Category Archives: Initial 5

Initial 5 with Ivan ‘Goorme’ Sielegar

Ivan Sielegar, buat sebagian besar Initialers mungkin telah mengenal sosok ini lebih dulu lewat NavinoT.com. Blog ttg online media dan techie  yang juga naik panggung Pesta Blogger 2009 bersama INIJIE.

Lama berkelana di AS, kini pria sing biasanya ta celuk (saya panggil,red) ‘Koh Ivan’ ini kembali ke Indonesia, tepatnya di kota Surabaya. Yeap, arek Suroboyo lho iki!

Ivan Sielegar (founder Navinot.com - Goorme.com)

Bersama partnernya, Koh Ivan membangun SITOES, web company yang kemudian meluncurkan Goorme, situs yang disebutnya merupakan ‘Online Showcase about food and anything else related’.

Apa keunggulan dari Goorme dan bagaimana kedepannya? Oke, langsung aja kita intip dikit dapurnya Goorme, please welcome Ivan Sielegar..

1. Koh Ivan.. Di Indonesia sudah ada banyak food portal. So, why another food portal? What’s your killer feature?

Kalau ngomong kuantitas memang banyak, tapi Goorme konsen ke kualitas. Apa bedanya? Goorme dirancang sedemikian rupa untuk memenuhi kebutuhan customer (user), sekaligus restaurant (business) owners. Membuat situs yang fun dan bermanfaat untuk dipakai, tetapi juga bisa menguntungkan para business owners.

Membuat situs yang fun dan bermanfaat untuk dipakai, tetapi juga bisa menguntungkan para business owners.

Goorme tidak mau konsen dengan teknologi untuk tampil beda, tapi kami lebih konsen ke arah eksekusi konsep dan program-program Goorme. Dengan kata lain, Goorme itu media online dengan konsep unik dan diolah secara profesional.

Fitur Goorme lumayan banyak, salah satunya yang paling menonjol adalah adanya menu makanan yang lengkap dengan fotonya. Selain itu juga ada fitur rekomendasi, lokasi, peta, agregasi blog, artikel, resep, dsb.

2. Sebelumnya Ivan sudah sangat dikenal lewat blog NavinoT. Apa pengaruh NavinoT buat perkembangan Goorme?

NavinoT sebenarnya adalah hasil riset pribadi tentang market Indonesia, khususnya dunia IT (Web & Internet). Sudah direncanakan jauh hari sebelumnya, kira hampir 2 tahun sebelum Goorme meluncur. Ternyata popularitas NavinoT sangat membantu dalam memperkenalkan Goorme ke publik.

Goorme.com Home Page

3. Kalau mengikuti Goorme dari awal, bisa dilihat ada visual improvement dari waktu ke waktu. Dalam web kuliner, seberapa besar pengaruh visual?

Faktor visual sudah pasti mempunyai pengaruh yang besar. Coba saja INIJIE tanpa foto makanan

Dari sana kami berangkat dengan konsep bahwa Goorme harus mempunyai sesuatu yang spesial dan harus menyangkut faktor visual. Oleh karena itu muncul fitur menu.

Selain itu, tampilan Goorme juga tidak dibuat ribet warna warni yang sangat typical situs lokal. Kami lebih memilih untuk tampil polos agar konten utama bisa lebih enak untuk dinikmati. Coba saja sendiri

4. Apa future plan dari Goorme.com? (go mobile app? Gathering, workshop? makan gratis berjamaah? )

Plan Goorme yang paling utama adalah menjalankan program-program Goorme, yang umumnya merupakan program marketing yang melibatkan Restoran & User.

Tidak menutup kemungkinan dalam bentuk voucher makanan (gratis), gathering, ataupun workshop.

Untuk Mobile Application, memang kami ada rencana, tapi masih memasak konsepnya agar lebih matang, dan tidak cuma sekedar Goorme versi mobile. Tapi harus bisa menyuguhkan User Experience yang totally beda dan cocok untuk pengguna mobile. Mungkin juga akan digabungkan dengan produk SITOES lainya.

Goorme.com - Dishes

5. Koh, dari pengalaman membangun Goorme ini, apa tips-tips buat temen2 Initialers yang mau bikin start up online?

Jangan melihat ‘Startup’ sebagai suatu yang kecil, tapi anggaplah sebagai sebuah bisnis yang serius. Dengan kata lain, mulai dari persiapan, perencanaan, eksekusi dan pemasaran, sudah seharusnya diperhatikan dengan matang. Kalau tidak, jadinya ya buang waktu dan tenaga.

Quick question : French Fries or Mashed Potato?

French Fries donk! Ivan paling ga suka makanan bertekstur soft seperti mashed potato or even risoles.

