Category Archives: Photography

My Photography Secret Weapon: Samsung NX300 Camera – a Quick Review

Banyak Initialers budiman yang bertanya: kamera apa sih yang Jie pake buat foto-foto di blog INIJIE.com? Karena gw baik hati dan rajin menabung, baiklah hari ini gw akan buka-bukaan!

*buka retsleting*

Retsleting tas kamera maksudnya hehe Sim salabim.. this is it! The stylish and powerful Samsung NX300!

Samsung NX300 Camera Review - 30mm f2 lens

FYI, 8 dari 10 review kuliner gw yang terakhir cuma pake kamera NX300. Mau tahu apa kehebatan kamera ini?  Continue reading

Come! Insta Food Photography Sharing with INIJIE and Hare & Hatter

Eh penontooonnn.. *lenong kalee* Tau ga pas pertama kali nulis blog ini 6 tahun lalu aku masih pake kamera Hape butut? Jaman kegelapan boss! Tapi dari sana passion fotografi yang tadinya nol besar malah sekarang jadi ladang minyak Rupiah.

Apalagi di jaman sekarang, berhujanan kamera hape yang jor2an teknologi keren. 8 Mpx, 13Mpx or even 40 Mpx are now suitable to our pocket. Nah, dengan berbekal kamera hape ini, bisa kok hasilkan #FoodPhoto yang kinclong dan Instagramable. Ngeksis!

Pengen belajar gimana caranya? Continue reading

#JepretTHR – Foto Menu Sahur & Berbuka dapat Rejeki THR!

Bulan Puasa sudah tiba. Met puasa ya kawans… Semoga banyak pahala. INIJIE.com tetap buka seperti biasa, yang ngiler tanggung sendiri akibatnya haha.. *sodori tissue*

Biasanya kan kalo bulan puasa menunya ada yang spesial nih. Apalagi yang ngabuburit bareng tuh, pasti heboh. Hayuk sharing dong menu Sahur dan Berbuka kamu. Dapat hadiah lho..

instagram food photography 560

APAA??! *zoom in* Dapat hadiah, Jie? Yap. INIJIE.com bekerjasama dengan NgiderNgiler.com ngadain quiz #JepretTHR nih. Caranya begini.. Continue reading

The Secrets of Candid Style Food Photography

Akhir2 ini laris pertanyaan meluncur ke inbox ku soal teknis Food Photography. Mulai dari milih kamera, lensa, angle sampe gaya shooting. Gimana sih rahasianya shooting gaya INIJIE?

Kalau ngomong gaya atau style.. harus diperjelas dulu nih, gaya yang mana? Gaya dada, gaya kupu2, gaya batu? #eh Gaya shoot INIJIE sendiri bermetamorfosis seiring usia pengalaman.

Orthodox Genre

Awal belajar food photography, masih textbook dong. Manut hukum rule of thirds. Biar aman taruh point of interest di depan, kemudian background sebagai ‘pelengkap penderitaan’ dibikin blur (bokeh).

Untuk commercial shot alias foto ‘jualan’, resep ini masih kupegang teguh sampai sekarang.

candid food photography 01

Gimana menurut kamu tentang foto diatas? Oh iya tentu saja bagus *kampret lu Jie, tanya kok dijawab sendiri!* Serius: Foto-foto ini cocok buat commercial shoot. Komposisi dan point of interest jelas, tapi terkesan staged atau diatur.. Let’s try something different. Continue reading

Project B : a Food Photography Jam Session

Kelamaan meraba project komersil bikin cairan otak mengental. Perlu sekali-kali kerjain project iseng, yang fun dan tanpa tekanan hidup *lebay*. Beruntung diriku bertemu Joy dan Mila.

Bukan, mereka bukan kakak beradik, walaupun cocok juga sih hehe. Joy & Mila itu 2 jenius kuliner. Hidden talent lah pokoknya. Gw bertemu mereka di Facebook.

Dari hasil SKSD, sejak tahun lalu gw udah bercita-cita harus kolaborasi Food Photography session sama dynamic duo ini. Joy & Mila –lama2 cocok juga jadi nama cafe- rajin banget bikin resep2 yg unik (baca: ga umum).

