Category Archives: Opinion

Polling: Who Should Pay For Dinner On A Date?

Ok, akui saja, ini pertanyaan super klasik sejak jaman dinosaurus. Pas ngedate, siapa sih yang mesti bayarin dinner? Pria atau wanita? Pertanyaan ini gak jarang bikin awkward moment of the century di meja makan.

Coba deh liat video gokil dari WongFu ini, biar ada bayangan.. terutama buat yg jones, jomblo ngenesss…

Continue reading

7 Alasan Mencintai Street Food Indonesia

Hai Initialers.. Sebelum nulis postingan ini tadi sarapan Sego Jagung atau Nasi Jagung dalam Bahasa Indonesia. Sarapan street food ala Surabaya yang murmernyus. Murah meriah maknyus hehe..

Nasi Jagung - Indonesian street food

Omong-omong soal street food, banyak yang bilang street food Indonesia mulai terpinggirkan. Jadi anak tiri dirumah sendiri. Kalah sama makanan ala mall yang lebih necis. Walau jarang tampil di blog, aku sendiri sering jajan ‘nyetreet’ *ya bisa dilihat dari bentuk tubuh yg udah bulet kayak pempek ini*

Beberapa street food khas Indo sempat jadi barang langka. Sebut aja Kerak Telor atau Semanggi Surabaya. Untungnya saat ini sudah mulai kembali berjaya karena mulai tumbuhnya kesadaran kuliner kita.

Para icon kuliner Indonesia seperti Pak Bondan Winarno, Om William Wongso dan Mas Arie Parikesit termasuk yang paling getol mempromosikan street food Indonesia agar menjadi raja di negeri sendiri.

Indonesian Street Food, Why?

Kenapa sih kita mesti (kembali) cinta sama street food Indonesia? Well, aku bukan komentator politik yang pandai beretorika. Mendingan aku sarikan dari pengalaman pribadiku sebagai tukang makan ya

Kue Rangin - Indonesian street food

  • One man – one specialty. Hayo perhatiin ga? Yang jualan Kerak Telor, ya cuma jualan Kerak Telor. Yang jualan Soto Lamongan, ya cuma jualan Soto Lamongan –ya kadang bonus nasi goreng sih hehe.Karena sehari-hari fokus di satu jenis masakan, otomatis kemampuan masaknya sangat terasah.Mereka sangat piawai meracik makanan specialty-nya tersebut.Bandingkan dengan depot atau restoran dengan lusinan bahkan puluhan dish.Ayah ku pernah bilang: lebih baik punya 1 pisau tajam daripaa 10 pisau tumpul. Well said.
  • Affordable Price. Nah ini ciri khas street food terutama di Indonesia. Harganya sangat bersahabat. Di Surabaya Sego Jagung pake urap2 dan peyek start dari 3rb. Powerful breakfast haha..TETAPI, harga yg murah ini bukan berarti yg menggemari street food cuma kalangan bawah. Coba lihat Kacang Ijo Fanani di Pasar Besar, yang antri datang dengan mobil2 beken Eropah.
  • The concert of live cooking. Ini dia experience yg ga kita dapatkan pas nunggu di meja resto. Kalau di street food, biasanya makanan di racik depan kita. Kita bisa merasakan harmoni suara ‘konser’ dengan dirigen si bapak/ibu penjual. Suara raungan kompor, suara pisau memotong sayuran, suara desisan uap yang keluar dari loyang martabak… Oh boy.. *tiba2 lapar*
    03 kue leker
  • Help The Economy. Setiap penjual street food pastinya selain passion dengan makanan yg mereka jual, juga ada motif ekonomi. Ada anak dan istri yang harus dihidupi. Dengan membeli street food, sebenarnya kita juga membantu menggerakkan roda perekonomian.
  • Genuine Smile. Nah, ini dia keunggulan nomer satu orang Indonesia: RAMAH. Rasanya jarang aku menemukan penjual street food yg cemberut di Indonesia. Dari keramahan penjual Kopi Joss di angkringan Jogja, aku bisa belajar banyak tentang budaya Jogja. Dan keramahan inilah yang juga sangat disukai turis mancanegara.
    04 smile
    Sangat kontras dengan pengalaman aku makan di salah satu hawker center di luar negeri, alih2 menyapa ramah, penjualnya malah nyeletuk: “what do you want?” dengan dagu dan alis terangkat. Wah, ngacir aja deh hehe.. I prefer the friendliness of my beloved country, Indonesia.
  • Bring Home a Story. Berburu street food ala Indonesia memang gampang2 susah. Ada beberapa lokasi yang ga umum, blusuk-blusuk tapi tetep aja dicari. Kadang sampai nyasar. Ketika menemukannya pun lokasinya tak jarang super unik.
    Nah pengalaman hunting street food ini akhirnya menjadi cerita yang dibawa pulang selain mengisi perut. Misal, ketika aku hunting Bebek Canggih di kawasan Kertajaya, ternyata lokasinya tepat di samping rel kereta. Walhasil setiap kereta lewat ‘grujuk-grujuk’ harus siap2 pegang piring supaya ga bergerak kesana-kemari. That’s a story.
  • Celebration of Culture. Menikmati street food adalah sebuah selebrasi budaya. Setiap makanan pasti memiliki akar budayanya. Dengan jajan street food otomatis juga melestarikannya. Jangan sampai nanti Semanggi atau kue Rangin diklaim sama negara2 lain yang lebih peduli budaya..