—————————————–

Gimana Initialers? Dapat inspirasi untuk membuat start up kamu sendiri? Goorme, satu lagi website yang menambah lengkap daftar referensi kuliner kita. Will it be the next big thing? Dibeli Yahoo seperti Koprol? Let’s see together

Initial 5 with Pepy Nasution – Indonesia Eats

Pepy Nasution, atau yg biasa -secara sepihak- aku panggil ‘Kak Pepy’, adalah blogger kuliner paling konsisten yang pernah ku kenal. Sudah malang melintang sejak jamannya Multiply masih jaya. Blognya -Indonesia Eats telah populer jauh sebelum era kebangkitan kecintaan wisata kuliner di Indonesia.

Pepy Nasution - Indonesia EatsAwalnya aku kira kak Pepy tinggal di Indonesia, lha wong sebagian besar menu yg beliau racik adalah kuliner Indonesia. Ealah ternyata tinggalnya jauhhhhh di Canada. Motto-nya aja keren : “You can take the girl out of the country, but not the country out of the girl” *nyontek dr fesbuknya*

Penasaran kan sama profilnya? Langsung aja kita interogasi di rubrik Initial 5 kali ini..

1. Apa kesulitan yg sering dijumpai ketika harus memasak menu Indonesia di Canada? Lalu bagaimana respon orang Canada tentang masakan Indonesia?

Terus terang, saya tidak terlalu menemukan banyak kesulitan dibanding teman-teman Indonesia lain yang tinggal di Canada. Pertama, Winnipeg adalah ibukota propinsi Manitoba dengan jumlah imigran Filipino (atau sebutan lainnya Pinoy) terbesar di Canada. Jadi banyak sekali bahan-bahan yang diimpor dari berbagai negara tropis. Bahkan kecap manis dan saus sambal ABC tersedia di retail besar Canada, Superstore. Jumlah toko Asiapun beragam dan bersaing dalam soal harga dan persediaan. Jangan heran kalo saya bisa mendapatkan buah segar tropis seperti sawo, kedondong, manggis, duku, belimbing, jambu air, jambu biji dsb. Selain itu banyak bahan-bahan baru yang saya temui yang tidak kita terlalu populer dalam kulineri Indonesia, tapi digunakan sebagai tanaman obat di negara kita.

Respon masyarakat Canada sendiri, saya gak bisa meng-generalisasi alias gebyah uyah. Karena masyarakat Canada sendiri sangat beragam ethnics-nya. Ini dari yang saya tau ketika saya volunteer untuk Indonesian Food Festival di University of Manitoba, Winnipeg. Responnya cukup bagus, bahkan kita harus menambah seat

Selain itu kita harus paham Canada sebelah mana yang mau kita tembak pasarnya. Contohnya, seperti daerah saya termasuk Prairie, mereka umum meat eaters dikarenakan umumnya dearah hasil ternak (bison, sapi dan babi). Daerah British Columbia (West Coast) penghasil salmon dan kepiting, mereka akan doyan hasil laut. Begitu juga daerah Maritime dan West Coast (Prince Edwards Island, Nova Scotia , New Brunswick, Quebec) penhasil lobster dan kerang-kerangan. Tapi kalau kita paksa misal buka warung ikan bakar di Prairie pastinya gak akan begitu laku dibanding kita jual di West Coast atau Maritime.
Pepy Nasution - Indonesia Eats

2. Kuliner Indonesia ini sangat kaya ragam, tapi dimata dunia kok belum bisa setenar masakan Thailand, India atau masakan negara Asia lainnya ya?

We have so many resources, yet they haven’t been exploited for the good of our people

Pertama orang Indonesia sendiri kurang mempopulerkan. Salah satunya penggunaan bahasa. Bahasa seringkali membatasi promosi resep-resep masakan Indonesia. Kedua, support pemerintah kita sangatlah kurang kalau dibandingkan dengan pemerintah Thailand dan Malaysia. Seharusnya tugas setiap kedutaan di tiap negara untuk lebih gencar mengekspor barang-barang dari Indonesia dan berpromosi.

Ketiga, jangan mempersulit pertanian Indonesia (dengan mengurangi mata rantai pemasaran). We have so many resources, yet they haven’t been exploited for the good of our people. I meant our citizens, not just certain citizens. Berilah kemudahan bagi para pebisnis untuk melakukan ekspor. Belum maju udah dijegal duluan potongan-potongan lain yang gak masuk akal.

Rumor yang saya dengar soal Thailand adalah ketika sang petinggi melakukan kunjungan kerja ke negara lain, mereka benar-benar research market negara tersebut untuk melihat peluang melakukan ekspor. Bukan cuman jalan-jalan gak jelas juntrungnya.

Keempat, seringali kita lalai akan apa yang kita punya, ketika negara lain mencurinya barulah kita bangun. Percayalah, you will love your country more when you don’t live in your own country.

