang saya dengar Eat and Eat akan dibuka di bekas Gelael di jalan Basuki Rahmat Surabaya. Biasanya Eat and Eat ini berada di dalam mall besar, adalah suatu tantangan tersendiri bila nantinya menjadi gerai yang stand alone. Menarik untuk ditunggu !!

Eat and Eat - Basuki Rahmat

Well, inilah daftar Top 5 Surabaya’s Promising Resto 2011 versi tobzmind. Saya tahu banyak di luar sana resto yang juga menjanjikan. Bukan bermaksud untuk mendiskreditkan mereka, tetapi 5 inilah resto yang menurut saya menarik dan berpotensi memberikan hal yang lebih dan berbeda kepada pelanggannya.

Special thanks to Ko Jie atas kesempatannya menulis di inijie.com, lalu segala masukan dari teman-teman dan juga my superb survey team

Tobias LiemIntroducing Tobias Benito, my loyal Initialer who starts his own blog at tobzmind.com. Passion pada marketing dan kuliner membuat setiap tulisan Tobias berbeda dibandingkan review kuliner pada umumnya. Singkatnya, ia adalah future Hermawan Kertajaya di bidang kuliner hehe. Ow, he’s single. Line up ladies..

Street Food Delight: Nothing Can Beat It!

This is the things that you cannot deny:  However exquisite the food in a fancy restaurant, you can never resist the delicacy you found on a mere-simple-reachable location like… the street!

The things back home in Indonesia that I miss the most is the street food, nothing can compare the pleasure of having Rujak, bakso, gorengan, etc. Too bad (or on the contrary.. its good?) that United Arab Emirates (UAE) government is quite strict about this, they are not allowing anyone to sell/having business without permits.. especially street food.

Although most of the people staying here prefer to eat out (wonder why… either too busy at work or too lazy to cook!), UAE Ministry of Health have firm rules about this matter.  No restaurant can operate without following the policies from the ministry, even for the smallest canteen!

Because of these strict systems, the chance to enjoy these street food delicacies is very slim. The only information I got about the street food of other countries are just by stories from my colleagues and friends, then if I’m lucky enough I will find those items among the ‘starter/appetizer’ menu in a restaurant. At least I can have a taste of it… although I’m sure the enjoyment is much less than having it in the road-side!

In general, Indonesian street’s food is almost the same as Philippines and India. Well… Mostly India. Me and my Filipino friends will agree on most Chinese-type food like siomay, taho/tahu takwa/tahu chakwa (the difference is we eat it with ginger syrup, in Philipines only with regular sweet syrup), etc.

While my Indian friends will be astonished to know that among all those cuisine similarities we also have putu, vegetable fritters (Surabayan called it as ote-ote, many others say it bakwan), and road-side omelets or martabak, as we say.  To my surprise I never had seen any martabak here in Arab countries, whilst in Indonesia martabak is mostly associated with ‘Arab’ cuisine. Talking about misinterpretation

Introducing Pani Puri

Anywayy…  among all other street food I found here, there is one that become my favorite instantly.  Pani Puri, one of Indian street’s food. Pani means water, and Puri is what they called for a unleavened deep-fried bread . The rich taste of sweet, sour, and chili-hot is really a feast on my Indonesian tongue.

The unique thing about Pani Puri is, you have to eat it as fast as you can. The waiter /server will prepare the Pani Puri, then you have to eat it right away or else the the puri will not crisp anymore and the ‘pani’ will leak, so much to spoil the savor. Don’t worry, the server is so skillful that they finish preparing just right after you put the Pani Puri in your mouth. The sensation of having chilled and hot gravy – not to mention eating it quickly – is amazing!

Pani Puri - Ingredients

Continue to prepare Pani Puri