Akhirnya Maret ini kesampean juga kerjain “Project B”. Sori ya Joy & Mila, gw semena-mena kasi nama project sendiri. B stands for Breakfast, Bread and Baruk haha.. Baruk itu nama jalan lokasi shoot kita di rumah Mila

Food Photography SketchprojectB 01 food photo sketch

Continue reading

[Sneak Peek] Kuapa Cocoa, A Sweet Piece of Ghana

I ain’t a sweet tooth guy. Tapi biasanya hidangan manis itu bentuknya unyu dan fotogenic. Makanya langsung excited pas Jeffry Lukito dari Kuapa Cocoa nawarin project buat motoin Cokelat.

Oya, Jeffry ini Choco geek garis keras. Tanya apa aja soal cokelat, dia tau. Dari tangannya lahir Kuapa Cocoa, café spesialis cokelat pertama di Surabaya. Saking radikalnya dia bersabda:

We’re not selling food. We’re selling chocolate.

Karena aku tau betapa sadisnya tantangan moto food cokelat yg dominan gelap dan mudah meleleh ini, maka kucemplungkan sobatku Andrea Sharon buat jadi food stylist.

Kuapa Cocoa Spazio - Hot ChocolateKuapa Cocoa Spazio Surabaya Pralines Blended Iced Chocolate

Pertama kalinya gw moto full low key alias gelap-gelapan. Lightingnya tricky buat ngeset mood galau yg pas. Styling jenius ala Andrea ‘Hay’ yg beautiful mess bikin shoot ini lebih ‘wild’ dari style gw yg biasanya rapi jali.

Kuapa Cocoa Spazio Surabaya Chocolate Ingredients

Kuapa Cocoa launching tanggal 22 Feb 2013 di Spazio. Outletnya bernuansa Ghana yg rustic. Oya, Ghana itu pengekspor biji cokelat no 2 terbesar sejagat. Sentuhan Cosa Design –yg sukses dengan hit kumis Calais- bikin Kuapa Cocoa lebih groovy.

Kuapa Cocoa Spazio Surabaya 1

Pemilihan props di outlet cukup simpel tapi menggelitik. Siapapun pasti ga tahan untuk menyentuh topi petani cokelat dan mulai berfoto. Oh spread the narcissism sweetness.

Kuapa Cocoa Spazio Surabaya 2Kuapa Cocoa Spazio Surabaya 3

Soal taste gimana? I’m not a sweet tooth, so I’m happy with dark choco bar as long as it doesn’t hurt my teeth. Segelas cokelat hangat kental juga tak terbantahkan buat teman melamun di musim hujan2 gini, trust me.

Have a delicious life,

 

J.
—–

Kuapa Cocoa – Chocolate Salon

Spazio #G09, Surabaya.

Opening Hours

10am-1am

Menus

Various Chocolate Bar
Hot Chocolate
Ice Blended Chocolate
Gryphon Gourmet Tea

People Post Food Pictures to Social Media, Behind The Trend

Segelas Capuccino terhidang di meja sebelah berbonus aroma kopi yg hadir tak kalah ngeksis. Langsung diseruput? Oh ternyata tidak, sang tamu yg jelita langsung mengokang Blackberry-nya dan menembak beberapa shot buat mengabadikan latte art cakep di permukaan kopinya. Suatu fenomena yang lagi happening: foto makanan dan menguploadnya. Kenapa bisa ngetren? Inilah INIJIE Investighaasii.. *mulut dimonyongin*

taking food pic before eat

My Confession

Nostalgia ke 5 abad tahun yg lalu, waktu pertama kali babat alas blog ini. Gw mulai foto food ya pake #KameraHape, Nokia 6630. Jadi sebenernya kalo sekarang orang2 pada moto food pake hape itu adalah tren lawas *dikeplaki iPhone* Joke2..

Kenapa gw dulu start foto food? Satu karena passion. Kedua karena basically foto food itu mudah, food itu objek yg menggiurkan sejak awal diciptakan *relijius cuy*. Gak perlu jungkir balik buat menghasilkan karya foto food yg cakep. Tapiii.. dulu belum ada social media, jadi foto2 gw paling mujur nasibnya cuma nyemplung di blog ini

taking food pic before eat

4 Sehat, 5 Sempurna, 6 Mantab

Hari gini, siapa yg ga punya akun social media? Facebook wajib lah, Twitter itu sunah Jemaat socmed yang taat pasti melengkapi diri dengan gadget, minimal satu, biasanya punya dua. Satu buat kerjaan, satu lagi buat pacaran  *ayo ngaku!* Karena Socmed, orang pada ngeksis. Nungging aja di posting! *jiah* Apalagi pas makan!

