Category Archives: Yogyakarta

House of Raminten – Yogyakarta, Nyentrik!

Secukil cerita lagi dari Jogja nih. Ketemu tempat unik ini dari mas Anto, namanya House of Raminten. Wuik, kok namanya campur2 londo karo jowo ngono? Tempat yg nyeleneh nih pastinya!

Dengan sepeda motor Anto membawaku membelah kota Jogja di malam hari, Jl. FM. Noto no. 7 destinasinya. Itu dia lokasinya cafe House of Raminten. Pas banget sebelahnya Mirota Bakery. Lah, kalo udah bicara Mirota, ya pasti eling (ingat) Mirota Batik yg di jalan Malioboro itu.

House of Raminten - Yogyakarta

Iya, memang Mirota Batik, Mirota Bakery dan House of Raminten itu bos-nya sama, yakni Pak Hamzah, entrepreneur handal dan nyentrik di Jogja.

House of Raminten berkonsep dasar angkringan, warung pinggir jalan yang menjual aneka panganan yang merakyat. Tapi kemudian dikemas dengan konsep yang kuat sebagai resto semi cafe.

House of Raminten - Yogyakarta

Interiornya pun jempolan, bertempat di rumah tua yang masih terawat. Di bagian depan rumah dijejer beberapa kereta kuda pusaka. Di depan itu juga bagian khusus buat muda mudi yang doyan lesehan. Di belakang lebih sparkling dengan penataan meja yang cocok buat makan bareng kerabat.

Nasi Kucing - Sego Kucing - House of Raminten - Yogyakarta

Makanan yang ditawarkan sangat sederhana, ora neko-neko. Macam Nasi kucing, nasi goreng, indomie goreng, bubur, sate ayam, sate puyuh, kalo mo yg agak modern ada kentang goreng. Tapi yang khas ya Nasi Kucing-nya itu.

Dengan tempat, atmosfir serta penyajian seperti diatas.. ayo tebak kira2 harganya berapa?

15 ribu?

10 ribu?

5 ribu??

Actually, harga Nasi Kucing di sana cuma Rp 1000,- Incredibly cheap. Ga beda dengan yg di ankringan biasa. Lauknya ya nasi putih, oseng tempe, serundeng dan teri. Yang pasti buat kita2, 1 nasi kucing pasti ga cukup. Pesen aja langsung Nasi Kucing Dobel, harganya Rp 2000,-

Masih kurang? Pesen tambahan telur atau mendoan goreng aja. Harga makanan di House of Raminten semuanya dibawah 10 ribu perak.

House of Raminten - Yogyakarta

Selain makanan dan interior yg unik. Penyajian juga bikin terbelalak! Salah satu temen pesen minuman Susu, eh.. ternyata disajikan dengan gelas yg literally mirip *maap* Susu

Ada juga minuman yang disajikan dengan gelas yang tinggi banget. It’s even taller than our head when served on our table. Jadi kalo mau minum, ya either kita yang harus berdiri atau gelasnya yg diturunkan

House of Raminten - Yogyakarta

Para pelayan di House of Raminten juga eksotis. Yang pria mostly pakai giwang di telinga dan tubuh bagian bawah yang dibalut batik. Yang wanita? Lebih manteb lagi dengan baluran kemben batik ketat. Aaaa.. duhaiiiiiiiii… *hausek mode ON*

Okelah, jujur aja kalo pelayanan, resto ini agak payah. Mie goreng instan baru muncul setelah 30 menit. Taste masakan juga tidak lebih baik drpd angkringan di pinggir jalan. Tapi atmosfir Raminten belum pernah aku temukan di tempat lain.

Kalau main2 ke Yogyakarta, aku rasa House of Raminten patut masuk dalam daftar singgah. Kongkow2 sejenak, melepas lelah sehabis keliling kota yg ramah dan eksotis.. Oh I miss Yogyakarta..

