Category Archives: Shanghai

Xiao Long Bao Ala Shanghai

Salah satu perkataan yg paling sering saya dengar dari temen2 waktu sekolah di Shanghai adalah “wah pasti makanannya enak2 yah?” Emang ngga bisa dipungkiri China selalu identik dengan makanan yg menggiurkan lidah. Orang Surabaya sendiri pasti udah ngga asing dengan yang namanya Chinese Food. Aneka Dim Sum, ayam & bebek panggang garing ala Duck King, aneka pangsit mie 369 (San Liu Jiu), shabu2, kwetiau, nasi hainan dan masih banyak lainnya – yg kalo saya tulis malah bikin ngiler :p

Nahh…itu masalahnya, waktu saya sampai Shanghai dengan segudang expectation about food. Lah koq ternyata makannya biasa2 aja yah? Well, setelah beberapa lama disana saya baru ‘ngeh’ ternyata, makanan2 Chinese yg kita kenal uenak2 selagi di Indo adalah makanan khas dari berbagai daerah. Jadi saya waktu di Shanghai ngga pernah nemu nasi hainan atau bebek panggang yg uenak kayak di Indo, coz makanan itu emang bukan khas Shanghai.

Continue reading

Jangan Sakit di Negeri Orang !

Sophie Pangestuby Sofie Pangestu
the coloumnist who once lived in Shanghai

 


“Jangan sampai sakit di negeri orang…
pasti lebih susah dibanding sakit di negeri sendiri…”

Ternyata pepatah di atas emang benar, ngga enak kalo sakit di negeri orang…(*Sakit di negeri sendiri juga ngga enak sih jauh lebih enak sehat, ngga sakit…hehehe) Kalo dihitung2, selama hampir 1,5 tahun berada di Shanghai, saya udah 5 kali wira wiri ke rumah sakit. eittss…. ! bukan karena sering sakit2an lho.. beberapa kali diantara-nya saya nganter teman yang lagi sakit.

Lost In Translation

Rata2 dokter di China ngga bisa ngomong Inggris walaupun ada juga jasa dokter internasional yang bisa ngomong Inggris…tapi dengan tarif dari negeri Inggris pula, sekali periksa mencapai RMB 500 (+/-Rp.600.000), ngga sesuai banget ama kocek kita Kendala bahasa emang paling krusial kalo kita lagi sakit, ntar dokternya ngomong apa, kita jelasin nya gimana, kalo sampe salah diagnosa kan barabe hehehe Beruntung sekali, ketika saya sakit diantar oleh teman yang sudah tinggal di China selama 3 tahun lebih, dengan bondo’ bahasa mandarin yg cas cis cus …hehehe…jadi ada yang bagian ngejelasin ke dokter, ketika saya lagi lemes2 karena diare ^^ (Even kata tmen saya…tetep aja susah ngejelasin istilah2 kedokteran pake bahasa mandarin, even dia udah lama tinggal disini).

Salah satu rumah sakit di Shanghai yang terkenal paling komplit adalah Hua Shan Hospital (tempat saya pergi). Kebanyakan dari kita2 kalau mendadak sakit pas tengah malam pasti langsung menuju ke Hua Shan Hospital yang menyediakan pelayanan 24 jam, termasuk pelayanan tes darah yang hanya perlu menunggu sekitar 10 menit.

Hospital in Shanghai

Mbulet

Selama beberapa kali kunjungan ke rumah sakit baru notice ternyata birokrasi rumah sakit di China ini mbulet (ribet,red) juga. Seperti kmarin ketika nganter’ teman yang badan-nya panas, nggliyeng’, dan diare, kita harus menuju counter reception dulu, dimana susternya nanya hal paling basic, yaitu sakitnya dimana perut, kepala, sesak napas, dll.

Setelah itu kita dapat kartu dan harus ke counter registrasi. Dari counter registrasi kita menuju ruang dokter, setelah berkeluh kesah dengan bu dokter (ternyata teman saya harus menjalani test darah) kita menuju counter pembayaran buat bayar ongkos dokter plus biaya test darah. Perjalanan dilanjutkan dengan menuju ke ruang test darah buat ambil sample darah.

Sample darah kita sendiri yang harus bawa ke laboratorium dan menunggu selama 10 menit disitu. Setelah hasil test darah keluar kita kembali ke ruang bu dokter (ternyata teman saya cuma sakit gara2 salah makan, alias ada bakteri dari makanan yang dia konsumsi *phew), dan bu dokter ngasih resep 2 botol infus serta beberapa antibiotik. Setelah itu kita menuju ke counter pembayaran buat bayar obat2an dan ke counter pengambilan obat, selanjutnya ke ruang infus karena teman saya harus di infus dulu baru boleh pulang.