Nah, makanya sekarang beredar dalil: 4 Sehat, 5 Sempurna, 6 MANTAB -pake ‘B’ lho. Unsur 4+5 adalah lauk pauknya beserta susu. Unsur ke-6 apalagi kalo bukan gadget buat foto makanan di meja sebelum disentuh sendok garpu. Camera eats first!

taking food pic before eat

Abis dijepret, lalu dibedakin habis2an pake Instagram, Photoshop Express, Pixlromatic, Be Funky, Snapseed dan sodara-sodaranya. Cling! Baru abis itu disiarkan lewat lembaga2 social media yg terkait. MANTAB.

Here’s Why

Lalu apa sih motif orang2 yg doyan upload foto food itu? Apa benefit dari habit itu? Menurutku generally ada 3 hal:

  • It’s Cool. Keren. Nah ini golongan yg pada suka upload food atau spot makan yg populer. Biar keliatan ngikutin jaman, gahol. Mungkin nurutin motto: You’re what you eat, jadi ‘gw keren karena gw makan ini dan makan disitu’. #Jleb ga sih?
  • Sharing. Nah, di tahap ini, si pelaku ga cuma doyan makan tapi juga suka berbagi knowledge. Jadi yg diupload ga cuma sekedar foto doank, tapi juga sabda singkat ttg rating, rasa hingga harganya. Lalu apa untungnya? Soedarsono, salah satu temen gw yg aktif –sudah masuk kategori maniak benernya- upload foto food. Pria tinggi berkacamata yg suka gonta ganti display pic BBM bertema food ini bilang kalo lewat berbagi info, dia malah bisa dapat bocoran info2 kuliner lain yg saling melengkapi dari temen2 yg menjenguk galeri foto food-nya di Facebook. So, berbagi info, malah makin kaya info juga.
  • Hobby. Dalam hal ini cabang fotografi. Di kategori ini, standar foto yg dihasilkan gak cuma asal jepret dokumentasi, tapi juga ‘nyeni’. Biasanya Instagram jadi ladang uploadnya. ‘Like’ yg melimpah jadi parameternya.

Kalo gw sendiri hybrid *halahhh* Gabungan dari sharing dan dan hobby moto. Kalo sharing, targetnya ke blog, kalo hobby moto gw salurkan ke Instagram *ayo follow!*

taking food pic before eat

Good or Bad?

Tren upload foto food ini memanas di tahun 2011, tapi belum ada tanda2 mengempis di tahun ini. Di Instagram, saat tulisan ini dikarang ada 5,083,647 helai foto dengan tag #food. Padahal pada 2 bulan sebelumnya ‘cuma’ pada angka 3 jutaan.

Info dari Mashable, foto food yg paling banyak diupload adalah foto Dinner, baru disusul Breakfast dan Lunch. 18,3% diantaranya adalah foto dessert *wajar karena warna warni*, namun overall 73% foto food adalah maincourse. Namun baru 12% aja yg mention brand tertentu.

Nah, benernya apa positif dan negatifnya upload foto food ini sih?

Sisi Positifnya:

  • Makin kaya variasi info kuliner.
  • Bisa promosiin Indonesia di mata dunia, minimal bertambah satu alasan turis mendarat ke Indonesia: surganya makanan haujek.
  • Dari sisi owner bisnis kuliner (dan ahensi), bisa jadi sarana marketing dengan menunggangi tren tersebut. Daripada memvonis larangan foto, mending difasilitasi aja sekalian. Statistik 91% netter memutuskan membeli produk dari hasil rekomendasi teman, dalam hal ini dari situs pertemanan.