3. Bisa dibilang kak Pepy ini kan dedengkotnya food blogging di kalangan blogger Indonesia. Apa rahasianya supaya bisa tetap konsisten ngeblog selama bertahun-tahun?

Hal yang membuat saya konsisten adalah keinginan untuk mempopulerkan makanan Indonesia di mata orang luar.

Tujuan awal saya dulu membuat blog dalam bahasa Inggris karena saya mempunyai kekurangan dalam writing. Ketika test benchmark untuk mengambil program sekolah disini, semua nilai saya udah memenuhi syarat kecuali writing. Dari sini saya mengetahui cara penulisan Asia dan North America sangatlah berbeda. Istilah orang sini KISS (Keep it Simple, Stupid)!

Benefit yang saya dapat: menambah networking, memperlancar penulisan bahasa Inggris saya dan juga saya belajar fotografi dari sini, termasuk mendapatkan klien food photo pertama kali karena blog juga. Selain itu saya mempelajari banyak tentang tradisional kulineri Indonesia dari teman-teman lain yang merupakan native dari daerah-daerah lain. Contohnya postingan saya tentang pembedahan tentang beda dadar jagung, bakwan jagung dan perkedel jagung.Pepy Nasution - Indonesia Eats

4. Kak Pepy juga sangat produktif dalam dunia food photography. Well, your’e one of my inspiration (selain Alm. Barens Hidayat). Sayangnya, foto kuliner di blog saat ini sangat rentan pembajakan. Bagaimana opini kak Pepy dan apa yg mesti dilakukan oleh para blogger yg mengalami pembajakan foto (dan konten)?

Saya rasa sangatlah sulit kiranya mengatasi pembajakan. Orang kita belum paham artinya pembajakan yang tidak lain adalah pencurian. Mereka pikir semua dari internet adalah gratis. Kecuali ada satu software atau semacam CSS untuk protection terharhadap konten blog. Tetapi pastinya nanti ada orang yang berkeinginan menciptakan anti-CSS ini supaya bisa dibobol

5. Kalau suatu ketika nih … (berandai – andai gpp kan hehe) ada tawaran membuat acara TV di Indonesia, would you come back to Indonesia? (Hello TV producers, She’s the next Farah Quinn!)

I’d say I’d do it. However, I don’t think TV producers will hire me as I’m not as attractive as FQ (read: sexy) . Remember, Indonesians tend to hire people base on their physic appearance. Buktinya di Indonesia mau ngelamar kerja pk acara ngelampirin foto plus mencantumkan umur.

Quick question : Winnipeg or Sidoarjo?
Winnipeg

———————–

Yeap, itu dia Kak Pepy, blogger Indonesia Eats yang malang melintang hingga ke Canada namun jarak bukan halangan untuk tetap menginspirasi kami para blogger kuliner di Indonesia. Go visit her blog for Indonesian recipes ideas, dijamin ngiler banget.. *caution: mungkin lebih baik dibuka setelah jam berbuka*

Initial 5 with Lia ‘Bentolicious’ Chen

Sesuai janji ku, saatnya interview dengan para foodista kondang di dunia maya. Sekaligus menghidupkan kembali rubrik Initial 5 yg lama raib Konsepnya simple aja, aku akan mengajukan 5 buah pertanyaan buat sang ‘bintang tamu’

Dan sang bintang kali ini adalah Lia Chen, blogger dan founder Bentolicious – sebuah blog yang berisi kreasi-kreasi unik seni Bento. Blognya sangat colorful dan bikin betah buat browsing lama-lama

Bentolicious - Lia Chen

Jujur nih ya, pertama kali buka blog Bentolicious. Saya terheran-heran, semua karyanya bagus-bagus. Cute, org Jepun bilang ‘kawaii’. Tadinya saya kira yg buat orang Jepang asli, oh ternyata orang Indonesia lho. Salut.. salut..

Langsung aja yah, 5 pertanyaan buat Lia ‘Bentolicious’ Chen

1. Lia, sebenarnya apa sih definisi dan filosofi dari seni kuliner ‘Bento’ itu?

Bento aslinya berasal dari Jepang yg dimulai sekitar tahun 1500an dimana para petani Jepang mengemas makanan mereka untuk dibawa ke sawah. Bento adalah suatu seni untuk menyajikan makanan di dalam kotak makanan dengan nilai artistik dan kreatifitas supaya terlihat menarik. Seiring dengan berjalannya waktu, bento terus berkembang sampai dengan sekarang dan terbagi lagi menjadi beberapa kategori yang diantaranya adalah :

  • ‘Makunouchi’ bento yaitu bento yg disajikan di meja makan seperti yg sering kita lihat pada saat kita pergi ke restoran Jepang dan biasanya disajikan dalam kotak bento yg elegan.
  • ‘Eki’ bento yaitu bento yg dijual di stasiun kereta atau pusat perbelanjaan yang disajikan dalam kotak bento yg mudah untuk dibawa pulang dan bisa dimakan dalam perjalanan.
  • ‘Kyaraben’ bento yaitu bento yg sering dibuat oleh orangtua untuk bekal sekolah anak-anak dengan bentuk karakter yg lucu-lucu.
  • Dan kategori lainnya yg masih banyak lagi.