Makanan Kaki Lima, Mindset Bintang Lima

Oke kita semua sudah kompak mengangguk setuju kalau street food Indonesia layak dicintai, dinikmati dan dilestarikan. Tapi masih ada kendala yang bikin street food masih susah jadi raja di negeri sendiri.

Kendala yang sering kita lihat misal, dari segi kebersihan. Ada pendapat yang berseberangan yg bilang kalau street food itu jangan terlalu bersih, ga afdol makannya. Tapi menurutku, dengan memperhatikan aspek hygiene maka street food kita bisa step up. Lebih mudah diterima segala lapisan konsumen.

Kedua, mindset penjual. Ada beberapa oknum penjaja street food yang kurang etis dalam berdagang. Misal menggunakan bahan pemanis berlebihan karena gula lebih mahal.

Contoh lain, buka lapak tidak konsisten. Buka dan tutup tergantung ‘mood’ yg jualan hehe.. Akhirnya pembeli jadi tidak loyal dan tidak kembali lagi.

Solusinya.. Hmm aku mau nyebut peran pemerintah, tapi nanti jadi klise hehe.. Awal yang baik bisa dari komunitas. Bisa membentuk komunitas street food Indonesia supaya memberikan edukasi buat para ‘backbone’ street food kita. Selain itu bisa membantu permodalan juga supaya bisa scale up usaha maknyusnya.

Komunitas duitnya dari mana? Bisa dari menggandeng sponsor, aku 101% yakin banyak company bersedia melakukan CSR disini. Mulai dari brand kuliner hingga perbankan.

Kedua, komunitas online baik dari blogger maupun komunitas/klub2 pecinta makanan supaya lebih giat lagi bikin blog post maupun acara2 bertema street food. Dengan cara2 ini sebenarnya kita secara tidak langsung juga melakukan ‘klaim’ terhadap budaya kuliner Indonesia..

Step to Higher Level

Aku kagum  dengan Pak Iwan ‘Combro’, salah satu icon pengusaha kuliner Indonesia. Beliau sukses membawa street food ke tingkat yg lebih tinggi. Melalui jaringan pujasera konsep ‘Peranakan’ yang ia miliki, beberapa street food Indonesia bisa mendapat positioning yang baik.

Street food seperti Bubur Madura misalnya, diberi stan yang bagus, sistem pengaturan bahan baku yang baik dan dibuat agar lebih higienis –bebas serangan lalat seperti di Pasar Atum

05 street food step up

Lho, street food kok makan di Pujasera? Ambiencenya cocok ga? Bisa dong. Buktinya Singapore dan Malaysia sukses membawa Char Kuey Teow dan Ice Cendol di mall dan foodcourt.

Ini yang namanya ‘step up’. Tidak meninggalkan akarnya, tapi improve agar bertumbuh. Membawa street food ke arena yang baru. Bukan bersaing tapi beriringan harmonis dengan jenis cuisine lain.

Masih banyak PR sih supaya street food Indonesia bisa semakin berkibar. Oya, nanti World Street Food Congress 2013 bakal diadakan di Singapore. Semoga Jie bisa datang dan serap banyak ilmu disana buat dibawa ke Indonesia yah..

 

Fans Berat Kue Rangin,

 

J.

Polling: What Do You Complain The Most From A Restaurant? (+Tips)

Happy Monday Initialers… Wah barusan weekend dong, biasanya kan ngedate atau gelantungan diluar hangout di café/resto. Kadang kita suka dibikin bete pas lagi asik2 sama gebetan kok resto-nya menguciwakan. *curcoooool*

restaurant customer feedback form

Nah, hal-hal apa aja sih yang bikin kamu mendidih dan emosi komplain ke restoran? Cast your vote:

What do you complain the most from a restaurant?

View Results

Loading ... Loading ...

Complaining 101

Oke, tadinya gw cuma mau bikin polling, tapi gatal juga kasi tips komplencapir yg elegan dan berkelas *tsahh* Personally, gw jarang komplain macam ‘Kwetiaw gw lama banget?’, ‘waiter jutek’ atau ‘steak gw terlalu matang’.

Gw tau betapa jungkir baliknya para kru di kitchen buat menyajikan yg terbaik di peak hour. Gw tau betapa  rough-nya customer di malam minggu yg kadang bikin waiter ga fokus.

As long as masih reasonable, I can take it. Yg unreasonable itu macam gimana Jie? Gw paling irritated kalo ‘ditikung’ meja sebelah yang datang belakangan. Misal Americano gw datangnya lebih lama ketimbang Double Shot Caramel Macchiato with Extra Sauce cewe sebelah yang baru duduk, dan dia memang manis sih. *Oh I still remember that!*

Oke, gimana sebaiknya memberikan komplain?

  • Calm. Santai aja kayak di pantai. Rasanya ga perlu keluar urat buat sepiring spaghetti. Lha wong Spaghettinya aja kagak mikirin kamu Emosi biasanya cuma memperkeruh suasana.
  • Fast. Komplain segera. Jangan sampe itu mangkuk soto sudah licin baru bilang: “Eh tadi ada serangga di soto gw lho..” *telat mass*
  • Talk. Bicarakan dengan manager/supervisor. Kalau memang ada yg unacceptable, utarakan aja. Mostly mereka akan welcome.
  • Clear. Komplain harus jelas. Misal: “Di foto baksonya 5, kok keluarnya 6 sih?” *eh* Jangan ngambang kayak gini: “Ga sesuai sama selera gw, ga ada chemistry”, atau “Kucing gw si Kiko juga pasti ga doyan”. C spasi D. Capek Deeeh.
  • Follow Up. Bila komplain on the spot ga menyelesaikan masalah. Lihat rule nomer satu *calm* Jangan buru2 broadcast ke BBM segala. Keep the evidence, lalu teruskan ke pihak yang lebih tinggi misalnya GM atau owner.

