Category Archives: Zhuhai

Travel To Macau – Day 2 : Crossing to Zhuhai

Hari kedua di Macau. Well, actually hari kedua ini kita malah ga di Macau. Ada rencana dadakan dari sodara gw ce Moy yg dermawan menuntun gw dan ponakan ke Mainland China. WOW.

Ini dia asiknya travelling, selalu ada kejutan2 yg ga terduga. Kadang ngebetein, tapi ada jg yg bikin happy. Yg jelas, kali ini happy kita dibawa ke China. Kalo sendirian pasti ga sanggup deh, secara kita totally blank gimana cara melewati border. Plus.. kita sipit, tapi nol besar soal bahasa Canton.

Macau Suburb in The Morning

Hari kedua di Macau bener2 adem. Sekitar 12 derajat Celcius. Bikin males mandi jujur aja. Tapi demi keselamatan bersama, mendingan mandi aja daripada ada yg pingsan menghirup aroma tubuhku.

Holy Breakfast

Pagi2 pintu flat udah di gedor ce Moy yg bangunin kita kayak marinir. Lalu sarapan di kedai terdekat aja. Sama seperti di Singapore atau Malay, kedai di Macau jualan aneka toast, teh dan kopi. Plus, aneka hidangan mie. Makan di Macau banyak yg non-halal, jadi temen2 yg Muslim mesti cek and ricek ya.

Buat orang Macau, sarapan kayaknya udah jadi hal lazim. Jam 7 pagi kedai udah penuh. Selain ngisi perut, juga diselingi bergosip tentunya. Ya, kedai kopi adalah mercusuar gosip2 mutakhir

Noodle with Ham

Breakfast in Macau

Makan pagi di Macau dengan satu minum sama satu maincourse sekitar MOP$ 20-30. Mahal? Wajar, negara makmur hehe.. Nah, abis makan kita meluncur ke Border Gate dengan transport bus. Ini adalah gerbang perbatasan antara Macau dan Mainland China, kalo dalam bahasa Portugal namanya Portas do Cerco.

Crossing to Zhuhai

Portas do Cerco - Macau China Border Gate

Di bagian depan Border Gate, ada peninggalan gerbang pertama yang dibuat Portugal tahun 1849 untuk tali silaturahmi ke China. Tapi, ini nasibnya udah buat pajangan aja sekarang. Masuknya ga lewat sana lagi.

Portas do Cerco - Macau China Bordergate

Macau China Border Gate

Jangan dibayangkan bener2 gerbang, karena disana ada gedung imigrasi. Walaupun Macau sudah dikembalikan Portugal ke China tahun 1999, tetep aja keluar masuknya ga sembarangan. Melintas border gate ini, kita sudah dianggap meninggalkan ‘negara’ Macau. Jadi mesti ngisi departure card.

Macau China Border Gate to Zhuhai Gongbei

Tepatnya kita bakal menginjakkan kaki di Zhuhai (baca: cuhai). Sebelum kesana, kita wajib punya Visa dulu. Ini dia yg tricky, karena di Border Gate sama sekali ga ada keterangan tentang ini. Salah2, bisa kejebak diantara dua negara: ga bisa pergi Mainland China, ga bisa balik Macau.

No Sign Board Visa

Visa to Zhuhai China

Yg penting siapin duit China Renminbi (RMB). Ingat hukum alam utama: ‘Ada duit semua beres’ *ulangi mantra ini 3 kali*. Lalu setelah masuk Imigrasi China, langsung cari kantor buat ngurus Visa-nya. Nah, kalo masuk gerbang, pintunya sebelah kanan. Dan sekali lagi, ini ga ada keterangannya sama sekali. No sign board. But lucky us, we have the mighty ce Moy hahaha..

Oya, defaultnya ngurus Visa masuk Zhuhai ini cuma RMB 168. Tapi, buat negara2 tertentu tarifnya beda. Buat orang bule USA misalnya, diperas bayar RMB 956. Mungkin karena negaranya ga akur kali ya. Bikin Visa sekitar 15 menit. Cuma perlu foto sama serahkan data paspor. Visa ini berlaku 72 jam.

Selepas dari Imigrasi China, kita masuk ke wilayah yang namanya Gongbei. Ini dia surganya belanja murah. Nanti kita bahas belakangan deh.

Dari Gongbei naik bus sekitar 45 menit ke Zhuhai. Kita istirahat bentar di flat-nya ce Moy. Jujur kacang ijo, gw kira China mainland itu ndeso, kumuh kayak di felem2. Oh ternyata sudah modern. Banyak dibangun kondo2 baru (gara2 banyak orang kaya baru?). Memang sih masih sepi karena wilayahnya luas sementara penduduknya dikit.