Negatifnya:

  • Berpotensi mengganggu tamu lain. Makanya kalo foto2 di café/resto jangan terlalu lebay. Jangan pake flash berlebihan juga.
  • Mispersepsi. Beberapa jenis food jadi mengorbit di social media, sekedar penampilannya aja yg wahid, tapi rasa jungkir balik.
  • Simply makanan jadi keburu dingin kalo kelamaan difoto

Overall, tren ini baik kok, tapi alangkah bagusnya kalo upload foto food ga melulu jadi kedok narsis gaya baru tapi juga memberi manfaat. Mulai dong nulis deskripsi foto makanan yg berguna buat di sharing. Nah, kalo Initialers sendiri doyan upload foto food juga ga? Cast your vote..

Do you take food pictures before you eat?

View Results

Loading ... Loading ...

Credit Photo : Dewi & http://picsofaznstakingpicsoffood.tumblr.com/

Green Living & Youth Creativity Photography Competition

Mau hadiah total belasan juta rupiah? Hobi moto pake #KameraHape? Kudu dateng dong ke Green Living & Youth Creativity Photography Competition. Kapan? Dimana? Yok disimak.

Oke, jadi Green Living & Youth Creativity adalah acara yg digelar oleh Universitas Ciputra menggandeng Kompas Kampus. Intinya sih, event ini bertujuan mulia untuk mengingatkan kembali semangat dan manfaat hidup sehat dan peduli pada bumi.

Nah, ada photography competition sebagai salah satu bagian acara meriah ini. Kebetulan gw jadi salah satu jurinya *benerin jambul*. Acaranya digelar 25-26 Mei 2012, di kampus Universitas Ciputra, UC Town, CitraLand. Gak tau? Wah ini… makanya kudu datang liat kampus keren ini.

Green Living and Youth Creativity Photography Competition

Ketentuan Lomba

  • Peserta lomba terbuka bagi siapa saja yang datang ke acara Green Living and Youth Creativity, tanpa ada batasan usia. Kecuali, bagi panitia dan pihak-pihak yang berafiliasi langsung.
  • Foto diambil selama pagelaran acara Green Living and Youth Creativity di kampus Universitas Ciputra, dari tanggal 25-26 May 2012.
  • Foto hanya diperkenankan diambil dengan kamera handphone, boleh dari tipe apa saja.
  • Editing diperkenankan selama bertujuan mempertegas pesan yang disampaikan dari foto tersebut.
  • Foto yang diambil bisa apa saja dari acara Green Living and Youth Creativity. Bisa berupa momen menarik, acara, makanan, ekspresi peserta ataupun objek-objek menarik lain yang sesuai dengan tema Green Living and Youth Creativity.
  • Penyerahan hasil foto wajib dilakukan dengan upload ke salah satu media berikut :
    • Twitter. Upload foto melalui twitter pribadi peserta, dengan mencantumkan kode hashtag #UCGreenLiving dan #Photography, lalu sertakan judul yang sesuai. Harap akun twitter tidak private, agar juri dapat melihat isi Tweet peserta.
    • Facebook. Upload foto ke Facebook Page “UC Mobile Cafe” (perlu di-Like terlebih dahulu). Sertakan judul yang sesuai untuk foto yang diupload.
  • Peserta dapat mengupload ke Twitter atau Facebook, salah satu saja. Harap menggunakan akun yang aktif agar panitia dapat menghubungi untuk konformasi pemenang.
  • Waktu pengambilan foto adalah:
    • 25 May 2012: sepanjang acara.
    • 26 May 2012: awal acara hingga pukul 3 sore.
    • Peserta dibebaskan mengambil foto di salah satu hari atau di dua hari tersebut. Foto paling lambat diupload ke Twitter atau Facebook tanggal 26 May 2012 pukul 3 sore.
  • Peserta lomba diperkenankan mengupload foto sebanyak-banyaknya.
  • Waktu pengumuman lomba adalah 26 May 2012 pukul 7 malam. Peserta wajib hadir saat pengumuman.
  • Kriteria penjurian adalah : Kreatifitas, Estetika dan Kesesuaian dengan tema.
  • Penjurian dilakukan tertutup.
  • Panitia berhak mendiskualifikasi foto peserta yang tidak memenuhi ketentuan.
  • Panitia berhak menggunakan foto lomba untuk kepentingan publikasi.
  • Keputusan Juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

Pendaftaran Lomba

Setiap upload foto yang sesuai dengan ketentuan (terlampir dibawah), otomatis terdaftar dalam lomba ini.