So, itu dia tips complaining yang tegas dan berwibawa. Kalau memang tidak menyelesaikan masalah berarti kita ga jodoh dengan resto tersebut dan harus move on sodara-sodara.

Initialers ada tips atau pengalaman komplain yang menarik? Please do share

Have a delicious life,

 

J. 

People Post Food Pictures to Social Media, Behind The Trend

Segelas Capuccino terhidang di meja sebelah berbonus aroma kopi yg hadir tak kalah ngeksis. Langsung diseruput? Oh ternyata tidak, sang tamu yg jelita langsung mengokang Blackberry-nya dan menembak beberapa shot buat mengabadikan latte art cakep di permukaan kopinya. Suatu fenomena yang lagi happening: foto makanan dan menguploadnya. Kenapa bisa ngetren? Inilah INIJIE Investighaasii.. *mulut dimonyongin*

taking food pic before eat

My Confession

Nostalgia ke 5 abad tahun yg lalu, waktu pertama kali babat alas blog ini. Gw mulai foto food ya pake #KameraHape, Nokia 6630. Jadi sebenernya kalo sekarang orang2 pada moto food pake hape itu adalah tren lawas *dikeplaki iPhone* Joke2..

Kenapa gw dulu start foto food? Satu karena passion. Kedua karena basically foto food itu mudah, food itu objek yg menggiurkan sejak awal diciptakan *relijius cuy*. Gak perlu jungkir balik buat menghasilkan karya foto food yg cakep. Tapiii.. dulu belum ada social media, jadi foto2 gw paling mujur nasibnya cuma nyemplung di blog ini

taking food pic before eat

4 Sehat, 5 Sempurna, 6 Mantab

Hari gini, siapa yg ga punya akun social media? Facebook wajib lah, Twitter itu sunah Jemaat socmed yang taat pasti melengkapi diri dengan gadget, minimal satu, biasanya punya dua. Satu buat kerjaan, satu lagi buat pacaran  *ayo ngaku!* Karena Socmed, orang pada ngeksis. Nungging aja di posting! *jiah* Apalagi pas makan!

Nah, makanya sekarang beredar dalil: 4 Sehat, 5 Sempurna, 6 MANTAB -pake ‘B’ lho. Unsur 4+5 adalah lauk pauknya beserta susu. Unsur ke-6 apalagi kalo bukan gadget buat foto makanan di meja sebelum disentuh sendok garpu. Camera eats first!

taking food pic before eat

Abis dijepret, lalu dibedakin habis2an pake Instagram, Photoshop Express, Pixlromatic, Be Funky, Snapseed dan sodara-sodaranya. Cling! Baru abis itu disiarkan lewat lembaga2 social media yg terkait. MANTAB.

Here’s Why

Lalu apa sih motif orang2 yg doyan upload foto food itu? Apa benefit dari habit itu? Menurutku generally ada 3 hal:

  • It’s Cool. Keren. Nah ini golongan yg pada suka upload food atau spot makan yg populer. Biar keliatan ngikutin jaman, gahol. Mungkin nurutin motto: You’re what you eat, jadi ‘gw keren karena gw makan ini dan makan disitu’. #Jleb ga sih?
  • Sharing. Nah, di tahap ini, si pelaku ga cuma doyan makan tapi juga suka berbagi knowledge. Jadi yg diupload ga cuma sekedar foto doank, tapi juga sabda singkat ttg rating, rasa hingga harganya. Lalu apa untungnya? Soedarsono, salah satu temen gw yg aktif –sudah masuk kategori maniak benernya- upload foto food. Pria tinggi berkacamata yg suka gonta ganti display pic BBM bertema food ini bilang kalo lewat berbagi info, dia malah bisa dapat bocoran info2 kuliner lain yg saling melengkapi dari temen2 yg menjenguk galeri foto food-nya di Facebook. So, berbagi info, malah makin kaya info juga.
  • Hobby. Dalam hal ini cabang fotografi. Di kategori ini, standar foto yg dihasilkan gak cuma asal jepret dokumentasi, tapi juga ‘nyeni’. Biasanya Instagram jadi ladang uploadnya. ‘Like’ yg melimpah jadi parameternya.

Kalo gw sendiri hybrid *halahhh* Gabungan dari sharing dan dan hobby moto. Kalo sharing, targetnya ke blog, kalo hobby moto gw salurkan ke Instagram *ayo follow!*

taking food pic before eat

Good or Bad?

Tren upload foto food ini memanas di tahun 2011, tapi belum ada tanda2 mengempis di tahun ini. Di Instagram, saat tulisan ini dikarang ada 5,083,647 helai foto dengan tag #food. Padahal pada 2 bulan sebelumnya ‘cuma’ pada angka 3 jutaan.

Info dari Mashable, foto food yg paling banyak diupload adalah foto Dinner, baru disusul Breakfast dan Lunch. 18,3% diantaranya adalah foto dessert *wajar karena warna warni*, namun overall 73% foto food adalah maincourse. Namun baru 12% aja yg mention brand tertentu.

Nah, benernya apa positif dan negatifnya upload foto food ini sih?