Total perjalanan kita :
Reception – Counter Registrasi – Ruang Dokter – Counter Pembayaran – Ruang Test Darah – Laboratorium – Ruang Dokter – Counter Pembayaran – Counter Pengambilan Obat – Ruang Infus (Untungnya semuanya ada di satu gedung, lantai yang sama…hehe)

Serba Infus

Saya ngga ngerti, orang China ini demen banget sama infus, pusing dikit ke rumah sakit minta infus, lemes dikit minta infus, ngga kenapa2 tapi takut aja kurang cairan juga minta infus (beneran lho*) . Dan di China hal ini adalah legal, buat dateng ke dokter “dok, minta infus” langsung dikasi infus. Ruang infus di China cuman terdiri dari kursi2 mirip kursi malas, beda banget ama Indo yang kalo infus langsung pose bobo’ tiduran di tempat tidur hehehe

Basically pelayanan di Hua Shan Hospital termasuk Ok dan cepat, walaupun pasien dipaksa berkeliling2 rumah sakit (maksudnya biar yang ngga pernah olahraga, ada pemanasan dikit kali ye). Still, kalau kalian2 di Shanghai kebetulan sakit dan harus kerumah sakit, bisa menuju ke Hua Shan Hospital…dan kalau bahasa mandarin masih gaptek’ jangan lupa bawa teman buat bantuin translate yah!

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Hua Shan Hospital (华山医院)
2 Wulumuqi Zhong Road, Jing An (Shanghai)

Cost :
Biaya dokter + infus + obat RMB+/-150

Tips :
Jangan lupa bawa identitas passpor/student card/working permit
(walau biasanya ngga diminta tapi buat jaga2 aja)
Jangan lupa bawa obat2an yang udah diminum, tunjukin ke dokter kamu telah minum obat apa aja.

Kata2 keramat :
拉肚子 ‘la du zi (baca: la tu ze) : diare
发烧 ‘fa shao (baca: fa shao) : demam
头疼 ‘tou teng (baca: do deng) : sakit kepala
肚子疼 ‘du zi teng (baca: tu ze deng) : sakit perut

The best city in China!

Sophie Pangestuby Sofie Pangestu
the coloumnist who once lived in Shanghai

 


Kata orang Shanghai is the best city in China! Yup, kalau Aussie punya Sydney, Amrik punya LA&New York, maka China juga ngga mau ktinggalan dengan Shanghai, kota metropolitan no.1 di China. Pertama menginjakan kaki di kota ini surprise juga dengan perkembangan China, karena gemerlap kota Shanghai terbukti sanggup mengalahkan keramaian kota LA or New York.
Hmm…tapi tunggu dulu, biasanya dibalik keindahan selalu ada yg jelek2 hahaha…

Shanghai Evening

And sebelum bercerita tentang segala keindahan kota Shanghai, berikut tempat wisata or tempat makan, aq mulai dulu dengan daftar kebiasaan penduduk Shanghai yang rada ehm’ nyentrik ^^

Kebiasaan 1

Mungkin karena pertumbuhan ekonomi yang pesat, membuat orang China punya hobi lempar2 uang. Alias kalau kita beli barang, mereka cuman melempar uang kembalian ke meja kasir (biarpun kita udah nyodorin tangan buat nerima kembalian), ini berlaku hampir di seluruh Shanghai lho

Kebiasaan 2

Kebanyakan dari kita2 yg tinggal disini pasti pernah dengar suara ‘grok juh’ (oops…sorry) di segala penjuru kota. Sampe untuk mengantisipasi kebiasaan buruk ini dan demi menjaga image China di acara Olimpiade 2008, pemerintah menetapkan peraturan dilarang meludah sembarangan terutama bagi pengemudi (dilarang meludah di jalanan).

Kebiasaan 3

Walaupun di pintu metro (kereta) udah dikasi tulisan gede2 先下后上(utamakan penumpang yang turun, baru naik). Tetep aja begitu pintu metro terbuka, langsung dihujani oleh penumpang yang mau naik kereta. Aq juga pernah terjebak di subway ngga bisa keluar, sampe 2 station kmudian baru bisa keluar, dan pengalaman seperti ini sudah umum di kalangan orang Indonesia.

Kebiasaan 4

Pengemudi kendaraan di Shanghai, entah knapa koq suka main klakson, ada sepeda lewat tekan klakson, orang nyebrang tekan klakson, sampe2 macet gara2 ada setopan di depan juga tekan klakson. Yang jelas, gara2 kebiasaan ini di Shanghai pemerintah menetapkan peraturan dilarang keras menekan klakson di jalan raya & malam hari atau di denda hingga RMB.5000 (+/- Rp.6jt).

Yup, ini adalah beberapa kebiasaan aneh orang Shanghai. Jadi kalo ada kalian2 baru pertamakali ke Shanghai atau akan berkunjung ke Shanghai, don’t be so surprise, coz this is the habit of Shanghai’s people! Mereka ngga ada maksud jelek koq, cuman emang kebiasaan nya aja kayak gitu ^^