Hadiah

  • Juara 1 : 2 pemenang @ Rp. 1.500.000,-
  • Juara 2 : 5 pemenang @ Rp. 750.000,-
  • Juara 3 : 10 pemenang hiburan @ Rp. 500.000,-

Juri

  • Ferry  Chia (UC lecturer)
  • Nunung Aw (Food Photographer)
  • Jie W. Kusumo (UC Entrepreneur in Residence), that’s ME

Mayan gede kan hadiahnya? Kalo dibeliin bakso bisa nraktir se-RT tuh hehe.. Selain lomba foto ini juga ada bazaar, expo dan workshop seputar green living. Ikutan yah, acaranya seru, berhadiah plus menyelamatkan bumi *ciehhh*

INIJIE featured on @HaiMagazine – Shoot Like A Pro

Usia makin menanjak, tapi makin kemari makin ada aja majalah yg menudingku masih muda belia. Tahun lalu Youth Icon. Eh, tahun ini profilku dicemplungin ke majalah HAI. Iya, INIJIE nampang di majalah ABG gaul itu.

Tau ga, gw sering baca majalah HAI pas SD. Gw yg beli? Tentu tidak. Koko gw yg beli, gw ketiban rejeki bisa ikutan baca. Waktu itu masih jamannya artis New Kids On The Block, Tommy Page, Debby Gibson.. and DAMN I’m old!

Ok, gimana rasanya bisa masuk majalah yg pernah aku baca pas kecil? It feels freakin aweeesome Apalagi di Majalah HAI edisi Shoot Like a PRO spesial Photography itu, gw diliput berbarengan dengan para master photography : Riza Murtaza (Street Photography), Muhammad Asranur (Stage Photography), Igor “Saykoji” (rapper ini jago Toys Photography ternyata) & Bona Soetirto (Fashion Photography).

INIJIE on Hai Magazine - Food Photography

INIJIE Studio (label foto gw), dikupas dari halaman 46-51. 5 Halaman full color. Thx to Seruni dari HAI yg kasi kesempatan buat gw sharing. So, secara general gw cerita soal langkah-langkah penting untuk mengeksekusi Food Photography. Tips mulai dari pake hape yg simpel sampe wine pouring shot pake DSLR.

INIJIE on Hai Magazine

*Thx @febryhadinata for the iconic profile pic haha..*

Walaupun bukan ABG, gw rasa edisi HAI Shoot Like a Pro ini berguna banget buat koleksi fotografer pemula, yg lagi cari2 motivasi buat terjun fotografi, bahkan yg udah pro yang jepretannya udah sadis sekalipun.

I started shooting food with my cellphone for this blog 5 years ago -I’m still doing it, tapi dgn passion yg kuat gw bisa sampe titik ini. Actually, ga cuma fotografi atau blogging sih. Apapun yang Initialers kerjain dgn passion pasti berbuah manis. Setuju?

Summary Kultwit – Tips & Trik #KameraHape

Lagi doyan #kultwit sekarang hehe. Mumpung lagi semangat.. -ntah sampe kapan. Tadi pagi sharing tentang #KameraHape. Nah, hampir semua henpon gahol jaman sekarang ada kamera buat foto2 narsis. Simpel: foto, upload dan seluruh dunia tahu ada cabe di gigi mu, seketika!

Human Interest - Cellphone Photography
*this pic was taken with Blackberry Gemini*

Udah maksimal ga sih cara Initialers ‘memperbudak’ Kamera Hape? Nah ini dia summary kultwit tadi pagi, cekidot:

  • #KameraHape dipopulerkan Nokia (tapi bukan yg pertama lho). Awalnya cuma asal ada, lebar foto cm 640px. Gelap dikit dah ancur
  • Tahun 2005, Nokia menjual kamera digital paling banyak di dunia! Bahkan mengalahkan Kodak #KameraHape
  • Kini, #KameraHape jadi bagian lifestyle. Teknologinya terus membaik. Bahkan ada hape yg dibenamkan kamera 21Mpx
  • Soal kualitas foto, #KameraHape Sony Ericsson sempat diacungi jempol. Kemudian skrg ditakeover iPhone
  • Tau gak, iPhone ialah jenis #KameraHape yg paling banyak dipakai jepret di situs Flickr, mengalahkan DSLR! http://www.flickr.com/cameras/
  • Kembali ke falsafah ‘the man behind the gun’, #KameraHape pun bisa hasilkan foto dahsyat
  • Buat amatir, #KameraHape bisa jadi lompatan sebelum pegang kamera yg lebih pro
  • Buat professional, #KameraHape bisa jadi media asah kreatifitas meski dgn tool yg terbatas
  • Fotografer pro yg doyan #KameraHape salah satunya Chase Jarvis, motonya: “The best camera is the one that’s with you”
  • Mau lihat foto2 keren yg diambil dgn #KameraHape ? Meluncur ke : thebestcamera.com
  • Sensor #KameraHape cupu di low light, cari lokasi dengan pencahayaan yg oke buat hasil maksimal
  • Pelajari setting #KameraHape mu, explore menu untuk jepret portrait, macro, landscape, nighshot, BW dsb.
  • Lupakan fitur digital zoom #KameraHape, hasil bisa pixelated. Dekatkan kamera ke objek kalo butuh zoom
  • Dongkrak warna foto dgn software editing. Mis: Pixtrix (BB), Instagram (iPhone), Photoshop Express (Android/iPhone), MyTubo, Molome (Android)
  • Coba cek lensa #KameraHape kamu, debuan? Bersihkan lensa secara berkala, gunakan tisu halus
  • Ambil objek & surroundingnya dalam bbrp angle, satukan dalam framing menarik dgn aplikasi #KameraHape
  • Bunyi jepretan #KameraHape yg cheesy itu ga cuma buat efek, tapi sbg Privacy Control subjek yg difoto
  • Belajar moto candid pake #KameraHape ? Coba pegang dgn pose pura2 nelpon :p Again, respect privacy

Apa aja sih yang bisa difoto pake Kamera Hape? Many thing. Tapi biasanya sesuatu yang unik, misal : siluet, framing, pattern, architecture, shadow, food, animal.. Bahkan sesuatu yg buat banyak orang ga penting, tapi kalo bisa dijepret manis pake Kamera Hape, pasti ada WOW factor-nya. Coba deh. Hafe FUN!

ps: jangan lupa, harus, wajib, diharapkan follow akun twitter @inijie :p

Cellphone Photography

Summary Kultwit – How to be a #Photopreneur ?

Tadi pagi sharing #kultwit tentang gimana caranya start bisnis di bidang fotografi, atau kerennya disebut Photopreneur. Aku coba summary dari apa yang udah aku rintis selama 2 tahun terakhir, moga2 bermanfaat ya

How to be a Photopreneur

Buat yang tadi pagi ga sempet simak timeline Twitter @inijie , ini dia kultwitnya, enjoy

  • Menjadi #photopreneur itu salah satu bentuk passion to profit. Hobi yg juga menghasilkan.
  • Basically, km lakuin apa yg kamu suka (foto) dan dibayar. Mau?! #photopreneur
  • Fotografi itu hobi yg muahal! Sayang beli gear kalo ga menghasilkan duit #photopreneur
  • Gear itu penting, tapi lebih penting adalah menyiapkan skill foto #photopreneur
  • Invest di gear studio lengkap itu mahal. Start dulu dgn available light dan portable lighting (flash gun, lightstand) #photopreneur
  • Job #FoodPhoto pertama gw, cuma pake DSLR low end & cahaya matahari kok #photopreneur
  • Create personal branding yang sesuai, dalami bidang fotografi yang spesifik #photopreneur
  • Misal, kalo doyan moto wedding, dalami terus sampe jadi first in mind di mata (calon) client  #photopreneur
  • Gw sendiri spesifik di #FoodPhoto , bidang yang masih blue ocean, minim pesaing, pricing masih bagus #photopreneur
  • #photopreneur sulit survive fokus di satu bidang. Kerjakan 80% bidang primary, 20% bisa untuk bidang secondary
  • Siapkan portfolio yang kuat, karena client bisa jatuh cinta pada pandangan pertama hanya dari portfolio! #photopreneur
  • Portfolio bentuk cetak mahal, mulailah dari website & social media. Upload foto minimal 1x semingu #photopreneur
  • Orang Kantoran? Kalo masih ragu jd #photopreneur , coba dulu kerja freelance, Sabtu & Minggu
  • Belajar dari mentor yg terbaik di bidangmu, request untuk ‘bantu’ foto bareng dgn sang master #photopreneur
  • Latih kemampuan interpersonal, klien ga cuma beli karya fotomu tapi juga kepribadian kamu #photopreneur
  • Di bidang foto wedding misalnya, klien butuh kenyamanan selama 16-20 jam dgn fotografer yg pny interpersonal yg baik #photopreneur
  • Pricing bisa jadi tricky. Terlalu murah? Bakal lama naiknya. Terlalu mahal? Gak laku! #photopreneur
  • Jangan ikut2an tren banting fee photo. If u don’t value your own work, then NOBODY will!! #photopreneur
  • Seleksi klien mu, your current project will determine your next style and your next project #photopreneur
  • Siapkan tool presentasi yg bonafid. Pake Tablet? Ngangkat bangettt cuy! #photopreneur