Sisi Positifnya:

  • Makin kaya variasi info kuliner.
  • Bisa promosiin Indonesia di mata dunia, minimal bertambah satu alasan turis mendarat ke Indonesia: surganya makanan haujek.
  • Dari sisi owner bisnis kuliner (dan ahensi), bisa jadi sarana marketing dengan menunggangi tren tersebut. Daripada memvonis larangan foto, mending difasilitasi aja sekalian. Statistik 91% netter memutuskan membeli produk dari hasil rekomendasi teman, dalam hal ini dari situs pertemanan.

Negatifnya:

  • Berpotensi mengganggu tamu lain. Makanya kalo foto2 di café/resto jangan terlalu lebay. Jangan pake flash berlebihan juga.
  • Mispersepsi. Beberapa jenis food jadi mengorbit di social media, sekedar penampilannya aja yg wahid, tapi rasa jungkir balik.
  • Simply makanan jadi keburu dingin kalo kelamaan difoto

Overall, tren ini baik kok, tapi alangkah bagusnya kalo upload foto food ga melulu jadi kedok narsis gaya baru tapi juga memberi manfaat. Mulai dong nulis deskripsi foto makanan yg berguna buat di sharing. Nah, kalo Initialers sendiri doyan upload foto food juga ga? Cast your vote..

Do you take food pictures before you eat?

View Results

Loading ... Loading ...

Credit Photo : Dewi & http://picsofaznstakingpicsoffood.tumblr.com/

Rendang Makanan Terlezat Di Dunia, Benarkah?

Indonesia boleh sedikit bangga lah, Rendang dalam polling yg digelar situs CNNGo berhasil menyundul posisi paling atas deretan makanan paling haujek di dunia.

CNNGo, situs yg berafiliasi dgn CNN International mengadakan online polling di Facebook Pages-nya dan menceploskan  50 makanan paling kondang di dunia untuk dipilih oleh para pembacanya. Hasilnya bikin terkejut dan menyenangkan (buat orang kita hehe) :

Rendang10. Massaman curry, Thailand
9. Peking duck, China
8. Ramen, Japan
7. Dim sum, Hong Kong
6. Som tam (Papaya salad), Thailand
5. Pad thai, Thailand
4. Tom yam goong, Thailand
3. Sushi, Japan
2. Nasi goreng, Indonesia
1. Rendang, Indonesia

Waahh, Indonesia sukses menggapai finish 1-2 *kayak F1 aja* Langsung hebohlah media di Indo menayangkan kesuksesan ini dengan agak lebay. Nah, benarkah kita patut congkak dgn hasil ini?

——-

Online Polling, Is it Reliable?

Kemenangan ini tentunya sesuatu banget ya *Syahrini mode on* Tapi udah bukan rahasia kalo online polling ga bisa 100% diandalkan hasilnya. Apalagi dari scope coverage CNNGo lebih banyak seputar Asia sajo. Tentu yang ikut polling juga orang2 Asia.

Tengok aja, ga ada satupun kuliner Western atau Afrika yang masuk dalam 10 besar. No pizza, no steak..?

Keduax, juga udah jagonya orang Indonesia menang online polling. Sukses pelajaran PMP yang mengutamakan gotong-royong terbawa sampe ke dunia maya. Tiap ada polling yg melibatkan Indonesia pasti seluruh rakyat bahu-membahu memencet klik.

Misalnya aja nih, Zivanna Letisha, Puteri Indonesia 2008 yg diterbangkan ke ajang Miss Universe 2009 sempat berseri-seri karena online polling menempatkan senyum manisnya di urutan satu. Tapi di ajang offline gak berhasil masuk ke 15 besar.

Lho Jie.. jadi menurutmu polling CNNGo ini ga valid? Rendang ga pantes menang gitu? Kok opini kamu ga nasionalis gt sih Jie?

Tunggu dulu Initialers, jangan rajam aku dgn iPad batu dulu .. Menurut opini pribadiku yang paling dalam, hasil survey ini belum cukup mewakili judul “World’s 50 most delicious foods”.  Alasannya udah ta kotbahkan diatas.

Kedua, aku lebih melihat ini bukan kemenangan Rendang, tapi keberhasilan Netizen Indonesia yang selalu guyub dan mati-matian membela nama bangsa hingga ke dunia maya.

Ketiga, dgn hasil ini -reliable ataupun ga, pastinya jg bikin orang kita bisa menghargai makanan dari negeri sendiri. One more thing, Thailand berhasil menempatkan 4 cuisine di hit list tersebut, so watch out, tahun depan jangan sampe kebalap

*Udaaa, tambuo Rendangnya lagiii*

Photo is taken from CNNGo

Semerbak Kontroversi Logo Baru Starbucks

Apa berita paling menghebohkan di jagat industri F&B di awal 2011? Yeah, raksasa kedai kopi Starbucks merilis logo terbaru mereka yang kontroversial.

Starbucks akan tiup lilin ultah ke 40 pada Maret mendatang. Dan tepat momen tersebut logo baru akan terpampang di cup kopi yang kita teguk di kedai Starbucks.

New Starbucks Logo

Lingkaran luar pada logo lama akan musnah beserta tulisan ‘Starbucks’ dan ‘Coffee’. Tinggalah karakter Siren yang ‘zoom in’ dan jadi tokoh sentral logo baru tersebut. Anyway, Siren adalah tokoh duyung dari mitologi Yunani. Perkara asal usil Siren dan rilis resmi logo Starbucks bisa dibaca disini.

Singkatnya adik2 sekalian *kak Seto mode ON*, tak puas dengan bisnis kedai kopi, Starbucks akan melebarkan sayap bisnisnya diluar kopi. Bisa jadi akan menambah variasi produk F&B hingga jauh menyelam ke lautan market lifestyle.