Location:

House of Raminten (Jamu Oyot Godong)
Jl. FM. Noto no. 7, next to Mirota Bakery
Yogyakarta

Price:

Less than IDR 10,000 per item

Opening Hour :

Everyday, 24 hours
Except on Sunday : 09.00 (morning) -00.00 (midnight)

From Malioboro with Chocolate Monggo

Valentine’s Day udah dekat. Duhh.. yg lagi hot dan mesra sama pasangan pasti melakukan selebrasi dong pastinya. Ada 2 hal yang menjadi kado sogokan ampuh buat pasangan di hari Valentine. Pertamax adalah Bunga. Keduax, ya Coklat!

Omong2 soal coklat, waktu jalan-jalan ke Jogja aku mampir ke Mirota Batik, Jl. Malioboro. Mataku tertarik pada suatu produk coklat dengan desain humble dan minimalis, namanya londo-njawani lagi : Chocolate Monggo.

Monggo dalam bahasa Jawa artinya ‘silahkan’, biasanya diucapkan sambil membentangkan ibu jari. Bener2 mengedepankan local content dan local wisdom (istilah opo iku? wis pokok’e keren lah).

Biasanya bungkusan coklat kan ganjen gitu. Lah iki pake kertas recycle warna coklat dengan printing mono dan duo tone aja. Wah, pasti murahhh iki pikirku. Ealah dadakno (ternyata) yo ga murah!

Chocolate Monggo - Java Belgian

Yg large (100 gr) harganya 22 rb, yang small (40 gr) dipatok 12 rb. Ada yang Praline, Caramello dan Dark chocolate. Uniknya, tiap jenis coklat itu diwakili dengan icon wayang pada kemasan large. Misalnya, Dark Chocolate bergambar Petruk di bungkusnya, yang Praline bersimbol Gareng.

Rasanya gimana? I’m not a big fans of chocolote since I have toothache. But… this choco is totally different. Parameter ku untuk coklat yg enak sederhana aja : ga bikin sakit gigi dan prefer yg rasanya agak pahit2 dikit

Dan Coklat Monggo sukses melalui 2 tes tersebut. Teksturnya lembut ketika lumer di dalam mulut. Legit namun manisnya gak ekstrim. Sayangnya coklat Monggo ini mudah sekali lembek dan melting di suhu ruangan.

Chocolate Monggo - Java Belgian - Coklat

Dari hasil nyontek sana sini, coklat produksi CV. Anugerah Mulia ini punya rasa berstandar internasional karena dapurnya dikomando oleh bule Belgia. Makanya pada bungkusnya pun tertera ‘Belgian Chocolatier’. Pun demikian, coklat yg dipakai adalah hasil bumi Sumatera dan Jawa, oke la kalo begituh.. *tegalnya keluar deh*

Nah, kalo udah bosen sama coklat2 ala Swiss -yg biji coklatnya pun sajane produksi Indonesia, Chocolate Monggo yang eksotik dan unik ini sangat recommended dicoba. INIJIE Certified deh! Something differerent for your Valentine’s day maybe ?

Where to buy Chocolate Monggo

  • Mirota Batik (Yogyakarta, Surabaya)
  • Circle K, Carrefour dan Gelael (cabang tertentu)
  • ACE Hardware (no joke!! I saw it once)
  • Chocolate Monggo Salespoints

20 Minutes at Taman Sari – Yogyakarta

Melirik jam tangan ku, satu setengah jam lagi aku sudah harus check in di Bandara Adisucipto, Yogyakarta. Tapi kawanku Anto bersikeras mengajak ku ke Taman Sari. Istana Air katanya. Wow.. !

“20 menit aja ya To”, ancam ku *ga tau diri mode ON*. Was was soalnya hotel cukup jauh dari airport. Taman Sari ternyata adalah sebuah peninggalan sejarah dari abad ke 17, waktu itu masih dibawah pemerintahan Sultan Hamengku Buwono I.

Sari artinya indah, atau juga bisa diartikan bunga *wah, yg punya nama Sari pasti ge er!* Jadi, Taman Sari kira2 artinya beautiful garden. Yang ternyata emang tenanan apik. Nyesel aku cuma punya waktu 20 menit.