Ada pertanyaan? Waani pirooo? Joke, kalo ada yg mau tanya2 monggo Initalers

#AkberWithOmnivoro Food Photography Sharing – Liputan

Akhirnya kesampean juga bikin sharing #FoodPhoto, Jumat lalu tanggal 19 Agustus 2011 bertempat di Omnivoro Fusion Café, Ciputra World Surabaya. It’s a blasttt!

Sempet dag dig dug coz sebelum acara ada bbrp yg pada sms, bbm & twit bakal telat trus ada yg minta seatnya diganti. Acara mesti ngesot dikit ke jam 3.30 pm sambil nungguin peserta mulai komplit.

Akber Food Photo with INIJIE

Acara dibuka sama mas Weby & dibantu mbak Wina (volunteer Akber), trus Mencoz as markom dari Omnivoro juga welcoming para peserta. Tibalah saatnya aku khotbah berapi-api di depan mimbar Omnivoro yang kencang dengan hembusan angin. Gak ada LCD, Laptop dan iPad pun jadi. Sebelum acara, gw dah propaganda kalo ada quiz live tweet

Sekitar 45 menit gw kasih teori dasar ttg Food Photography secara umum. Something yang bisa diaplikasikan baik di henpon, kamera poket dan DSLR tentunya. Beberapa peserta spt @tobzmind cukup tersepona saat tahu kalo BB Javelinnya juga bisa bikin efek blur

Akber Food Photo with INIJIE

Seneng banget peserta yg dateng pada menyimak dgn baik, padahal ada yg udah professional photographer juga loh. Lanjut materi praktek! Percuma kan kalo belajar sambil duduk2 aja.. abis dapet teori langsung bisa praktek moto dgn menu2 Omnivoro yg fotogenic.

Ada 3 menu : Spring Roll, Crème Brulee dan Chococino. Favorit gw: Spring Roll. Secara kasat mata pas banget buat mengaplikasikan teori Food Photo yg udah tadi disampaikan. Gw mulai shoot dulu sambil introduce setting buat beberapa tipe kamera. Abis itu peserta langsung gw izinkan buat explore sendiri.

Akber Food Photo with INIJIE

Akber Food Photo with INIJIE

Yg DSLR pede, yang pake poket juga ga kalah garang. Klik klik klik.. I LOVE the enthusiasm. The result is pretty awesome too, mengingat baru dikasi teori dasarnya aja tadi. Menjelang pukul 5 balik ke posisi kelas, gw kasi materi akhir tentang konsep dan styling trus lanjut pemilihan juara live twit.

Akber Food Photo with INIJIE

Congratz to Ade yg dapet DVD Tutorial & Tiananda yg berhak dpt member card + saldo 100rb dr Omnivoro –eh kalo ke sana jgn lupa ajak2 yah Selesai? Belummm… masih ada takjil segar dari Omnivoro buat para peserta yg budiman.

What a day. Thanks banget buat Akber & Omnovoro yang udah bantu fasilitasi acara ini. Big thanks juga para peserta yg udah datang padahal jam kantor lho Next, kayaknya bakal bikin di luar Surabaya nih. Jakarta maybe? *nungguin sponsor*

Thx Felix, Tobias, Cynthia, Fenny & Silvia yang udah bantu fotoin dokumentasinya

Liputan dari peserta :