Hilangnya kata Starbucks dari logo juga kompak dengan brand-brand raksasa US lainnya. Liat tanda contreng? Itu Nike. Apel ‘kroak’? Itu Apple Inc. Nah, diproyeksikan lambang Siren ini akan sama memorable dengan logo-logo terkenal itu

Starbucks New Logo Evolution

Fans berat Starbucks terbelah dua. Sebagian besar mengutuk perubahan logo tersebut. Sisanya menganggap perubahan itu perlu. Tugas yang berat buat eksekutif Starbucks, karena customer brand ini sudah seperti layaknya komunitas –yang harus dipelihara loyalitasnya.

Yang pasti, logo baru sudah bisa dilihat diraba dan diterawang pada 8 Maret 2011. Gak mungkin dong menjilat ludah sendiri. Tapi soal apakah logo tersebut akan bertahan? Kita liat aja ya Initialers.. Moga2 ga senasib seperti logo fashion GAP yang akhirnya balik kucing setelah beberapa bulan berganti.

Personally, Jie suka logo yang lama. Lebih retro. Border lingkaran juga memberikan kesan unity & solid. So Initialers, Do you like the new Starbucks logo or prefer the old one? Cast your vote

Which one is better for Starbucks logo?

View Results

Loading ... Loading ...

Kenapa Taiwan Larang Peredaran Indomie?

Siapa orang Indonesia yang ga kenal Indomie? Seperti bunyi jingle iklannya, “Dari Sabang sampai Merauke”, semua pasti hapal merek mie terpopuler di Indonesia ini. Tapi berita termutakhir menyatakan kalo Taiwan melarang peredaran Indomie. Ada apa nih?

Indomie, merek mie yang terbesar di dunia asal Indonesia ini diguncang isu tak Sedaap™. Otoritas Obat-obatan dan Makanan Taiwan memvonis kalo ploduk-ploduk (cadel!) Indomie mengandung asam benzoat (E210) dan methylparaben (E218).

Indomie Keriting Spesial

Duh Jie, mumet aku.. bahan apa itu? Kedua bahan tersebut adalah jenis bahan pengawet makanan yang konon juga digunakan pada bahan kosmetik. Eh, ini bukan berarti kalo banyak2 makan E210 dan E218 malah bikin makin ayu dan ganteng. Keliruuu

Permainan Bisnis?

Menurut para ahli, Asam benzoat (E210) masih dalam batas aman kalo kadarnya 1 gr/Kg. Sedangkan methylparaben (E218) menurut dokumen FAO, juga diperbolehkan di Taiwan dan Australia.

Lalu kenapa masih dilarang? Conspiracy theory yang berhembus menyatakan ini cuma permainan bisnis agar produsen mie dalam negri Taiwan tetap bergairah dan gak terimbas penjualan Indomie yg notabene menang murah

Razia-makanan-Indomie-di-Taiwan

Indofood Bilang..

PT Indofood CBP Sukses Tbk (ICBP) mengeluarkan pernyataan kalo produk Indomie yang diekspor di Taiwan semuanya udah sesuai dgn aturan pangan di Taiwan. ICBP juga menyatakan kalo produk Indomie yg kena razia itu bukan produk resmi yg diekspor ICBP.

Kalau disimpulkan, berarti .. produk Indomie yang diperuntukkan pasar dalam negri mengandung E210 dan E218?

—————–

Insiden ini berhasil menggerakkan massa di media online. Sebagian besar warga Indonesia yg tumbuh besar ‘bersama’ Indomie tentunya tak tentram. Bahkan di Twitter kini ramai dengan hash tag #FrontPembelaIndomie (well, are u one of them?)

Perkara apakah Indomie (dan mie instan lainnya) itu aman apa ga, silahkan disimpulkan sendiri-sendiri Jujur, aku sendiri sedia stok dirumah buat jaga2 keadaan darurat (hujan deras, kulkas kosong, klop dah!). Sudah pernah coba selingkuh ke merek lain, ternyata ga cocok Tapi frekuensinya jarang sekali, paling cuma sebulan sekali

Well.. menurut Initialers, pelarangan Indomie di Taiwan ini pure perihal kesehatan atau perkara bisnis? Please do share..

ps : Di Nigeria, merek Indomie juga sangat populer. Bahkan nyaris setara makanan pokok.

Free Meals for Food Bloggers? Hell NO!!

Mau tau berita paling hot di jagat food blogging? Well, ga jauh2 amat sih. Masih dari negeri tetangga kita: Singapura. Sebenarnya topik basi yg akhirnya jadi mendidih lagi.

Well, ada beberapa versi cerita. Tapi menurut Yahoo SG, semua berawal dari undangan food tasting yg dikirimkan resto Private Affairs, Singapore ke Brad Lau, food blogger setempat yg kondang via blog ladyironchef.

Awalnya karena skedul yg padat, dan setelah beberapa kali reschedule, jadi juga Brad Lau datang bersama 3 orang temannya ke Private Affairs untuk food tasting.

Beres sesi makan, eh.. datang deh tu tagihan yang menggemparkan seluruh jagad persilatan food blogging. Dikabarkan Brad naik pitam karena diharuskan membayar menu yg mereka pesan.

Sedangkan restoran Private Affairs berdalih bahwa makanan yg free hanya untuk Brad dan satu partner. Jadi yang 2 lagi mesti bayar ceritanya *ouch*

Brad jengkel kemudian *ini rasanya agak lebay* melempar kartu kreditnya ke kasir dan mengatakan “I always get free food in any restaurants!”