Zhuhai Apartment

Apartment Flat in Zhuhai

Lapar kita. Untungnya disini canggih, kalo mau ke resto bisa dijemput. Ada shuttle mini van. Jadi ga kayak di Indonesia yg umumnya delivery makanan, di Zhuhai kita yang di ‘deliver’ ke restonya. Tinggal telpon, beres.

Venice Restaurant

Nama resto yang kita tuju ini terkenal banget seantero Zhuhai. Namanya Venice. Gak tau kenapa org Macau & China kok tergila-gila dengan Venezia. Gak resto, gak casino, namanya mirip2. Venice ini restoran western food, spesialisasi di menu steak.

Venice Steak Restaurant in Zhuhai

Resto ini rame hiruk pikuk. Kok ya resto rame gini masih mau susah payah shuttle customernya. Salut. Waiter2nya sigap. Lalu mereka pakai alat yg bentuknya semacam kacamata, tapi buat nutupin mulut *kebayang ga?* Zero jigong, Hygiene protection for our food!

Venice Steak Restaurant in Zhuhai

Western food at Venice Restaurant Zhuhai

Kita semua pesen aneka steak, ada yang beef, lamb dan pork. Gw pesen Beef Ribs, sepaket dengan minum lemon tea, spaghetti polos, semangkuk Sup Rusia plus komplimen aneka roti2an. Harganya RMB 73, atau sekitar 90 ribu duit Rupiah. Menurutku sih worth the price. Dagingnya empuk banget, juicy, dan tanpa saus apapun sudah haojeksencingping *enak gilak*

Steak in Venice Restaurant Zhuhai

Selesai makan, harusnya shuttle kirim kita balik ke flat. Etapi berkat ce Moy si supir van bisa kita abuse buat anterin ke kebun Strawberry *yes, gratis!*

Strawberry Field

Strawberry field plantation in Zhuhai

Kata petani sana, Maret lalu itu lagi ga musim Strawberry. Tapi kita sudah on the spot, ya sud masuk aja ke dalam kebun. Jadi konsep kebun Strawberry ini seperti di Batu atau Bandung, kita bawa keranjang lalu petik2 sendiri buahnya. Nanti pas keluar kebun, keranjangnya ditimbang.

Strawberry fruit in Zhuhai China

Delicious Strawberry fruit in Zhuhai China

Mau gratisan? Makan langsung di kebun! Wah memang ini liburan yg banyak gratisannya haha.. Walopun bukan musimnya, ternyata banyak juga buah2 Strawberry yang ranum2. Buahnya besar. Bentuknya aneh2, ada yg seperti Hello Kitty Rasanya? Aduh, digigit kress dan muaniessss…. *ngiler gw pas ngetik ini*

Hello Kitty Strawberry in Zhuhai China

Meyz in Zhuhai Tomato Field

*memperdaya Jver & Meyz menjadi model*

Pelancong yg ke kebun ini dandanannya heboh2, kayak artis deh. Katanya Jver, mirip Korean girlband SNSD haha.. *suitt suitt*

Fashionable tourist in Zhuhai

Family in Zhuhai

*family is the best companion*

Oya, selain strawberry, di kebun ini juga ada tomat. Kalo males metik sendiri, para petaninya juga sudah ada yg versi petik. Strawberry petikan kita hampir penuh sekeranjang. Kita cuma bayar RMB 25, murah banget. Ini petani dari mana untungnya coba?

Fresh fruit in Zhuhai China

Fresh Tomato in Zhuhai China

Fresh fruit in Zhuhai China

Gongbei Underground Shopping Center

Pulangnya kita balik ke Gongbei. Disini kita tuker duit MOP ke RMB. Tukarnya ya ke money changer liar, biasanya nyamar jadi lapak rokok atau warung. Di Gongbei, kebanyakan jualan barang fashion dan elektronik. Mostly barang KW, alias palsu.

Henpon bisa dibungkus dari harga RMB 200 (dua ratus ribuan rupiah). Tadinya gw kira ada barang2 branded, secara lagi nyari Android. Udah seneng ketemu henpon touch dengan stiker Android, eh pas dinyalain isinya OS abal2. So watch out.

Gongbei Underground Shopping Center

Di Gongbei juga harus pintar nawar. Mulai dulu dari 25% harga yg dibuka. Biasanya penjual bakalan ngamuk2, ini biasa. Overacting wkwk.. Tawaran udah chuan *untung* pun masih ngamuk. Tapi disana ga usah kuatir diamukin orang, kenapa? Lah ga ngerti bahasanya kok #eaaa

Lho kalo ga ngerti bahasanya gimana dong kakak? Gampang. Pencet2 aja angka penawaran kamu di kalkulator. Terus sambil berharap itu kalkulator ga dilempar ke muka kita

Oke, hari kedua kita cuma jalan2 di Zhuhai dan malamnya family dinner. Plus ada kejutan. Meyz & Yeyen, dua malaikat yg mestinya jadi guide gw harus balik ke Indo. OH NO! Gimana nasib gw? Baca lanjutannya yak..