Dulu, Taman Sari ini merupakan kolam pemandian kerajaan, tempat raja kongko2 sama keluarga, ada danau buatannya, jembatang gantung, kanal/terowongan bawah air dan dulu juga dijadikan sbg benteng pertahanan terakhir. Dulu pokok’e! Karena dominannya elemen air disana sini, tempat ini juga disebut Istana Air (water castle). Konektivitas antar bangunan menggunakan wifi eh.. sampan atau perahu

Taman Sari Yogyakarta

Taman Sari terbagi jadi 4 bagian besar. Karena mefetnya waktu, aku cuma sempet mampir ke bagian pertama atau bagian depan saja. Sayang sekarang sudah tinggal puing2nya. Continue reading

Sepoci Kehangatan di Kaliurang

Libur t’lah tiba.. horee!! Nah, buat Initialers yang berkesempatan ke Yogyakarta buat liburan kali ini, INIJIE punya rekomendasi yang bisa jadi rujukan. Terutama buat yang demen minuman anget2 (udah musim ujan kan). Yes, they have Starbucks in town, but helloooow.. it’s Jogja !

Pas ke Jogja kemarin aku diculik *dengan ikhlas* oleh 3 konco-ku : Luch, Miss Ciloko dan Ndok. Destinasinya adalah Kaliurang, sebuah kota kecil yg berjarak 25 km dari pusat kota Yogyakarta. Naik mobil dengan kontur yang konsisten menanjak ditempuh selama kira2 1 jam dalam kegelapan malam.

Kaliurang itu berada di kaki Gunung Merapi (inget Mbah Marijan?). Disekitar sana banyak penginapan yg menampung para pelancong yg ingin menikmati pemandangan Merapi.

Makin menanjak, udara semakin dingin. Begitu buka pintu mobil, BRRR.. ancen uademmm. Apalagi bajuku tipis *bukan.. bukan tanktop kok* Perhentian kita di sekitar Taman Bermain Kaliurang. Nah, disekitar sana banyak penjaja kehangatan. Oops, bro en sis jangan ngeres dulu ya hehe..

Para Penjaja Kehangatan

Maksudnya menyediakan makanan hangat, seperti Wedang Ronde, Bakso, Soto .. ada Sate Kelinci juga. Karena hidungku mulai meler, aku latah pesen Ronde bareng ketiga sobatku.

Ronde-nya humble sekali, tapi aku suka! Isinya 3 biji bola ketan isi kacang, potongan roti, kolang kaling dan kacang tanah yang diguyur kuah jahe yang hangat. Uap hangat beraroma jahe langsung melambai-lambai, memanggil untuk untuk segera dinikmati dengan perantara sebuah sendok bebek stainless steel. Cukup merogoh kocek 2500 perak saja.

Wedang Ronde Kaliurang

Ada juga Sate Kelinci yang cukup mengenyangkan, 10 tusuk plus lontong hanya 9.999 rupiah Rasanya mirip banget sama sate ayam. Tapi ukurannya masih kalah gede sama Sate Kelinci di Tretes, Jawa Timur. Gak tega makan hewan imut itu? Tenang, ada hidangan bakso hangat yang dibandrol 6 ribu perak per mangkuk.

Teh Poci Astomulyo

Yang tadi baru intermezzo aja. Kalo ke Kaliurang belum komplit kalo belum mampir ke warung Teh Poci. Di sana ada banyak warung teh poci, tapi yang paling terkenal adalah Warung Teh Poci Astomulyo.

Tempatnya kira2 cuma 50 meter dari warung Ronde tapi lokasinya nyelempit banget. Ga nyangka lho kalo warung ini populer. Aku juga makin syok abis liat interior warung yang sangat ’punk’. Seluruh dinding, sekat, meja dan tiang2 semuanya penuh corat coret semprotan cat pylox.

Ada sekitar 8 meja yang dilengkapi dengan kursi bambu. Hanya lampu pijar yang jadi sumber penerangan. Selembar menu dengan print yang sederhana disodorkan dan kita langsung pesen 2 poci teh, roti bakar keju ama roti bakar coklat.