Cerita lengkap dan versi lain bisa baca di sini :

————————-

I prefer to be a Mystery Shopper

The Big Question : Should a food blogger get free meals?

Brad kemudian mengklarifikasi kalo semua itu hanya miskom alias salah pengertian. Whatever lah. Kalau buat saya pribadi dan online food reviewer lain di Surabaya, kami kompak dan sepakat bahwa :

  • Satu, Ketuhanan Yang Maha Esa, eh.. salah.. itu Pancasila jek! Baik, *serius* pertama kita senang hati diundang untuk food tasting. Dalam sesi ini aku tidak wajib untuk mengcovernya menjadi artikel. Biasanya owner resto meminta masukan dan kritik untuk menu dan overall bisnis mereka. Defaultnya, bersifat compliment. Diminta membayar? We’re ready to pay, and no complain
  • Kedua, hey.. ngapain sih Brad bawa 3 orang teman? Kan jelas banget aji mumpung. Dalam sesi food tasting sebaiknya yg datang cuma yg diundang dong. +1 kalau diizinkan, itupun sebaiknya foodies juga.
  • Ketiga, untuk sesi food reviewing (liputan review yg masuk blog), aku prefer jadi mystery shopper aja. Datang, foto, makan, bayar, pulang dan tulis. As simple as that to keep it as objective as possible (in fact, there’s no objective food review coz we hv different personal taste, right?)

Ketika semua orang bisa dengan mudah membuat blog dan teknologi digicam kian murah, makin banyak pula yang berduyun-duyun jadi food blogger. Tapi gear dan semangat doyan makan aja ga cukup, butuh attitude juga pastinya. Tul ga?

Surabaya dan Inovasi Belanda, Mesra Hingga Kini

Waktu aku masih kecil, salah satu kolega Papa suka nyeletuk “Belanda niiih.. Belanda!!”. Untuk apa? Ya buat ngasih acungan jempol bagi barang apa aja yg dianggapnya kuat, kokoh dan tak lekang oleh jaman. Emang segitu hebatnya ya ‘made in Netherland’ itu?

Ya okelah, karena dulu masih tinggal di kota kecil, aku cuma bisa belajar dari buku-buku dan televisi. Dari situ aku mengenal inovasi-inovasi Belanda yang mendunia.

Seperti jasa Leeuwenhoek, inventor lensa mikroskop. Atau teknologi mutakhir Belanda dalam serangkaian proyek Delta works yang mampu mencegah air laut masuk ke daratan Belanda –mirip dgn yg bakal aku contohkan disini.

Hijrah ke Surabaya membuatku mahfum atas kelakar kolega Papa itu. Ya, 9 tahun aku di kota Pahlawan, tiada hari dilewatkan tanpa melihat inovasi Belanda dalam kehidupan sehari-hari, right in front of my eyes

Hebatnya, semua itu adalah peninggalan Belanda yang udah berumur ratusan tahun. Inovasi yang telah masuk hitungan abad, apa masih relevan dengan jaman yang sudah masuk era millenium dan facebook ini?

Jawabannya, Ya! Bahkan jejak inovasi bangsa Belanda di kota Surabaya ini kental kontribusinya bagi gerak dinamika kehidupan masyarakat. Well ja, contohnya apa aja sih, Jie?

Pintu Air Jagir

Pintu Air Jagir dibangun tahun 1923 oleh arsitek GC. Citroen. Pada masa-nya, pintu air ini dimaksud’ken jadi support system bagi Surabaya sebagai kota industri. Semakin lama, peran pintu air ini menjadi makin vital.  Saat ini, pintu air Jagir jadi pengatur volume air dalam kota Surabaya. Biar gak kelelep banjir ..

Pas musim hujan tiba, operator bekerja musti ekstra lihay buat menyeimbangkan debit air yang keluar dan masuk. PDAM pun juga mengandalkan aliran air dari pintu air Jagir untuk proses pengolahan air bersih.

Pintu Air Jagir

Inovasi yang telah berusia hampir 90 tahun, tak hanya elok dipandang, tapi juga kontribusinya besar bagi kehidupan sosial. Bayangkan toch kalo ga ada Pintu Air Jagir ?!

Inovasi ini banyak menginspirasi orang Indonesia, untuk kuliah dan berguru langsung ke negaranya Ratu Baetrix sana. Kalo tehnolohi *BJ Habibie mode on* di Pintu Air Jagir ini melibatkan ilmu sipil, arstitektur dan sistem pengairan, nah kamu orang bisa menimba ilmu di TU Delft, Universitas engineering top markotop di Belanda.

Stasiun Semut dan Kereta Api

Taukah sobat, sistem transportasi kereta api yang dipakai Indonesia saat ini sebagian masih warisan inovasi Belanda? Lebih ekstrim lagi, rel yang ada skrg ini seluruhnya adalah rancangan engineer meneer-meneer Holland.

Stasiun Semut

Stasiun Semut Surabaya yg diresmikan 16 Mei 1878 adalah salah satu stasiun kereta paling sibuk pada masanya. Sekarang pun, semua kereta api yang melintas kota Surabaya, pasti nyelonong masuk Stasiun Semut. Ntah sekedar lewat atau mengaso

Awalnya, rel kereta api dibangun untuk transportasi industri tebu dari Pasuruan ke Surabaya. Kemudian berkembang jadi sarana mobilitas massal favorit ra’jat yang kita kenal spt sekarang ini.