Bento yg saya buat selama ini lebih cenderung ke Kyaraben Bento atau biasa dikenal dengan nama Charaben (character bento).

2. Apa yg membuat Lia jatuh cinta terhadap Bento? Seperti yg kita tau, dalam seni kuliner Jepang ada banyak hal yg bisa digali, ada seni Sushi, Ramen, Tea serving etc. Tapi kenapa pilihannya jatuh pada Bento?

Pertama kali yg membuat saya jatuh cinta dengan bento justru dari peralatan membuat bento yg lucu-lucu. Waktu itu tidak tahu apa itu bento dan kalau peralatan yg saya koleksi adalah alat2 untuk membuat bento. Setelah browsing di internet dan membeli beberapa buku tentang bento baru matanya terbuka lebar dengan bento. Sejak itu jatuh cintanya makin dalam deh ama bento ini.

Mungkin karena punya 2 anak dan hampir setiap hari harus menyiapkan makanan dan bekal sekolah mereka jadi lebih tertarik ke bento dibanding dengan seni kuliner Jepang yg lain. Apalagi membaca (melihat tepatnya, karena saya tidak bisa membaca tulisan Japanese) buku-buku bento dari Jepang yg penuh dengan contoh-contoh photo bento yg apik dan sangat kreatif.

Bentolicious - Lia Chen

3. Darimana datangnya ide-ide untuk kreasi Bento? Karena aku liat Bentolicious sangat produktif mengeluarkan seri bento-bento baru lho. Sulit ga membuat versi Bento yg Indonesiana? (Nasi Padang packed in Bento style maybe? )

Ide bisa datang darimana saja. Kadang dari gambar di story book, film anak-anak, buku bento, sesama teman blog bento, dari anak-anak sendiri kadang juga suka memberikan ide. Jadi tidak ada batasan untuk berkreasi. Dan sebenarnya bento yg saya buat untuk anak-anak itu berisi makanan / masakan rumahan semua yang sesuai dengan selera mereka.

Membuat bento yg versi asli makanan Indonesia harusnya tidak susah, tinggal meletakkan di bento box-nya ditata supaya kelihatan menarik. Dan bento tidak berarti harus berisi makanan Jepang. Karena bento adalah seni yg bisa diadaptasi oleh semua negara.

4. Your photographs are awesome and become the main interest in Bentolicious. INIJIE loves them =) Boleh bagi sedikit teknis pengambilan fotonya? (kamera, lighting, post-processing)

Wah! Jadi malu kalau dibilang photography-nya ‘awesome’. Soalnya masih belajar untuk lebih baik lagi untuk bisa menyajikan food photography yg lebih menarik. Saya pribadi biasanya selalu melakukan pengambilan gambar di pagi hari setelah selesai membuat bento menggunakan kamera Canon DSLR.

Lighting menggunakan natural lighting yg free, murah meriah tanpa flash atau lampu tambahan lainnya. Lokasinya yg sejauh ini dapat pencahayaan lumayan terang di rumah adalah di ruangan makan karena sampingnya ada pintu kaca menuju ke taman samping, jadi pas cahaya masuk. Post-processing menggunakan Photoshop dan Aperture.

5. Dari semua karya Bento di Bentolicious, yg mana favorit Lia?

Dari semua karya bento di Bentolicious yg paling favorit adalah ‘Spring Fairy’. Karena bento ini adalah bento yg di design khusus untuk mengikuti ‘Spring Bento Contest’ yg diikuti oleh banyak negara dan berhasil mendapatkan posisi ke 2. (Jie: wow, congratulation Lia!)

Spring Fairy - Bentolicious

Bonus quick question : Discovery Travel & Living or Asian Food Channel?

Discovery Travel & Living

————

She’s great, isn’t she? Kuliner tidak hanya sebatas membuat masakan yang enak, namun juga menarik secara visual dan kreatif. Ga heran blog Bentolicious yg baru saja ultah pertama ini punya fans yg banyak skrg. Thx Lia for your kindness & precious time for this interview.

Initialers, semoga interview singkat ini bisa memberi inspirasi yah. Nantikan interview dgn pribadi-pribadi unik lainnya di Initial 5. Kita gali lagi potensi insan kuliner Indonesia dengan kualitas Internasional. Yey..!