Gak pake lama, Teh Poci terhidang diatas meja. Poci terbuat dari tembikar, begitupun dengan cangkir dan alasnya. Sungguh eksotis! Konon, Poci ini salah satu rahasia racikan teh enak. Bahkan poci-poci yang tertentu bisa ditawar jutaan rupiah.

Teh Poci Astomulyo Kaliurang

Continue reading

Ride through the History at Museum Kereta

Continuing my half day journey in Yogyakarta about err… two months ago. I got 6 hours only to spend before leaving to Surabaya. After burned my skin on the mid day at Prambanan Temple, I moved to Kraton Yogyakarta. It’s the Sultan’s Palace. The Royals live there and hold sacred ritual ceremonies inside it. Sri Sultan Hamengkubuwono X is the current Sultan of Yogyakarta and serves as the Governor as well.

Kraton Yogyakarta is located near the city center (Alun-alun). It takes about 20 minutes car rides from Malioboro. At the front gate, we have to buy an entrance ticket for IDR 3,000 (USD 0.3). Plus, photo-permit ticket for IDR 1,000 (USD 0.1). Yeah, the last one is very essential haha!

Continue reading

Oleh-Oleh Gratis : Jogja

INIJIE bagi oleh2 gratis lagiiiiiiii !!

Kali ini oleh2 dari kunjunganku ke Yogyakarta (a.k.a Jogja, Yogja, Jogya de el el). Sori sori maap, kali ini sederhana aja karena ke Jogja pas lagi akhir bulan, aku sedang mengalami penyempitan pembuluh dompet Tapi tenang, INIJIE pasti menghadirkan oleh2 bermutu (bermuka tua, literally )

Aku bela2in melancong ke UGD – Unit Gawat Dagadu di jalan Pakuningratan 15 guna mendapatkan cinderamata Dagadu yg 101% asli. Sayang koleksi kaosnya ga banyak yg oke, tapi mataku tertarik dgn sebuah gantungan kunci plesetan KFC dengan logo Kolonel Sanders mengenakan blangkon. Lengkap dengan tagline-nya yg khas, Jagonya Ayam Jogjanya Nyaman

Sepert biasa, caranya gampang banget buat ikutan quiz oleh2 ini. Cukup drop comment aja disini, yg pasti memuji kegantengan saya tidak akan mempengaruhi hasil quiz Nantinya satu pemenang yg beruntung bakal diundi dan diumumkan di page ini tanggal 20 Juli 2009.

Wish you luck.. 

—————————–

UPDATE 20 Juli 2009

And the winner is …  (Blok teks dari titik A ke titik B)

A.           FENTY .B

Congratz buat pemenangnya, buruan kirim alamat lengkap dan no telepon ya buat shipping hadiahnya

Nantikan seri oleh2 gratis berikutnya

Kisah Patah Hati di Prambanan

Selepas acara kantor di Yogyakarta (Jogja), aku merasa eman (sayang) kalo langsung balik ke Surabaya. Udah jauh2 ke Jogja, rasane kurang lengkap kalo ga hunting foto. Untung ada Anto, direktur perusahaan properti yg rendah hati ini rela berpanas-panas ria nemenin aku ke Prambanan.

Candi Prambanan - Yogyakarta

Lokasi kompleks candi Prambanan kira2 15 km dari Hotel Inna Garuda, tempat aku nginap di jalan Malioboro. Kalo mo naik bus Trans Jogja cuma 4 rb perak, tapi lama buanget baru nyampe

Tiket masuk kompleks Prambanan adalah Rp 15 rb per orang. Ditambah photo permit Rp 1000 per kamera. Tips ku, siapkan minuman segar dulu sebelum masuk coz disana terik banget.

Patah Hati Yang Produktif

Kompleks utama Prambanan adalah Loro Jonggrang yang menghadirkan 3 candi Hindu sebagai magnet utama: Candi Shiva (Siwa), Brahma dan Vishnu (Wisnu). Candi Shiva adalah yg terbesar dengan ketinggian 47 meter, 5 meter lebih jangkung dari Borobudur (nyontek wikipedia!).

Candi Prambanan - Yogyakarta

Continue reading