Senja di Stasiun Semut

Meski ada pesawat, kereta api sbg alternatif transportasi 3M (massal-murah-meriah) belum bisa ditinggalkan. Ayo dong generasi muda kita berguru ke Belanda, supaya di Indonesia bisa ada kereta api kinclong modern spt di negaranya Ruud Gullit itu.

Untuk urusan satu ini, denger punya denger nih.. di  University of Twente ada jurusan Civil Engineering dengan spesialisasi di Transportation Engineering and Management.

Mercusuar Sembilangan

Sudah 131 tahun yang lalu Belanda membangun Mercusuar Sembilangan di Pulau Madura. Aku merinding lho waktu bertandang kesana. Hush, bukan gara2 angker. Tapi kagum menyaksikan harmonisasi ilmu pengetahuan, teknologi dan inovasi yang awet hingga satu seperempat abad.

Mercusuar Sembilangan

Selat Madura adalah salah satu jalur kapal paling padat di Indonesia. Pancaran lampu petromaks ehhh.. maksudnya lampu Mercusuar Sembilangan ini jadi guide buat kapal-kapal yang berlayar dari dan ke Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Gak kebayang deh kalo ga ada mercusuar ini, pasti banyak kecelakaan laut di Selat Madura ta’iyee..  atau kapal-kapal pada nyasar ke Ostrali ya.. hehe

~~~~

‘Invasi’ Inovasi & Studi di Belanda

Inovasi bangsa Belanda terbukti applicable di Indonesia, karenanya studi di Belanda bisa dijadikan opsi untuk melanjutkan edukasi

Itu dia salah satu, eh.. salah tiga dari bukti inovasi Belanda yang berdampak tinggi dan vital keberadaannya bagi Surabaya. Ketika di sekolah kita diajarkan tentang invasi Belanda, ternyata hal yg kurang digali adalah inovasi-nya.

Inovasi yg dibawa dari Belanda terbukti applicable dengan sikon di Indonesia, dulu hingga kini. So, jika aku dihadapkan pada beberapa pilihan negara di Eropa untuk studi, sangat tepat menjadikan Belanda sebagai destinasi karena ilmunya nanti bisa ku aplikasikan di tanah air.

Side by Side

Memang peninggalan inovasi karya cipta bangsa Belanda di Indonesia masih terus kita nikmati hingga kini, namun inovasi terus berkembang dan masih luas aspek dalam negara kita yang butuh sentuhan inovasi.

Negeri Oranje telah meletakkan landasan-nya, dan kini kita sebagai bangsa yang merdeka dapat terus belajar dari mereka untuk Indonesia yang lebih baik

~~~~

Sumber foto : koleksi pribadi, hasil ngalor-ngidul keliling Surabaya & Madura.

Tagging : Kompetiblog, Studi di Belanda

Repost : Facebook, Twitter

Artikel ini adalah bagian dari partisapasi Kompetiblog 2010. Kompetisi blog bertema “Dutch innovation, in my opinion”, berhadiah utama summer course di Utrecht Summer School, Utrecht, Belanda selama dua minggu.

Well, aku belum pernah ke Belanda karena itu aku lebih memilih cerita ttg inovasi Belanda di lingkungan ku.. yang masih besar kontribusinya bagi Indonesia, khususnya Surabaya.

Thx a lot buat Carlos, Andre, Luch, Pak Fred dan Oma Nia atas masukan2nya. Initialers, doakan saya yah semoga menang

When My Life was not Delicious..

Lho, ga salah nih judulnya? Kok not delicious? Bukane tag line blog ini Life is Delicious. Hidup itu enak, nekmat, lazis, haujek. Apalagi mantengin isi blog ini yg isinya makan2 ama jalan2 muluk. How come?

Reality check membuktikan, ga ada manusia yg hidupnya licin terus tanpa masalah. Wah, malah kalo mo direntet tiap hari kita pasti nemu aja kan kejadian2 yg kadang bikin muntab (naik darah, red). Ya dimarahin bos lah , client nggateli (brengsek,red) , mobil mogok , ban bocor , dompet hilang , ditabrak cewe cakep .. eh.. yg terakhir itu sih dimaafkeun

Bubur Ayam

Momen2 spt itu pasti stressful deh. Hidup boleh susah, tp hati mesti tenang. Kalo nasi udah jadi bubur, jangan manyun aja. Saatnya kita mikirin topping ayam suwir , cakwe ama taburan bawang, ya gak? *jadi ngiler dewe*

Aku punya jurus2 sendiri kalo lg stress. Bukan mau ceramah, tp siapa tau klop sama Initialers juga. Here’s what I did when my life was not so haujek :

  • Eat good food

    Ah.. for me, good food always means good mood. No logic without logistic haha.. Otak-ku ini rasanya lebih lincah mikir kalo perut terisi dgn makanan berkualitas. Sugesti? Mungkin, tapi mostly berhasil memperbaiki cloudy mood

  • Load management

    Ada ilustrasi dari Stephen Covey ttg mengangkat segelas air. 5 detik pertama pasti ga terasa apa2. 30 detik berlalu, 2 menit.. ok, 20 tahun 10 menit kemudian.. sekarang jadi berat kan? Kata beliau, ada kalanya kita perlu meletakkan beban hidup kita sesaat. Istirahat sejenak, lalu memanggulnya lagi pas udah seger.

  • Take a bath

    Jangan lupa mandi! Biasanya kalo lg stress jadi kurang perhatian dgn kebersihan dan kesehatan. Bangun pagi dah rambut kusut, mata berkantung, muka jadi jerawatan ama nafas macam naga abis nyamil bawang putih. Eww, becermin aja jadi ogah, bener2 jadi awal hari yg suram kan. Makanya mandi, awali hari dgn segar, dijamin segala masalah lebih mudah dilawan.

  • Pray & Gratitude

    Jgn lupa ada God factor. Tuhan ga pernah kasih cobaan yang ga bisa dihadapi ama kita. Udah berkali-kali aku lolos dari lubang jarum karena iman. Wah, isa jadi cerbung iki kalo bersaksi disini hehe Tapi intinya, tetep bersyukur apapun keadaan kita. God is watching.

  • Make some calls

    Curhat. Itu normal kok. Bahkan buat cowo *note for my self hahaha* Yang penting datang ke org dgn aura yang positif, walaupun ga dikasi solusi at least bisa nyuri hawa2 sejuknya tuh

Simple kan? Buat Initialers yg lagi perang menghadapi masalah, jangan menyerah oke?! Pasti ada jalan supaya hari-harimu kembali delicious.

Nah, kalo km lg banyak problem, treatment apa yg terbaik buat mu? Please do share..

Photo credit : gamany’s Flickr

Tips nge-BB Tanpa ‘Autis’

Yap, saya Blackberry (BB) user. Tapi bukan soal alasan kenapa aku beli yg bakal diceritain disini. Karena udah ‘terlanjur’ beli, lebih afdol ngobrolin efek sampingnya aja

Ini udah masuk bulan ke-3 aku pake Blackberry Curve 8520 (Gemini). Minggu2 pertama, karena aku begitu katrok – piranti ini cukup bikin kerepotan. Misalnya :

  • Hari Kedua, pas ikut salah satu seminar. Jangankan mendengarkan seminarnya, nama pembicaranya aja ga inget gara2 asik nge-BB terus sepanjang acara
  • Pas lg ke mall, maunya ke lantai 2. Tapi BABLAS sampe lantai 3, ya gara2 ga perhatiin jalan. Akhirnya turun satu lantai deh
  • Ini nih yg parah, pas lg di airport, asik chat & FB sampe kagak dengerin flight call!! Untung aja kagak ketinggalan pesawat

Blackberry Curve 8520 - Gemini

Tapi efek ‘autis’ itu cuma terjadi sesaat sih, sebelum akhirnya aku merenung dan berkontemplasi *hayah* BB emang sarana buat penggunaanya terkoneksi ke jaringan sosial dan berkomunikasi. Tapi jgn sampe bikin penggunanya lupa sama jaringan sosial sebenarnya, apa itu? Ya lingkungan sosial sekelilingnya itu..

Sebelum make BB, aku sendiri merasa kurang respek kl ada org yg diajak ngobrol tapi separuh konsentrasinya dilalap BB. Tanda2nya? Cuma angguk2 kepala, tp benernya ga ‘ngeh’ lawan bicaranya bilang apa (org Surabaya bilang: ga ‘dhong’). Atau sekedar ketawa ‘Hehehe’ formalitas waktu diajak becandaan

Blackberry Curve 8520 - Gemini

Nah, drpd aku kena karma, akhirnya aku berkomitmen untuk menjadi BB user dgn taraf ‘autis’ minimal. Caranya gimana?

  • Prioritas Panggilan

    No. 1 pasti angkat telpon. No. 2 balesin misscall *hari gini ada aja fakir misscall* No. 3 bales SMS, baru setelah itu jawabin BB Messenger (BBM), FB, Twitter dsb. Lho, kalo telat jawabin BBM nanti dikira somsek? Ya aku kira terlalu naif untuk nge-judge sumone dari cara membalas BBM. Lagian kalo penting banget kan pasti prefer telpon ya toh ya tohhh?

  • Prioritas Sikon

    Kalo lg kerja pasti minim menyentuh BB. Toh laptop selalu terkoneksi ke Internet. Kalo lg ngobrol sama temen, BB-nya dimasukin saku dulu dan eye contact ama lawan bicara. Kecualiii.. satu meja semuanya pake BB

  • Permission

    Nah, biasanya abis selesai ngobrol atau ada waktu jeda, aku biasanya permisi dulu untuk ‘autis’ time sekedar 3-5 menit balesin message2 di BB. Abis itu baru lanjut ngobrol lagi.

So far so good. Ga ada lagi salah2 belok jalan, social life di dunia maya lancar.. as well as the real one. So, jadi BB user ga mesti ‘autis’..

Initialers ada pengalaman & tips nge-BB yg mau disharing?

*semua kata ‘autis’ di postingan ini sengaja diberi tanda petik karena ‘autis’ bukan sesuatu yg patut dijadikan bahan candaan, dan penggunaanya disini berbeda konteks dgn autisme di dunia medis.

ps: kata yg lebih tepat mestinya ‘anti sosial’, thx Shirley buat inputnya

i

Between Food and Illusion

Einstein bilang, waktu itu relatif. Gua bilang, enak itu relatif. *komparasi yang aneh* Misalnya aja, orang Indonesia suka durian / duren (bukan duda keren lho!), malah ada yg sampe obsesif akut . Tapi buat orang bule, durian itu makanan yg super duper disgusting . Malah makan durian sampe masuk jadi tantangan di Fear Factor hehe..

Ketika rasa enak itu telatif, apakah mungkin bahwa rasa enak itu sebenarnya cuman ilusi belaka? Ikutilah penelusuran tim INIJIE ingphestighaaaaassiiii… *sambil mulut monyong2*

Lollipop Ikuti celotehan lengkapnya di INIJIE.com